Presiden Akan Keluarkan Peraturan Pencegahan Ekstremisme

Presiden Prabowo Subianto Akan Mengeluarkan Peraturan Pencegahan Ekstremisme, Ini Dia Konteksnya.

Jika dilansir dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Eddy Hartono, Presiden Prabowo Subianto akan mengeluarkan peraturan presiden (Perpres) untuk pencegahan dan penanggulangan ekstremisme. Peraturan ini berfokus pada pembangunan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang mengarah ke terorisme.

Selama ini, proses peraturan tersebut berada di bawah tanda tangan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg). Namun, Eddy menjanjikan bahwa peraturan ini akan segera disahkan dan mulai berlaku pada tahun ini. Dengan adanya peraturan ini, harapan besar dapat meningkatkan pencegahan ekstremisme.

Ternyata, beberapa anak di bawah umur sudah terpapar sendiri dengan paham ekstremisme. Mereka sering berjejaring dalam multiplatform dan bergabung dengan komunitas bernama The True Crime Community. Selain itu, Eddy juga menyinggung mengenai Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru yang sudah mulai diterapkan.

Dalam penanganan terorisme, peraturan KUHP ini sudah bisa dilakukan dari deteksi dini. Bahkan penyalahgunaan teknologi internet untuk kegiatan ekstremisme sudah dianggap sebagai hukum pidana. Perlu diingat bahwa paham ekstremisme sudah menyasar anak-anak di bawah umur dan rentan terhadap perburuan yang tidak seimbang.

Selain itu, penelitian oleh Densus 88 Antiteror menunjukkan bahwa ada 27 grup paham ekstremisme yang sering berjejaring dengan anak-anak di bawah umur. Mereka mengklaim memiliki ideologi yang sama seperti Neo-Nazism dan menggunakan kepahlawanan sebagai alasan untuk memperjuangkan perasaan superioritas.

Namun, menurut juru bicara Densus 88 Antiteror, Mabes Polri Kombes Mayndra Eka Wardhana, anak-anak di bawah umur yang terpapar sendiri sering melakukan cosplay dan meniru perilaku ekstremis tanpa secara penuh melakukan kekerasan.
 
Gue pikir kalau peraturan ini gede banget sih! Seperti kayak ngurus anak-anak kecil aja, tapi kalau kita lihat lebih dekat, gue rasa ada yang kurangnya. Misalnya, bagaimana caranya kita bisa mengawasi anak-anak kecil yang sudah terpapar ekstremisme? Kita harus lebih bijak dalam mendekati mereka dan tidak langsung menuduh atau mengkhianatkan. Aku rasa perlu ada kesempatan untuk mereka untuk berdiskusi dan memahami konseptuanya dengan benar dulu.

Juga, aku pikir kita harus fokus pada pencegahan dari awal, bukan hanya setelah anak-anak sudah terpapar. Misalnya, kita bisa membuat program pendidikan yang lebih baik tentang empati dan toleransi, sehingga mereka tidak mau terlalu mudah dipengaruhi oleh hal-hal ekstrem.
 
Aku pikir kalau gini penting banget buat banua kontes ekstremisme di Indonesia. Tapi aku penasaran bagaimana peraturan ini bakal berlaku dan nggak bakal bikin masalah baru. Aku harap pemerintah bisa banua semuanya dengan baik dan jangan ada yang terjebak.
 
Eh, aku rasa kalau pihak berwenang harus lebih hati-hati dalam penanganan isu ini. Aku juga khawatir kalau peraturan baru ini bisa jadi melekat terlalu banyak tekanan pada anak-anak muda. Mereka sudah cukup banyak dipaksa untuk mematuhi aturan-aturan yang berlebihan, nggak? 🤔

Aku ingat saat aku masih SMP, aku juga ikut bergabung dengan komunitas online yang sama seperti The True Crime Community, tapi aku nggak pernah melakukan sesuatu yang salah. Aku hanya ingin tahu lebih banyak tentang cerita-cerita di balik hukum pidana yang berlaku. 🤓

Aku juga khawatir kalau peraturan baru ini bisa jadi memperburuk situasi, bukan mengatasinya. Kalau kita terus menekan anak-anak muda, nggak akan jadi lebih bebas untuk berekspresi? Aku rasa perlu ada balance antara pencegahan dan keselamatan yang benar-benar ada di sana, bukan cuma memaksakan aturan-aturan tanpa adanya solusi. 🤷‍♂️
 
Gue pikir ini perlu diperhatikan, kalau kita nggak waspada dengan apa itu ekstremisme, kita bakal terus diintimidasi... tapi siapa tahu bagaimana cara yang tepat pula?
 
Gue rasa kayaknya kita harus lebih bijaksana dalam menggunakan teknologi internet ya 🤔, terutama anak-anak di bawah umur yang masih lemah terhadap hal ini. Mereka seringkali terjebak dalam komunitas online yang tidak kita ketahui dan itu bisa berbahaya banget 🚨. Kita harus lebih waspada dan memantau aktivitas mereka agar tidak jatuh ke paham ekstremisme ya 💡.
 
🤔 apa lagi paham ekstremisme yang bisa mengancam masyarakat kita? siapa saja yang tahu anak-anak di bawah umur itu bisa jadi korban yang serius? itu pengaruh dari internet ya, tapi bagaimana caranya kalau kita harusnya memperkuat keteguhan negara ini? 🤷‍♂️
 
Sudah lama nggak sempat ngobrol tentang isu ini. Kalau aku pikir, perlu kita cari solusi yang tepat dan tidak mempolitisin. Mencoba buat pencegahan ekstremisme jadi hal yang semangat, ganti aja caranya sih dari pencegahan yang terlalu serius. Kita harus fokus banget pada pendidikan, agar anak-anak kita bisa belajar cara berkomunikasi dan menghadapi perbedaan dengan baik.
 
gimana aja kalau kita fokus pada masalah anak-anak yang terpapar paham ekstremisme? padahal ada banyak contoh di mana mereka belum pernah melakukan kekerasan, tapi sudah begitu serius dalam meniru ideologi ekstremis. gimana caranya kita bisa memastikan bahwa mereka tidak menjadi korban yang lebih besar nanti kalau kita hanya fokus pada pencegahan dengan cara yang sibuk? 🤔
 
kembali
Top