Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memutuskan untuk memberlakukan kebijakan kerja dari rumah (WFH) dan pembelajaran daring jika terdapat indikasi cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat. Kebijakan ini dipertimbangkan karena kondisi cuaca ekstrem pada akhir pekan kemarin.
Pramono berharap agar hal itu tidak terulang kembali, dan jika ada indikasi seperti itu di hari biasa, dia akan memutuskan untuk melakukan WFH, terutama untuk anak-anak didiknya. Dia juga menegaskan bahwa Pemprov Jakarta tidak mengurangi anggaran penanganan banjir dan cuaca ekstrem, termasuk normalisasi sungai dan pengadaan pompa.
Operasi modifikasi cuaca kini dipersiapkan hingga satu bulan penuh. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menyampaikan bahwa jajarannya turut disiagaskan untuk melakukan rekayasa lalu lintas dan evakuasi kendaraan di titik-titik genangan.
Dia menambahkan bahwa pengaturan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan mereka tidak masuk ke ruas jalan yang tergenang. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasi dampak cuaca ekstrem terhadap mobilitas warga.
Pramono berharap agar hal itu tidak terulang kembali, dan jika ada indikasi seperti itu di hari biasa, dia akan memutuskan untuk melakukan WFH, terutama untuk anak-anak didiknya. Dia juga menegaskan bahwa Pemprov Jakarta tidak mengurangi anggaran penanganan banjir dan cuaca ekstrem, termasuk normalisasi sungai dan pengadaan pompa.
Operasi modifikasi cuaca kini dipersiapkan hingga satu bulan penuh. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menyampaikan bahwa jajarannya turut disiagaskan untuk melakukan rekayasa lalu lintas dan evakuasi kendaraan di titik-titik genangan.
Dia menambahkan bahwa pengaturan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan mereka tidak masuk ke ruas jalan yang tergenang. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasi dampak cuaca ekstrem terhadap mobilitas warga.