Presiden Jokowi meluncurkan program gentengisasi untuk mendorong penggunaan genteng sebagai atap rumah alih-alih seng yang mudah berkarat. Rencana ini diharapkan dapat mengurangi dampak karat pada atap rumah dan membawa perubahan positif bagi masyarakat.
Melansir kata Presiden Jokowi, program ini akan melengkapi Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dengan pabrik genteng. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan produksi genteng dan membuatnya lebih mudah diakses oleh masyarakat.
Menurut Presiden Jokowi, pembuatan pabrik genteng adalah kemajuan yang signifikan karena alat-alat yang dibutuhkan untuk memproduksi genteng tidak mahal. Selain itu, bahan baku genteng dapat diperoleh dari tanah yang dicampur dengan zat limbah seperti limbah batu bara dan abu.
"Di antara profesor-profesorma kita, ada laporan bahwa ash (abu) batu bara itu bisa dijadikan bahan untuk pembuatan genteng. Maka dari itu, saya dapat mengatakan bahwa kita sudah memiliki teknologi yang baik untuk memproduksi genteng," kata Presiden Jokowi.
Program gentengisasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menggunakan genteng sebagai atap rumah. Pada tiga tahun ke depan, Presiden berharap Indonesia tidak akan kelihatan karat dan menjadi contoh kebangkitan nasional.
"Saya berharap dalam 2-3 tahun, Indonesia tidak akan kelihatan karat lagi. Karat adalah lambang degenerasi, bukan lambang kebangkitan Indonesia. Kita harus bangkit, kita harus kuat, kita harus indah, rakyat kita harus bahagia," kata Presiden Jokowi.
Program gentengisasi ini juga diharapkan dapat mengurangi beban pajak masyarakat karena tidak lagi membeli seng sebagai atap rumah.
Melansir kata Presiden Jokowi, program ini akan melengkapi Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dengan pabrik genteng. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan produksi genteng dan membuatnya lebih mudah diakses oleh masyarakat.
Menurut Presiden Jokowi, pembuatan pabrik genteng adalah kemajuan yang signifikan karena alat-alat yang dibutuhkan untuk memproduksi genteng tidak mahal. Selain itu, bahan baku genteng dapat diperoleh dari tanah yang dicampur dengan zat limbah seperti limbah batu bara dan abu.
"Di antara profesor-profesorma kita, ada laporan bahwa ash (abu) batu bara itu bisa dijadikan bahan untuk pembuatan genteng. Maka dari itu, saya dapat mengatakan bahwa kita sudah memiliki teknologi yang baik untuk memproduksi genteng," kata Presiden Jokowi.
Program gentengisasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menggunakan genteng sebagai atap rumah. Pada tiga tahun ke depan, Presiden berharap Indonesia tidak akan kelihatan karat dan menjadi contoh kebangkitan nasional.
"Saya berharap dalam 2-3 tahun, Indonesia tidak akan kelihatan karat lagi. Karat adalah lambang degenerasi, bukan lambang kebangkitan Indonesia. Kita harus bangkit, kita harus kuat, kita harus indah, rakyat kita harus bahagia," kata Presiden Jokowi.
Program gentengisasi ini juga diharapkan dapat mengurangi beban pajak masyarakat karena tidak lagi membeli seng sebagai atap rumah.