Potensi Pendapatan Menguap Rp550 T Per Tahun Akibat WP Tak Patuh

Potensi pendapatan negara menguap hingga Rp550 triliun setiap tahun karena ketidakpatuhan wajib pajak. Menurut Ekonom Senior dan mantan Dirjen Bea dan Cukai, Permana Agung, kepatuhan atas pajak menjadi tantangan bagi pemerintah untuk memastikan kolektabilitas pajak negara bisa dilakukan dengan lebih optimal.

"Keterlambatan atau ketidakpatuhan wajib pajak memang sangat berdampak pada pendapatan negara. Jika kita tidak dapat memperoleh kepatuhan, maka potensi pendapatan yang seharusnya kita dapatkan akan menempuk di Rp550 triliun setiap tahun," kata Permana.

Menurutnya, masalah ketidakpatuhan wajib pajak menyebabkan ada "text gap" besar pada pendapatan negara. Pada tahun 2022, potensi pendapatan yang menguap hanya sebesar Rp878 triliun, sementara seharusnya sekitar Rp550 triliun.

Permana juga menekankan bahwa terdapat dua faktor yang menyebabkan keterlambatan pendapatan negara. Pertama, kepatuhan wajib pajak itu sendiri yang belum optimal. Kedua, peraturan tentang pendapatan negara yang belum jelas dan kompleks.

"Jika kita mau meningkatkan pendapatan negara, maka perlu kita lakukan penanganan administrasi pajak dengan lebih baik. Jika kita dapat mengoptimalkan pengumpulan pajak, maka potensi pendapatan negara akan meningkat," kata Permana.

Sementara itu, dari semua PPN yang seharusnya dipungut, hanya 52,6 persen yang terdata. Kemudian, dari potensi pajak penghasilan orang pribadi dan badan, hanya 42 persen yang terkumpul.
 
Pajak ni apa-apa kalau kita tidak bisa menghitungnya dengan benar 🤔. Sekarang di kelasku ada pembelajaran tentang akuntansi dan manajemen keuangan. Jika kita mau meningkatkan pendapatan negara, maka kita harus lebih teliti dalam mengumpulkan pajak. Kalau bisa selesai juga nih proses pengisian formulir pajak yang bikin kita capek 😩.
 
Wah, Rp550 triliun itu nggak ada artinya! Kalo begitu, saya rasa kita harus berpikir ulang tentang cara mengumpulkan pajak. Misalnya, kita bisa membuat sistem pajak yang lebih mudah dipahami oleh masyarakat, atau bahkan membuat program untuk membantu orang-orang yang kurang mampu membayar pajak. Tapi, saya rasa yang paling penting adalah kita harus meningkatkan pengetahuan tentang pajak di kalangan orang-orang. Kalo kita semua tahu cara menghitung pajak dengan benar, maka potensi pendapatan negara akan semakin tinggi! 😂🤑
 
Gue pikir kalau goleman ini harus diubah jadi prioritas utama pemerintah. Jika kita nggak bisa naikin kepatuhan wajib pajak, maka gue rasa apa yang kita kasi utang negara pasti akan menyesat.

Lihat aja data kepadatan pajak penghasilan per orang di 2022, cuma 32 persen sih! Sedangkan pajak penghasilan badan, cuma 21 persen. Itu beda jauh dari targetnya. Jadi, gue rasa kita harus buat strategi baru agar bisa meningkatin kepatuhan wajib pajak dan nanti kita bakal bisa naikin potensi pendapatan negara.
 
Pajak itu kaya banget, tapi kita masih banyak yang tidak ingin membayar nih 😂. Mungkin gampangnya sistem pajak, tapi juga harus ada tekanan dari pengusaha untuk membayar pajak dengan benar ya? Misalnya bisa membuat sistem pengisian pajak lebih mudah dan cepat, sehingga banyak orang tidak akan menunggu sampai terlambat. Kita bisa coba buat aplikasi digital saja, jadi orang bisa langsung isian pajak di aplikasi itu aja. Saya pikir itu gampang banget 😊.
 
Maksudnya siapa nggak peduli dengan pajak? Kita semua tahu apa itu pajak, tapi masih banyak orang yang tidak mau membayar. Apa sih tujuan kita nih? Membangun negara dan keamanan untuk seluruh rakyat? Tapi gini aja hasilnya, kepatuhan wajib pajak kurang dari 50 persen! 🤯📉 Jika kita mau meningkatkan pendapatan negara, maka perlu kita lakukan penanganan administrasi pajak dengan lebih baik. Mungkin kalau kita punya sistem yang lebih jelas dan mudah diikuti, maka semua orang akan membayar pajak dengan gembira 💡📊
 
ini buat gak sabar sama mas. kalau kita coba lihat di mana saja, kepatuhan wajib pajak ini masih jauh dari optimal. nggak jarang aku dengar orang gampang banget tidak membayar pajak, dan aku rasa pemerintah harus lebih proaktif dalam mengatasi masalah ini. tapi, aku juga paham bahwa ada banyak faktor yang mempengaruhi kepatuhan wajib pajak, seperti kurangnya kesadaran atau kemiskinan. tapi apa yang penting adalah kita harus terus berusaha untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan optimalkan pengumpulan pajak agar kita bisa mencapai target pendapatan negara yang lebih baik. 🤔💸
 
Maksud apa sih kalau pendapatan negara menguap hingga Rp550 triliun? Makanya gini, jika kita tidak bisa memperoleh kepatuhan wajib pajak, itu berarti banyak orang tidak mau membayar pajak mereka. Artinya, mereka ingin melawan dan tidak mau kalah. Nah, kalau begitu, seperti apa yang kata Pak Permana, ada 'text gap' besar pada pendapatan negara, tapi saya pikir itu karena kita gini-bagai dengan kebijakan pajaknya. Kalau bisa membuat kebijakan pajak yang lebih jelas dan mudah dipahami oleh masyarakat, maka itu pasti akan meningkatkan patuhan wajib pajak. Saya juga pikir kita harus membuat sistem pengumpulan pajak yang lebih baik, jangan cuma tergantung pada pengumpulan data yang manual, tapi ada otomatisasi juga nih. Jadi, kalau kita bisa melakukannya, maka potensi pendapatan negara pasti akan meningkat!
 
Gue pikir ini salah satu contoh bagaimana kita harus lebih bijak mengelola keuangan kita sendiri. Jika kita semua tidak mau membayar pajak yang wajib, maka negara pasti akan merasa kesulitan untuk mendapatkan pendapatan yang cukup. Mereka butuh kita untuk menjadi warga yang jujur dan memiliki etos kerja yang baik 💼📈

Gue bayangkan kalau kita semua bisa membayar pajak dengan tepat waktu, maka negara pasti akan merasa lega dan bisa lebih banyak melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi kita semua 🤝. Jadi, gue ingin mengajak semuanya untuk menjadi warga yang lebih bijak dan berkontribusi pada pembangunan negara kita 🌟
 
MASAK AKAN NYA LAGI BISU? PAPANNYA KITA BISA NGARAP KE Rp550 TRILIUN DOLAR Setiap tahunnya! PADAHAL, SEBANYAK BANYAK WAJIB PAJAK TAPI TIDAK MELURUSKAN PAPANNYA! APA YANG TERJADI, APA SAJA FAKTOR NYA?! PERMANA AGUNG BERTANDASNYA DENGAN MENEKANKAN KEBUTUHAN PENGANJATAN ADMINISTRASI PAJAK DENGAN LEHAGA! MAKANYA PAPANNYA KITA NAMPUN TAK SEBENARNYA!
 
aku pikir ini juga happen di sekolah kaya gak? apalagi kalau ada teman-teman yang kurang mau bayar hutang. jadi kalau negara harus bayar semua hutangnya, itu bisa bikin masalah besar deh!

itu kisahnya dengan pajak juga, jadi kalau kita tidak mau bayar pajak, negara akan kehabisan uang. tapi aku rasa ini bisa diatasi dengan cara yang lebih baik, misalnya seperti sistem pembayaran yang lebih mudah dan nyaman. kayaknya perlu diadakan diskusi di sekolah untuk membantu teman-teman memahami pentingnya pajak.
 
🤑 Wajib bayar pajak, ga sabar diterpa masalah keterlambatan pembayaran. Potensi Rp550 triliun kayaknya harus dioptimalkan, tapi apa yang dijarah? 🤷‍♂️ Masih banyak yang takut bayar. Gue rasa perlu diubah cara berpikir tentang pajak, bukan hanya soal pemerintah deh, tapi kita sendiri juga. Kita harus peduli dengan pendapatan negara kita sendiri, dan buat strategi untuk mengoptimalkan pengumpulan pajak. 📈
 
Gue pikir kalau masalah ini lebih serius dari apa yang ada di luar sana. Jika gue hitung tepat, kekuranganan pendapatan negara itu seperti berat badan orang tanpa kesehatan. Kalau tidak segera diperbaiki, tentu saja akan berdampak pada semua aspek kehidupan masyarakat. Gue already bosan dengan cara birokrasi yang rumit dan tidak efisien. Tapi masih rasa gue tidak percaya bahwa bisa diubah dengan semudah-mudahan.
 
kembali
Top