Polri Jelaskan Alasan Red Notice Riza Chalid Baru Terbit

Kepolisian memperbarui Red Notice terhadap Mohammad Riza Chalid (MRC), lama-lama punya alasan yang membuat pengajuan diteruskan.

Menurut Kombes Pol Ricky Purnama, pembaharuan ini dilakukan setelah melakukan asesmen mendalam dengan mempertimbangkan banyak aspek. Termasuk perbedaan sistem hukum antarnegara, khususnya dalam memaknai tindak pidana korupsi.

Menurut Ricky, hal itu disebabkan karena perlunya asesmen mendalam yang melalui proses asesmen.

Sistem hukum Indonesia erat dikaitkan dengan adanya kerugian negara. Sementara di sejumlah negara lain, korupsi tidak selalu diidentikkan dengan kerugian negara sebab hal ini dianggap erat dengan dinamika politik.

Akhirnya dengan berbagai macam argumentasi dan pendekatan untuk meyakinkan pihak Interpol bahwa MRC perbuatannya adalah sebuah perbuatan yang patut diduga sebagai perbuatan pidana.
 
ini bukan tentang kriminalisasi aja, tapi lebih fokus pada sistem hukum apa yang dipegang oleh Indonesia dan bagaimana ini mempengaruhi proses pengajuan terhadap MRC. siapa tahu nanti bisa jadi ada perubahan yang positif pada cara kita mengatur hukum di Indonesia 🤔. tapi, aku sendiri lebih fokus pada apakah ini bisa jadi solusi bagi masalah korupsi yang serius di Indonesia? atau hanya sekedar alasan untuk memperpanjang proses pengadilan? 😒
 
Hei, jadi apa sih yang terjadi dengerin kabar tentang MRC? Kalau tahu jawabannya lebih dari sekedar sistem hukum negara yang berbeda-beda. Nah, salah satu yang aku pikir keren banget ya kalau kita lakukan asesmen mendalam untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi di balik perbuatannya. Misalnya, kenapa MRC melakukan hal itu? Apakah dia benar-benar tidak sadar akan dampaknya atau ada tekanan dari pihak lain? Kalau kita tahu jawabannya, mungkin bisa membuat kita lebih sadar tentang kerugian negara yang sebenarnya. Dan itu juga bisa memberikan pelajaran untuk kita semua, bukan? 😊
 
Hei, apa kabar? Ternyata Kepolisian masih terus-menerus memperbarui Red Notice terhadap MRC, ya... itu bukannya makin menarik? 🤔 Saya pikir ada hal yang penting yang perlu dipertimbangkan disini. Korupsi di Indonesia itu serius banget, tapi apa yang bikin sistem hukum kita berbeda dari negara-negara lain? Tapi malah, di beberapa negara lain, korupsi itu dianggap sebagian dari politik, bukannya hanya sebagai tindak pidana. Saya curiga ada hal lain yang tidak terungkap, ya...
 
Gue pikir ini udah waktunya Indonesia harus jadi contoh dunia, bukan lagi cuma sekedar negara yang memiliki banyak masalah korupsi. Polisi harus lebih fokus pada menyelamatkan rakyat daripada hanya mengambil kesempatan untuk memperlebari kekuasaan mereka.

Sistem hukum Indonesia memang perlu dijadikan sebagai contoh, tapi juga harus diterapkan dengan bijak, jadi tidak hanya sekedar tentang menangkap korupsi saja, tapi juga tentang memberikan pelajaran kepada mereka yang telah melakukan kesalahan itu.

Saya masih ragu-ragu bagaimana asesmen mendalam itu bisa membuat pihak Interpol terkecil kejelian MRC. Udah tahu aja bahwa korupsi adalah masalah besar di Indonesia, tapi masih banyak yang tidak mau mengakui itu dan malah mencari cara untuk menghindarinya.
 
MRC itu kan kalau dulu jadi korban pemborosan negara, tapi sekarang gini aja dilarang? Maksudnya apalagi ada yang bisa mengakui diri korup? Semua asesmen sama-sama hanya buat mempertahankan reputasi siapa pun. Di sisi lain, apa kalau Kombes Ricky benar-benar ingin menyelesaikan MRC? Gini aja jadi masalah. Dan siapa yang bilang siapa yang kan jujur? 🤔👀
 
Mencoba dihitung-ngituh kembali ke kaseus MRC nih, tapi aku masih nggak percaya apa yang terjadi dengan asesmen dalem polisi. Kalau serius, bukan cuma soal korupsi aja, tapi juga tentang sistem hukum Indonesia yang agak kacanya aja. Siapa bilang kita bisa mengartikulasikan korupsi seperti di negara lain? Kamu lagi nggak percaya apa yang ada di dalam Red Notice ini 🤣👀
 
Maksudnya siapa bisa tidak merasa sedih ya? MRC selama ini dipenjarakan karena dugaan korupsi, tapi ternyata ada banyak faktor yang membuat pengajuan diteruskan. Saya pikir itu kayak nggak sabar-basar aja, harus ada proses yang jelas sebelum seseorang dihukum. Saya harap MRC bisa mendapatkan keadilan dan kesempatan untuk menjelaskan dirinya, apa salahannya sih? 🤗🌟
 
Perlu diingat, bro 💡 Kita harus waspada terhadap korupsi ya! 🚫 Jangan terpeleset dengan banyaknya alasan yang dianggap valid oleh polisi 😒. Yang penting, MRC perlu ditangkap dan dibawa ke hukum karena perannya dalam kasus korupsi. 🚔 Polisi harus serius dalam melakukan asesmen dan mengumpulkan bukti yang cukup untuk menyatakan bahwa MRC telah melakukan sesuatu yang salah. 🤝 Jangan biarkan MRC terlalu lama bebas, kita harus tekan agar hukum dijunahinya! 💪
 
Maksud apa sih kalau Kebpolisiya memperbarui Red Notice terhadap MRC? Mereka mau mengulang-ulang cerita sama Interpol nggak? Wah, itu bikin jengkel banget! Kenapa mereka harus berulang-ulang saking pusing? Apa karena mereka khawatir kalau si MRC ini bisa kabur lagi? Atau mungkin mereka malah ingin ngecewakan pihak Interpol?

Maksudnya, sistem hukum Indonesia banyak mengalami kerugian, jadi mereka harus berhati-hati nggak? Wah, itu bukan mainan, itu masalah nyata! Korupsi di Indonesia memang serius banget, tapi itu bukan alasan untuk berulang-ulang saking pusing. Mereka harus fokus mencari solusi yang baik dan efektif bukan? Sama Interpol nggak sama kayak orang biasa, mereka punya waktu dan energi yang lebih banyak, jadi tidak perlu berulang-ulang sekali-kali!
 
Saya rasa keputusan ini terlalu lama, kan? Pengajuan diteruskan setelah pengesahan Red Notice itu, sekarang punya alasan lagi! 🤔 Maksudnya apa sih kalau asesmen mendalam itu jadi obat-obatan untuk mengancam keselamatan netizen kita? 🚫 Banyak faktor yang diangkat, kayak perbedaan sistem hukum negara-negara. Tapi kenapa harus begitu panjang? Saya ingat kalau Red Notice itu dibuat untuk mempermudah penangkap korupsi, tapi sekarang jadi alib untuk menghalangi proses pengadilan? 🤷‍♂️
 
kembali
Top