Polisi Hentikan Penyidikan Kasus Guru Tri Wulansari di Muarojambi

Polda Jambi menghentikan penyidikan terhadap Tri Wulandari, guru honorer di Kabupaten Muarojambi, yang ditudingkan melakukan tindak kekerasan kepada seorang siswanya. Keputusan penghentian dilakukan berdasarkan kesepakatan berdamai dari pihak pelapor dan terlapor melalui gelar perkara khusus jalur restorative justice.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Erlan Munaji, mengatakan bahwa upaya mediasi yang dilakukan sebelumnya berbuah damai. Keputusan berdamai itu juga disaksikan oleh stakeholder terkait, termasuk kejaksaan dan dinas pendidikan setempat.

Dalam pertemuan mediasi yang disaksikan Kapolres Muara Jambi, Ajun Komisaris Besar Heri Supriawan dan pemangku kejaksaan setempat, ditandai ungkapan permintaan maaf dan aksi bersalaman antara guru Tri Wulandari dengan pelapor Subandi. "Penyidikannya dihentikan. Tidak ada tekanan dari siapapun," tegas Erlan.

Tindak kekerasan yang ditudingkan kepada Tri Wulandari terjadi pada pekan awal Januari 2025, saat dia menertibkan rambut beberapa anak yang dicat pirang. Namun, ketika pembinaan disiplin tersebut, seorang siswa mengeluarkan perkataan yang tidak patut, sehingga Tri Wulandari secara spontan menampar si anak.

Meskipun sudah minta maaf kepada Subandi dan keluarga, dan upaya mediasi gencar dilakukan pihak kepolisian dan beberapa pihak, kasusnya tetap berlanjut. Semenjak pertengahan 2025, Tri Wulandari ditetapkan sebagai tersangka.

Sekarang, kasus itu berakhir damai setelah kunjungan tim Komisi III DPR RI yang terkabar datang ke Polda Jambi.
 
Gak percaya kayaknya. Kekerasan itu udah terjadi, sekarang malah dihentikan penyidikannya? Yang jadi paling berbohong adalah orang tua yang melaporkan Tri Wulandari siapa aja. Mungkin udah ada tekanan dari mereka. Tapi, kita juga harus ingat bahwa Tri Wulandari sudah minta maaf dan upaya mediasi pun gencar dilakukan, kayaknya sudah ada kesepakatan damai, tapi hasilnya masih berubah tiba-tiba. Gak jelas sih... 🤔
 
Aku rasanya gak bisa tidak terkesan dengan kasus ini 🤔. Aku pikir ada lesson yang harus kita ambil dari kasus ini, yaitu pentingnya kesabaran dan tidak langsung menyerang. Tri Wulandari, meskipun salah melakukan hal itu, masih dapat meminta maaf dan berusaha untuk memperbaiki dirinya. Tapi apa yang terjadi, masih banyak orang yang tidak mau memberikan kesempatan dia untuk memperbaiki diri.

Aku pikir kita juga perlu belajar tentang arti dari kata "toleransi" 😊. Apabila kita dapat menerima dan mengerti perspektif lain, mungkin kita tidak akan terjebak dalam situasi seperti ini. Kita harus mencoba untuk melihat hal yang salah itu dari sudut pandang lain, dan tidak langsung menilai siapa pun sebagai "dada" 😅.

Dan terakhir, aku pikir kita juga perlu mengingat bahwa kesabaran dan tidak langsung menyerang adalah kunci untuk mengatasi masalah 🤝. Jika kita tidak sabar dan langsung menyerang, mungkin kita tidak akan dapat menemukan solusi yang tepat. Kita harus mencoba untuk menjadi lebih tenang dan berpikir sebelum kita bertindak.
 
🙏 Aku pikir ini kesempatan untuk belajar dari kesalahan. Tri Wulandari memang melakukan tindak kekerasan, tapi aku rasa penyelesaian kasusnya dengan damai tidak boleh dibuat sembarangan. Apakah sudah benar-benar dia minta maaf dan berubah? 🤔 Aku ingin lihat bukti bahwa dia sebenarnya telah mengembalikan kebaikannya.
 
Kasus ini memang terasa sedikit mengecewakan ya. Penyidikan Tri Wulandari dihentikan karena kesepakatan berdamai, tapi bukan karena dia benar-benar tidak bersalah. Kadang-kadang saya rasa sistem ini terlalu cepat menyerah dan kurang efektif dalam mengatasi kasus-kasus seperti ini. Dan apa yang bisa kami lakukan ya? Saya harap ada langkah-langkah peningkatan agar semacam kasus ini tidak terjadi lagi di masa depan 😊
 
OH IYAH, AKHIRNYA KASUS TRI WULANDARI TIDAK UNTUK MENGHANTAR KE GUNUNG MELATI LAH! AKHIRNYA SEMUA PENYELESAIAN DILAKUKAN DENGAN DAMAI YA! KASUSNYA SEMUA BERLANJUT SEKALIAN NYA SAAT KINI TIDAK UNTUK BAWAH TANGAN KEPOLISIAN. SAYANGNYA, BELIAU SAAT INI MINTA MAAF DAN LUPA LUNASNYA PENINDAKAN. KEMBALI LAGI, HAMPIR NYA KAYAK SELENGKAR GUNUNG!
 
Kalau kasus ini nih jadi apa? Ternyata karena gelar perkara khusus jalur restorative justice, pembelaan Tri Wulandari bisa lebih luas. Saya pikir kalau seharusnya dia harus dianggap sebagai pelaku kekerasan, tapi kalau ada kesepakatan berdamai dari pihak pelapor dan terlapor, maka itu bukan berarti dia bebas dari kesalahan, tapi lebih kepada dia bisa membuka wawancara dengan korban dan keluarganya sendiri. Mungkin di sini ada kompromi yang perlu dilakukan agar kasus ini tidak berlanjut lagi.
 
ini kasusnye lagi... kenapa punya gugupan tadi kalau ada pelapor yang ingin klaim, tapi ternyata sudah ada kesepakatan damai dari berbagai pihak. kalau benar-benar tidak ada tekanan dari siapapun, maka saya setuju dengan keputusan penghentian penyidikan. namun apa asal tadi pelapor Subandi ingin klaim dulu? apakah dia punya bukti yang cukup untuk mengakui tindakan Tri Wulandari? jika benar-benar tidak ada bukti, maka saya pikir ini adalah contoh dari jalur restorative justice yang baik.
 
Kasus guru Tri Wulandari yang dianggap tindak kekerasan terhadap siswa itu akhirnya berakhir dengan damai. Maksudnya, orang tidak perlu lagi menyalahpaksa pengakuan dari pihak lain. Saya setuju bahwa upaya mediasi yang dilakukan sebelumnya memang berbuah damai dan membantu mencegah kasus ini terus berlanjut. Sekarang, kita dapat melihat bahwa orang tersebut telah menunjukkan sisi yang lebih baik dan tidak perlu lagi dihukum. Bayangkan kalau kita semua bisa berbicara dengan damai seperti itu 😊.
 
Oke, kayaknya kasus guru Tri Wulandari punya solusi yang bagus sih. Penyidikannya dihentikan karena pihak berketemu dan meminta maaf, ini sudah jelas kalau dia tidak mau dipenjara lagi. Tapi apa yang harus diingat, ini juga kasus yang ngerasa sangat serius, seperti saat Tri Wulandari menampar anak itu, itu bukan kebiasaan biasa, itu tindakan yang bisa membuat trauma. Jadi, saya rasa penyidikan masih perlu dilakukan, tapi dengan cara yang lebih ramah dan tidak membuat korban merasa terancam lagi.

Saya juga penasaran tentang apa yang akan dilakukan Tri Wulandari di masa depan, apakah dia akan dipindahkan ke sekolah lain atau harus menghadapi konsekuensi lain. Saya harap pihak berkepentingan bisa membuat jalan tengah dan membuat ini semakin baik.
 
Aku rasa ini salah paham ya, sebenarnya kasus Tri Wulandari ini ada yang jelas dan ada yang tidak. Saya nggak bermaksud menghina Tri Wulandari atau apa pun yang dia lakukan, tapi aku pikir pihak kepolisian Polda Jambi nanti harus lebih hati-hati lagi. Mungkin ada beberapa hal yang harus diinvestigasi lagi, seperti siapa yang memanggil anak itu untuk dipertanyakan oleh guru Tri Wulandari, dan apakah benar-benar tidak ada tekanan dari siapapun agar kasus ini berakhir damai?
 
hehe, ya kayaknya pihak kepolisian tahu kalau mediasi itu gampang banget, siapa mau ngomong aja kemudian ada paksaan terus kasih umpan balik lagi... tapi sayangnya kalau kamu jadi pelapor, kamu harus sabar-sabaran nunggu hingga kasusnya selesai, loh! 🤔 apa yang salah dengan Tri Wulandari? Dia hanya ingin ngatur anak-anak, tapi orang tuanya malah terkejut dan mengeluh. Hmm, memang ada cara untuk menyelesaikan masalah tanpa harus ke polisi, yaitu dengan mediasi aja... tapi kalau kamu jadi guru, kamu harus sabar-sabaran nanti ada anak yang mau ngomong apa yang salahnya... 😂
 
Gue pikir ini suatu manipulasi yang susah dibayangkan. Jika ada seorang guru menampar seseorang, itu sudah bukan hal biasa, tapi apa yang terjadi? Pihak kepolisian langsung berhenti penyidikan dan bilang ada kesepakatan damai. Tapi siapa yang meminta maafnya? Apakah tidak ada lagi tindakan yang harus diambil? Gue rasa ini suatu penipuan...
 
Makasih banget gini, platform kita bisa melihatnya sendiri. Gue penasaran kenapa pihak kepolisian memilih jalur restorative justice. Tapi sepertinya itu berhasil membuat Semua orang bisa merasa nyaman dan saling berdamai. Kenapa gwe kira ini bisa terjadi di Indonesia? Bisa jadi ada strategi yang agak unik disini.
 
Aku rasa kayaknya pihak kepolisian Polda Jambi benar-benar ingin mencari jalan tengah, ya? Mereka sudah bisa membuat Tri Wulandari minta maaf dan semua orang yang terlibat juga bisa berdamai. Aku senang sekali bahwa mereka tidak memaksakan tekanan pada pihaknya, tapi bukannya mencoba mengerti situasi dari mana-mana. Semoga Tri Wulandari bisa kembali menjadi guru yang baik lagi 🙏💖
 
kembali
Top