Polisi Bongkar Markas Judol di Tabanan, 35 WN India Tersangka

Kasus Markas Judol di Bali Dicuri dengan Rahasia, 35 Warga Negara India Ditangkap

Polda Bali telah melakukan aksi penangkapan yang berakhir dengan penanganan 39 orang warga negara India (WN) yang dicurigai melakukan markas judol online. Kasus ini terungkap ketika Ditressiber Polda Bali menemukan akun Instagram yang diduga melakukan promosi situs judl.

Menurut Kapolda Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya, kasus ini dimulai pada tanggal 15 Januari 2026 saat Ditressiber Polda Bali menemukan tanda-tanda promosi situs judol di media sosial. "Pemimpinnya 1 orang warga negara India. Dalam pemeriksaan, mereka sebagai admin dan telemarketing menawarkan portal judi online melalui media sosial," kata Daniel.

Sejak kemunculan kasus ini, polisi telah menggerebek markas judol yang terletak di dalam vila di Jalan Subak Daksina dan Jalan Raya Munggu, Desa Tibubeneng dan Desa Cepaka, Tabanan. Di sana, polisi menemukan 3 unit monitor, 42 unit telepon genggam, 15 unit laptop, 3 unit komputer, serta 2 unit router.

Menurut saksi, para tersangka ini beroperasi mulai November 2025 di Munggu dan Desember 2025 di Canggu dengan mengincar warga negara asing. Mereka juga menggunakan VPN untuk menyembunyikan portal judol tersebut dan transaksi di dalam situs tersebut menggunakan bank yang ada di India.

Direktur Reserse Siber (Dirressiber) Polda Bali, Kombes Pol. Aszhari Kurniawan menjelaskan bahwa para pelaku ini ditawari oleh sesama warga negara India di negara asalnya dengan perjanjian gaji setara Rp4 juta hingga Rp5 juta per bulan. "Mereka memang mencari pekerjaan. Dari India sana direkrut, kemudian ke Bali untuk menyamarkan keberadaan mereka sebagai turis asing," kata Aszhari.

Kasus ini juga melibatkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. "Pasal yang dipersangkakan adalah Pasal 27 Ayat (2) jo dan Pasal 45 Ayat (3), dengan ancaman pidana penjara paling lama 9 tahun dan denda paling banyak kategori IV atau Rp200 juta," kata Aszhari.

Para tersangka ini telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara itu empat orang yang diperiksa sebagai saksi.
 
Maksudnya siapa sih sih mereka? Mereka nggak hanya bermain judol online aja, tapi juga mencari pekerjaan di India dan kemudian ke Bali. Ini artinya kaya-kaya penipu ya. Dan yang paling ngga enak, ada 4 orang warga negara Indonesia yang jadi saksi. Tapi siapa sih mereka?
 
Wahhh, kasus ini makin seru! Mereka nggak bisa menyangkal lagi, markas judol online di Bali benar-benar ada dan banyak warga negara India yang jadi bagian dari konspirasi ini 🀯. Saya paham kalau mereka coba cari pekerjaan dengan gaji setara tapi nggak perlu menipu sistem, keren banget sih kalau bisa jadi turis asing sambil menangkap slot online 🎲. Tapi polisi udah ketebak, 39 orang warga negara India di tangkap dan kasus ini makin serius πŸ˜…. Saya rasa ini contoh bahwa polisi Indonesia benar-benar maju dan bisa menangkap kasus-kasus yang canggih seperti ini πŸš€.
 
wah coba aja nih kalau polisi tahu agaknya ada sih kasus markas judol online di Bali. tapi ternyata masih bisa menarik 39 orang warga negara India yang dicurigai melakukan itu. kaya gini kayaknya mereka punya strategi yang bagus untuk menarik kurang lebih Rp4-5 juta per bulan. hehehe, mungkin karena mereka sudah lama berpengalaman dalam hal ini ya 🀣. tapi jadi tidak salah, polisi tadi juga berhasil menangkapnya dan sekarang mereka harus menghadapi hukuman yang keren yaitu 9 tahun penjara dan denda Rp200 juta. kayak gue pikir ada yang lebih keren darinya sih? πŸ˜‚
 
Aku pikir ini kasus markas judol yang serius banget! Aku tidak tahu siapa-siapa yang bisa jadi admin di balik website judol online itu, tapi aku yakin bahwa mereka harus dibawa ke pengadilan. Aku juga penasaran bagaimana para saksi bisa menemukan informasi tentang situs judol itu dan menghubungkannya dengan warga negara India.

Aku rasa ini kasus yang perlu diawasi, tapi aku tidak tahu apakah ada yang sudah terjadi sebelumnya. Aku juga khawatir bagaimana para tersangka ini bisa jadi terlibat dalam kegiatan ilegal itu. Mereka harus dibawa ke pengadilan dan dihukum sesuai dengan hukum.

Aku juga ingin tahu, siapa yang akan menjadi korban dari kasus markas judol ini? Aku harap bahwa para tersangka ini tidak memiliki keluarga atau teman-teman yang terlibat dalam kegiatan ilegal itu.
 
Eh keren banget aja polisi bisa menangkap kasus markas judol di Bali, tapi aku pikir kalau para tersangka ini pasti ada alasan yang tidak kita ketahui tentang mengapa mereka tertarik dengan situs judl online. Mungkin mereka butuh pekerjaan atau uang, seperti yang kata Kombes Pol Aszhari 😊. Aku juga rasa kesebenaran kalau mereka itu memang mencari pekerjaan dan diperekrut oleh sesama warga negara India di India 🀝.

Sayangnya, aku sedikit khawatir tentang kasus ini karena ada perjanjian gaji yang ditawarkan kepada mereka, itu bisa jadi tanda bahwa mereka akan didukung oleh sesosok yang tidak kita ketahui. Aku harap polisi bisa menyelidiki lebih lanjut dan mencari jawaban atas apa yang sebenarnya terjadi di balik kasus ini πŸ€”.

Dan aku juga rasa keren banget kalau polisi bisa menggerebek markas judol yang terletak di dalam vila di Jalan Subak Daksina dan Jalan Raya Munggu, Desa Tibubeneng dan Desa Cepaka, Tabanan. Semoga polisi bisa membuat Bali menjadi tempat yang lebih aman dan nyaman bagi semua warga 🌴.
 
gampang banget sih cara kerja mereka! menggunakan instagram dan bank india untuk menyamarkan keberadaan mereka 🀯, tapi apa salahnya? malah ada yang dicurigai karena jadi admin telemarketing? kalau tidak ada biaya, kenapa harus ditangkap? kayaknya perlu ada solusi yang lebih baik dari ini πŸ’‘
 
Gue pikir ini kayak nge- judl online deh... gue ingat kalau di Bali ada kasus ini beberapa tahun yang lalu juga, tapi ternyata masih banyak yang ngobrol tentang itu. Gue kira yang bermain judol online di Bali gak usah khawatir, tapi ternyata ini sebenarnya berisiko besar banget... orang-orang ini malah menggunakan VPN dan semua itu. Gue rasa polisi juga harus lebih bijak dalam menangani kasus ini, tidak bisa cuma ngerebek markas judol aja, kayaknya gue kira ada cara yang lebih bijak untuk mengatasi masalah ini... πŸ€”πŸ‘Ž
 
Wah, kasus ini benar-benar mengejutkan ya! Polisi Bali berhasil menangkap banyak warga negara India yang terlibat dalam markas judol online. Saya pikir mereka memang butuh pekerjaan, tapi gak bisa menggunakan cara ini yang bikin orang kehilangan jangka pendapatan. Saya harap mereka bisa mendapatkan bantuan dan bimbingan dari pihak berwajib agar tidak jadi korban sistem seperti ini lagi.

Saya juga ingin bertanya-tanya, apa yang bisa dilakukan masyarakat Bali untuk mencegah kasus-kasus ini terjadi di masa depan? Kita perlu meningkatkan kesadaran akan bahaya markas judol online dan pentingnya melaporkan informasi kepada pihak berwajib.
 
Makasih broπŸ™. Kalau kasus ini diajak untuk dijadikan pelajaran bagi mereka yang tertarik dengan uang cepat, tapi sebenarnya mereka justru terjebak dalam dunia judol online yang tidak ada akhirnya πŸ€¦β€β™‚οΈ. Mereka warga negara India memang dicuri niat sapaan di negara asalnya dan kemudian ke Bali, tapi aku pikir ini bukan isu tentang ras atau budaya, tapi soal kesempatan dan pendidikan yang tidak adil πŸ€·β€β™‚οΈ.
 
Wah, ini kasus markas judol online yang terungkap bareng cinta antar negara πŸ€¦β€β™‚οΈ! Ngga bisa dipernah, para warga negara India ini malah dicuri dengan rahasia seperti itu, nggak ada satu pun yang bilang "oke, aku ingin bekerja di sini" πŸ™„. Mereka hanya langsung ditawari dengan uang dan sekarang harus dihukum karena kejahatan mereka πŸ˜’.

Aku rasa ini kasus yang sangat serius, karena markas judol online bisa mengancam keselamatan masyarakat 🚨. Jadi, polisi harus terus berhati-hati dan tidak kalah dengan para pelaku ini 😏. Aku harap mereka akan dihukum sesuai hukum dan tidak bisa lagi mengancam orang lain 🀞.
 
ini kasus markas judol online di bali yang bikin bingung sih, 35 orang warga negara india terjebak dan harus dibawa ke penjara dengan tuduhan apa sih? sepertinya mereka hanya mencari pekerjaan sambil bekerja sama dengan sesama warga negara india dari negara asalnya. tapi gimana kalau di tahun depan ini aja ada orang indonesia yang juga terlibat dalam markas judol online? kita harus hati-hati dan tidak melewatkan kesempatan untuk melindungi keamanan online di indonesia! πŸš¨πŸ’»
 
ini aja kejahatan yang bikin ngeluh... 35 orang warga negara India bisa jadi ada yang terlibat sama halal bata? tapi yang penting adalah polisi sudah menangkap mereka dan kasus ini sudah diresolusi, kan? tapi aku rasa ini harus dibicarakan lebih lanjut tentang bagaimana kejahatan ini bisa terjadi di Indonesia. tapi ya, sepertinya polisi sudah melakukan yang terbaik untuk mengatasi masalah ini πŸ€”
 
Wah kaya banget aja kasus ini! 35 warga negara India bisa ditangkap? Wah kan agak banyak ya! Sepertinya mereka gonta-ganti kehidupan di Bali dengan mempromosikan situs judi online, kan kayaknya gini juga sedang banyakin sih. Tapi apa sih yang penting, aku senang polisi bisa tangkap mereka dan mengesahkan kejahatan ini. Aku rasa kasus ini perlu diperhatikan agar tidak terjadi lagi di masa depan.
 
Makasini kasus markas judol di Bali ini ternyata sangat rahasia nggak? Kasus ini dimulai dari promosi situs judl online di media sosial, kemudian polisi menemukan 39 orang warga negara India yang terlibat. Mereka memang mencari pekerjaan dengan perjanjian gaji setara Rp4-5 juta per bulan nggak? Itu salah satu alasan mengapa mereka masuk ke Bali untuk menyamarkan diri.

Saya rasa kasus ini juga menunjukkan bagaimana orang-orang bisa menjadi korban promosi yang tidak jelas. Mereka memikul tekanan dengan penawaran gaji yang besar nggak? Itu salah satu alasan mengapa kita harus lebih berhati-hati saat menerima tawaran yang terlalu baik.

Saya juga rasa kasus ini menunjukkan bagaimana pentingnya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Polisi berhasil menangkap 39 orang tersangka, tapi apa yang harus kita lakukan untuk mencegah kasus seperti ini terjadi lagi? Kita harus lebih sadar dan waspada saat menggunakan media sosial, dan juga harus mendukung polisi dalam menjalankan tugasnya.
 
ini kasusnya nggak sedih banget, tapi gimana kalau kalian coba cari informasi tentang situs judol online yang terkena regulasi ini? mungkin bisa memberikan pengalaman bagi kita semua, bukannya hanya berita penangkapan saja. apa yang diharapkan dari kasus ini adalah keadilan dan perlindungan bagi warga negara asing yang nggak sengaja jadi korban kejahatan ini πŸ€”
 
Kasus ini benar-benar mengejutkan, siapa nih yang bisa curi markas judol dengan rahasia? πŸ€”πŸ‘€ Saya pikir kantor polisi itu sering-sering ke Bali untuk berburu kasus seperti ini. Warga negara India memang cerdas, tapi tidak bisa curigai mereka semua, kan? πŸ™ƒ Perlu diawasi banget sih.
 
Gue pikir kasus ini makin seru banget sih 🀣. Aku nggak percaya kalau ada orang asing yang bisa bikin markas judol di Bali 🌴. Tapi, itulah realitas nyata ya πŸ˜…. Aku rasa penangkapan polisi kali ini cukup efektif dan akhirnya markas judol itu terekspos πŸŽ‰. tapi gue pikir apa lagi yang bisa dilakukan polisi? πŸ€”
 
Mereka dari India yang suka nge-judol di Bali kini harus jawab kebenaran apa lagi. Mereka memilih untuk curiga-curi gaji asing dengan cara yang tidak jujur, kayaknya mereka pikir hanya ada satu orang yang akan ketahuan kan? πŸ™„
 
Oke deh, kasus markas judol di Bali ini sangat konyol banget. Polda Bali akhirnya bisa menangkap 39 warga negara India yang jujur-jujurnya mau melakukan promosi situs judi online untuk mendapatkan gaji setara Rp4-5 juta per bulan. Aku pikir itu penipuan yang sangat konyol banget, tapi gampangnya terdeteksi karena mereka menggunakan VPN dan menyembunyikan portal judol di media sosial.

Saya rasa ini menunjukkan bahwa polisi Polda Bali cukup baik dalam menggerebek kasus-kasus penipuan online. Mereka juga berhasil menangkap para pelaku dan menyelamatkan warga negara lain yang mungkin akan terkena dampak dari situs judi online tersebut.

Tapi, saya masih ragu-ragu apakah ini benar-benar kasus markas judol di Bali atau hanya sekedar rumor? Aku harap Polda Bali bisa memberikan informasi lebih lanjut tentang kasus ini nanti.
 
kembali
Top