Polda Sulteng Usut Kasus Pembakaran Kantor PT RCP di Morowali

Polda Sulteng Beroperasi Ganda untuk Mendekati Akar Pembakaran Kantor PT RCP di Morowali

Kemarin malam, setidaknya tiga orang pelaku pembakaran kantor PT Raihan Catur Putra (RCP) di Kabupaten Morowali ditangkap oleh Polres Morowali. Namun, Polda Sulteng masih beroperasi ganda untuk menambah pengetahuan mengenai kasus yang terjadi pada Sabtu malam (3/1/2026).

Menurut Kombes Pol Djoko Wienartono, Polda Sulteng telah menerjunkan puluhan personel gabungan dalam tim investigasi untuk mengawasi sekaligus menangani pembakaran kantor tersebut. Tim ini merupakan bentuk komitmen dan keseriusan Polda Sulawesi Tengah untuk mengusut tuntas kasus pembakaran yang terjadi di area perusahaan.

"Setiap gangguan keamanan akan ditangani secara transparan dan profesional," kata Kombes Pol Djoko Wienartono. Tim investigasi ini melibatkan Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda), Reserse, serta Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam).

Pembakaran tersebut terjadi setelah terjadinya penangkapan seorang aktivis bernama Arla Dahrin (24) oleh polisi. Arlan ditangkap atas laporan dugaan tindak pidana diskriminasi ras dan etnis. PT RCP merupakan perusahaan yang bergerak di sektor tambang nikel.

Kapolres Morowali AKBP Zulkarnain mengatakan, dalam proses penangkapan para terduga pelaku sempat bersikap tidak kooperatif, salah satu pelaku bahkan melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang sehingga mengakibatkan seorang personel Polres Morowali mengalami luka di bagian tangan.

"Meski menghadapi situasi berisiko, personel kami tetap bertindak profesional, terukur, dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP)," ucap Kapolres Zulkarnain.
 
Gue rasa kasus ini sudah jelas siapa pelaku dan alasan apa mereka melancarkan serangan ke kantor PT RCP. Gue yakin polisi Sulteng telah melakukan yang terbaik untuk menginvestigasi dan menangkap pelaku. Itu bukti bahwa polisi Indonesia selalu berusaha memberikan keadilan kepada masyarakat.

Gue juga rasa para aktivis harus lebih bijak dalam melakukan aksi mereka. Melancarkan serangan ke kantor tidaklah solusinya. Mereka harus fokus untuk mencari solusi yang konstruktif dan positif. Semoga mereka bisa memahami bahwa polisi tidak akan berpura-pura terhadap mereka.

Gue juga harap masyarakat Sulteng dan seluruh Indonesia bisa lebih menghargai keberadaan polisi yang bekerja keras untuk menjaga keamanan dan ketertiban di daerah. Polisi adalah pihak yang paling dekat dengan rakyat, jadi kita harus percaya diri dalam bekerja sama dengan mereka 💯
 
ini kasusnya serius banget.. kalau ada yang bawa api ke tempat kerja, itu bukan main-main, tapi serius sekali bisa membahayakan jiwa dan properti orang lain. tapi aku rasa polda sulawesi tengah udah melakukan yang tepat dengan menangkap pelaku-pelaku tersebut, tapi masih harus lanjutkan investigasi agar tahu akhirnya siapa yang membuang api itu dan mengapa? kalau bisa diperhatikan dari sisi sosial juga, aku rasa perlu ada bantuan dan dukungan bagi Arlan yang jadi korban penangkapan polisi.
 
aku sengaja lihat kasus ini lama sekali, ternyata ada yang serius banget 😱. aku rasa polda sulawesi tengah harus terus berusaha untuk memahami apa aja yang sebenarnya terjadi di morowali itu. aku juga pernah mendengar tentang PT RCP itu, tapi aku tidak tahu apa aja kegiatan mereka yang serius banget sehingga akhirnya ada pembakaran kantor 😕. aku harap polda sulawesi tengah bisa menemukan jawabannya dan menghentikan hal-hal seperti ini di masa depan 🤞
 
Eh lho... pembakaran kantor RCP di Morowali... rasanya makin seru aja kalau lihat dari perspektif si pelaku, tapi sekarang udah ada yang ditangkap, jadi tidak usah khawatir lagi 😊. Tapi, apalagi itu bukan cuma tentang penangkapan si pelaku, tapi juga tentang bagaimana polisi Sulteng bekerja sama dengan berbagai lembaga untuk mengejar akar penyebab pembakaran tersebut... itu yang penting, ya 🤔. Dan kalau lihat dari perspektif si Kapolres Morowali, dia memang bilang bahwa pesona kriminalitas di daerah tersebut membuat polisi harus bekerja lebih keras... tapi gampang nih, kalau kita lihat dari sudut pandang yang lebih luas, seperti bagaimana penanganan kasus ini dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat Morowali, misalnya. Jadi, siapa tahu aja dari kesalahannya bisa diubah menjadi sesuatu yang baik, bukan? 🤞
 
Pernah pikir, kalau kita nyangga polisi siapa tadi? Kalau ada kerumunan atau kejadian yang serius, mereka langsung masuk dengan beramban 😒. Nah, kan ada kasus pembakaran kantor PT RCP di Morowali yang ternyata bukan karena adegan spontan tapi karena polisi sendiri yang menangkap Arla Dahrin itu, dan ternyata beliau salah identitas ya 😂. Dan sekarang Polda Sulteng beroperasi ganda lagi untuk mencari tahu apa yang terjadi di balik kasus tersebut. Mungkin ada sesuatu yang tidak jelas, atau mungkin mereka ingin memastikan bahwa orang-orang yang menangkap penjahat juga aman dari penjahatan 😏. Saya sengaja tidak ingin berbicara tentang hal ini sampai sekarang karena saya curiga kalau yang benar-benar terjadi ada sesuatu yang tidak jelas...
 
Wow 🤯, gampang banget kau duga bahwa yang bikin pembakaran itu ya Arla Dahrin 😒, tapi siapa tahu di balik cerita yang dibocorkan di media itu ada yang lain yang sebenarnya bikin kebakaran itu 🔥...
 
kembali
Top