Pleidoi Laras Faizati: Kritik Bukan Kriminal

Pleidoi Laras Faizati: Kritik bukan kriminal

Pleidoi adalah nota pembelaan atau alib Laras Faizati yang ditulis dan diunggah pada 28 Agustus 2025, setelah ia melanggar peraturan dengan mengunggah empat Instagram Story. Dalam pleidoinya, Laras menyatakan bahwa kritik dan opini pribadi ia bukanlah tindak kejahatan.

Laras adalah seorang warga sipil biasa yang bekerja di kantor ASEAN Inter Parliamentary Assembly yang lokasinya tidak jauh dari Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia. Di penghujung Agustus 2025, ia mendengar kabar bahwa seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis Barracuda milik Brimob Polri.

Pleidoi Laras Faizati

Di balik jeruji besi, di atas matras yang keras dan dingin, di sebuah ruang sempit yang dihuni 15 orang, Laras Faizati menulis nota pembelaan atau pleidoi atas perkara hukum yang mengubah hidupnya. Dalam pleidonya, Laras menyatakan bahwa dirinya hanya seorang rakyat biasa yang diliputi kekhawatiran terhadap masa depan bangsa dan negaranya.

“Saya bukan siapa-siapa, bukan seorang dengan pengaruh besar, bukan selebgram. Saya memposting kritikan saya di fitur Instagram story yang hilang dalam waktu 24 jam. Saya tidak turun ke jalan untuk beraspirasi, saya tidak tergabung dalam organisasi politik, saya tidak membunuh, melindas, saya tidak korupsi, saya tidak narkoba, saya tidak melakukan tindak kekerasan apalagi suatu kelalaian yang merebut nyawa suatu manusia dan kabur begitu saja,” ujarnya.

Laras juga menyatakan bahwa kritik dan opini pribadinya ia bukanlah tindak kejahatan. Ia menegaskan bahwa apa yang ia lakukan merupakan bagian dari hak bersuara sebagai warga negara untuk beropini dan berekspresi atas sebuah peristiwa yang sangat memilukan, menyentuh sisi kemanusiaannya, dan ia nilai sebagai bentuk ketidakadilan.

Dalam pembelaannya, Laras menekankan bahwa dirinya tidak menunjukkan kalimat tersebut ke siapa pun, terlebih kepada orang-orang yang berada di sekitar kantor pusat kepolisian. Ia juga menjelaskan bahwa pilihan kata dalam unggahan tersebut harus dilihat dalam konteks generasi penuturnya.

Laras juga menceritakan pengalaman yang sangat menyakitkan selama proses penyidikan dan penahanan. Ia merasa diperlakukan oleh polisi penyidik dan petugas penjaga seolah-olah dirinya sudah bersalah.
 
Cuman paham siapa Affan Kurniawan tu, tapi kenapa nggak sih keterangannya itu apa aja? Maksudnya bukan kriminal, tapi kayaknya dia hanya nyesel karena kasusnya. Saya pikir kritiknya itu penting untuk membawa perhatian dari masyarakat, tapi mungkin aku salah. Tapi saya rasa yang salah adalah polisi yang tidak serius dalam penyidikan ini, padahal mereka harus fokus pada investigasi yang benar.
 
Kasus Laras Faizati ini kayaknya tidak adil banget. Dia hanya bilang pendapatnya dan membagikan di Instagram, tapi kemudian dia disebut tahu-tahu korupsi atau sesuatu yang membuat pihak berwenang marah. Saya rasa kalau gini tidak boleh, siapa mau bilang pendapatnya atau tidak pasti dia harusnya dikenakan sanksi? Tapi apa yang dialami Laras ini kayaknya lebih parah lagi. Dia dipanggil ke kantor polisi dan langsung disebut bocor, tapi yang bukan bocor adalah dia sendiri yang membagikan di Instagram! 🤦‍♂️

Dan yang paling berkesan lagi adalah kemudian apa yang terjadi dengan Affan Kurniawan itu? Itu kayaknya tidak ada hubungannya sama sekali dengan apa yang dibicarakan Laras. Saya rasa ini bule-bule yang sangat tidak adil. Dan apa yang bisa dilakukan orang seperti Laras jika dia hanya ingin bilang pendapatnya saja? 🤔
 
Maksudnya, siapa tahu nih kalau kita hanya ingin berbicara tentang suatu hal, tapi apa yang kita tulis ternyata bisa dianggap sebagai kejahatan? Semua orang harus berhati-hati banget kala-kala tulisan kita jadi "bentuk kekerasan". Tapi apa khasiatnya kalau kita hanya tertutup dan tidak ingin bicara tentang suatu isu yang kita pikir salah? Mereka bilang "tidak ada kata bebas", tapi gimana kalau kita nggak bisa berekspresi?
 
Saya tidak paham mengapa orang itu bisa begitu keras padanya. Saya bayak rasa kesal atas sikap yang ada di balik larasnya itu. Beliau hanya berbicara, menyuarakan perasaannya dan pendapatnya. Tapi apa yang terjadi? Beliau dihukum padahal tidak ada bukti nyata bahwa beliau melakukan hal yang salah. Saya rasa ini adalah contoh dari kesalahpahaman dan ketidaktahuan masyarakat yang begitu tinggi.
 
Gue pikir si Laras Faizati kan buat pleidoi itu bukan karena ia mau, tapi karena dihinggapi oleh korupsi yang terus-menerus di Indonesia 🤦‍♀️. Ia hanya ingin berbagi opini dan memprotes hal yang salah, tapi gue rasa ini bisa jadi dia mau menunjukkan wajah yang benar-benar "kriminal" di mata masyarakat 💔. Mungkin ini juga bisa jadi cara mereka untuk menghantamkan mereka yang berani mengkritik pemerintah 🤝.
 
Saya pikir penting untuk memahami bahwa kritik dan opini pribadi tidak sama dengan tindak kejahatan 🤔. Laras Faizati benar-benar salah orang yang dipanggil ke pengadilan, ia hanya seorang warga sipil yang khawatir tentang masa depan bangsa Indonesia 💔. Ia tidak memiliki kekuasaan atau pengaruh besar seperti beberapa orang yang mengkritiknya di media sosial.

Saya juga rasa penting untuk memahami bahwa kritik dan opini pribadi itu bagian dari hak bersuara sebagai warga negara 🗣️. Laras Faizati tidak memiliki alasan untuk merendahkan dirinya karena ia mengunggah empat Instagram Story, karena itu bukan tindak kejahatan. Ia hanya berbicara tentang perasaannya dan khawatirannya yang sah 💕.

Saya harap orang-orang bisa memahami bahwa kritik dan opini pribadi tidak sama dengan kekerasan atau kejahatan 🙏. Laras Faizati adalah contoh bahwa kita semua memiliki hak untuk berbicara dan berekspresi, bahkan jika kita tidak sepakat dengan opini orang lain 💬.
 
Makanya kayaknya jangan terus memandang laras faizati sebagai seseorang yang berbohong atau memiliki niat jahat, tapi kita harus lihat dari perspektifnya sendiri... Saya rasa dia benar-benar buat pembelaan karena di balik segalanya, dia hanya ingin mengungkapkan kekhawatiran dan ketidakadilan. Kalau kita terlalu memandangnya dari sudut pandang yang salah, maka kita akan kalah dalam memberikan perspektif yang sebenarnya... 😊
 
Makasih dia aja nih, gini dia nulis sendiri! Aku pikir itu karir yang sangat memungkinkan orang bisa berekspeksi diri sendiri lewat medium sosial, tapi ternyata ada batasan juga kan? Tapi aku rasa ini sengit banget, nanti siapa yang nggak bisa mengkritik? 🤣 Aku kayaknya penasaran kenapa dia memilih untuk berbagi kritik di Instagram story aja, bukan di blog atau apa aja?
 
ini yang penting, kritik bukanlah kriminal, tapi kita harus bisa berbeda antara kritik dan kekerasan, kita harus bisa fokus pada apa yang benar-benar membuat seseorang merasa terancam atau tidak nyaman, bukan hanya karena mereka memiliki pendapat yang berbeda.
 
Oiya, aku sengaja aja ngebicarin tentang kasus Laras Faizati yang udah dijadikan kontroversi tuh. Aku pikirnya, apa yang ia lakukan bukan kejahatan, tapi justru hak asasi manusia untuk berekspresi dan berpendapat. Ia tidak menunjukkan kalimat tersebut ke siapa pun, apa lagi di sekitar kantor kepolisian. Ia hanya memposting di Instagram story yang langsung hilang setelah 24 jam, jadi kayaknya gak ada yang bisa baca kalimat itu.

Aku pernah merasa seperti Laras, ketika aku sendiri ngebicarin tentang isu-isu sosial di internet. Aku rasa bahwa kita semua harus bisa berekspresi dan berpendapat tanpa takut akan konsekuensi. Ia tidak melakukan apa-apa yang salah, tapi hanya ingin berbagi pendapatnya dan menegaskan bahwa dia adalah warga sipil biasa yang khawatir tentang masa depan bangsa Indonesia.

Aku pikir ini adalah kesempatan untuk kita semua untuk berefleksi tentang apa yang diartikan dengan "hak bersuara" dan bagaimana kita bisa menggunakan hak tersebut untuk membuat perubahan positif.
 
oiahh, saya tahu kalau Laras Faizati itu bukan orang yang bisa dipilih-pilihin aja, tapi saya rasa dia punya hak untuk mengekspresikannya seperti apa aja. kayaknya dia nggak salah meneh, cuma jadi korban kesalahan penanganan kasusnya aja 🤦‍♀️. saya setuju dia harus dibela dan tidak ada tindakan yang sewajarnya terhadapnya 💖.
 
gak paham kenapa kritik dari Laras Faizati ini bikin skandal, emang gak ada yang salah kan? dia hanya posting opini pribadinya tentang kasus Affan Kurniawan 🤔. menurutku, kritik dan opini pribadi itu haknya orang bernya 😊. tapi apa yang bikin masalah adalah bagaimana polisi menjalankannya... ada yang bilang dia melanggar peraturan, tapi apakah benar? 📝. apa kejahatan yang terjadi hanya karena Laras memposting opini pribadinya? 🤷‍♂️. saya pikir ini kasus yang bikin kita soal tentang hak bersuara dan ketidakadilan di Indonesia 🇮🇩.
 
kembali
Top