Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menjelaskan bahwa petugas haji dari unsur TNI-Polri tidak hanya fokus pada perlindungan jemaah, tetapi juga ada di berbagai layanan non-keamanan seperti pelayanan lansia dan konsumsi.
Menurut Menteri Haji, mayoritas petugas haji yang bekerja sama dengan TNI-Polri adalah sebagai petugas linjam (perlindungan jemaah), tetapi ada juga beberapa pos lain yang ditempatkan oleh mereka seperti pelayanan lansia dan konsumsi.
Ia mengatakan bahwa kehadiran petugas haji dari TNI-Polri di layanan-layanan tersebut dapat meningkatkan kualitas layanan perlindungan jemaah. "Kita ingin bahwa teman-teman TNI-Polri ada di beberapa layanan bisa terwakili semuanya," kata Menteri Haji.
Jumlah petugas haji dari unsur TNI-Polri meningkat lebih dari 100 persen, yaitu sebelumnya hanya ada 75 orang, tapi saat ini sudah menjadi 183 orang.
Menurut Menteri Haji, mayoritas petugas haji yang bekerja sama dengan TNI-Polri adalah sebagai petugas linjam (perlindungan jemaah), tetapi ada juga beberapa pos lain yang ditempatkan oleh mereka seperti pelayanan lansia dan konsumsi.
Ia mengatakan bahwa kehadiran petugas haji dari TNI-Polri di layanan-layanan tersebut dapat meningkatkan kualitas layanan perlindungan jemaah. "Kita ingin bahwa teman-teman TNI-Polri ada di beberapa layanan bisa terwakili semuanya," kata Menteri Haji.
Jumlah petugas haji dari unsur TNI-Polri meningkat lebih dari 100 persen, yaitu sebelumnya hanya ada 75 orang, tapi saat ini sudah menjadi 183 orang.