Peta Greenland, Milik Siapa, & Kenapa Denmark Waswas dengan AS?

Kampanye pencaplokan wilayah Greenland oleh Amerika Serikat (AS) telah menyebabkan ketegangan dengan Denmark, negara yang saat ini menjabat sebagai kuasa atas pulau tersebut. Hal ini ditandai dengan pernyataan Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, bahwa AS tidak berhak untuk mencaplok salah satu dari tiga negara di Kerajaan Denmark.

Pernyataan Frederiksen datang ketika AS mengguncarkan kampanye untuk merebut Greenland. Pada akhirnya, AS menyerukan penduduk Greenland untuk mengusung referendum kembali dan memasukkan AS sebagai alternatif di dalamnya. Namun, tidak ada kepastian apakah referendum itu akan dilaksanakan.

Greenland memiliki otonomi sendiri sebagai negara setengah, dengan sekitar 58.000 warga yang memiliki pemerintahan yang otonom. Namun, mereka juga tetap menjadi bagian dari Denmark, diintegrasikan sebagai salah satu provinsi dari negara Nordik.

Pada tahun 2025, pemerintahan Donald Trump mengguncarkan kampanye untuk merebut Greenland dari Denmark. Pada saat itu, Trump menyebutkan keinginannya untuk menguasai Greenland, mengatakan bahwa wilayah tersebut sangat strategis dan penting untuk keamanan nasional dan keamanan internasional.

Namun, pembicaraan ini tidak disambut baik oleh publik Greenland. Perdana Menteri Greenland, Jens Frederik Nielsen, menyebut kampanye yang diguncarkan pemerintahan Trump sebagai "fantasi" dan meminta mereka menyudahinya.

Frederiksen juga menegaskan bahwa AS tidak berhak untuk mencaplok salah satu dari tiga negara di Kerajaan Denmark. Ia menyatakan bahwa AS harus menghormati hukum internasional dan melakukan pembicaraan yang sehat dan konstruktif dengan Denmark.

Dalam beberapa tahun terakhir, AS telah menunjukkan keinginannya untuk merebut Greenland dari Denmark. Pada 2019, Trump mengatakan keinginannya untuk membeli Greenland dari Denmark, namun ditolak mentah-mentah oleh publik Greenland.

Kampanye pencaplokan wilayah Greenland ini telah menyebabkan ketegangan antara AS dan Denmark. Namun, tidak ada kepastian apakah referendum kembali akan dilaksanakan atau tidak.
 
Gue pikir kampanye pencaplokan wilayah Greenland oleh Amerika Serikat ini gak masuk akal ๐Ÿค”. Aneh banget kalau AS ingin merebut salah satu dari tiga negara di Kerajaan Denmark, ya gak perlu lagi. Aku rasa AS udah punya banyak urusan lain yang perlu diselesaikan sebelum ngero ke wilayah Greenland.

Dan apa itu artinya AS ingin menguasai Greenland untuk keamanan nasional dan internasional? Gue rasa itu hanya jujur-jawabannya untuk mencari alasan untuk merebut wilayah tersebut. Aku pikir AS udah tahu kalau penduduk Greenland tidak mau menyerahkan wilayahnya, ya. Dan gue juga pikir Denmark tidak akan kalah dalam konflik ini ๐Ÿ™…โ€โ™‚๏ธ.
 
Gue pikir apa yang bikin Trump jenuh-jemu dengan Amerika Serikat sendiri aja ๐Ÿค”. Kampanye pencaplokan Greenland lagi kalau gue cek artikelnya itu, udah banget, siapa yang mau diintimidir oleh AS? Denmark sudah tahu siapa yang lebih kuat ya, dan itu bukan AS aja ๐Ÿ˜‚. Gue rasa Trump gak perlu khawatir tentang strategi keamanan nasional, kalau gue punya uang untuk nginjak-injak Greenland, aku gak butuh AS, mau ke mana aja! ๐Ÿ˜‚
 
ini kayaknya camilan yang agak pedas banget! ๐Ÿ˜‚ asa-asa, jangan terlalu serius lagi dengan kampanye pencaplokan Greenland oleh AS. tapi apa yang terjadi sih kalau AS benar-benar ingin merebut wilayah itu? ๐Ÿค”
๐Ÿ“ diagram sederhana:
- Amerika Serikat (AS) mencaplok wilayah Greenland dari Denmark
- Ketegangan dengan Denmark meningkat
- Pemerintah Trump mengatakan keinginannya untuk menguasai Greenland karena strategis dan penting untuk keamanan nasional dan internasional
๐Ÿ“Š data:
- Greenland memiliki otonomi sendiri sebagai negara setengah
- 58.000 warga memiliki pemerintahan yang otonom
- AS telah menunjukkan keinginannya untuk merebut Greenland dari Denmark dalam beberapa tahun terakhir
- Kampanye pencaplokan wilayah Greenland ini menyebabkan ketegangan antara AS dan Denmark
 
Aku pikir kalau AS gini memang lucu banget ๐Ÿคฃ. Mereka suka merebut ini, merebut itu... Aku rasa kayaknya mereka lupa bahwa Greenland udah menjadi bagian dari Denmark dari lama-bangsa ๐Ÿ˜‚. Dan apa yang paling bikin aku penasaran adalah, siapa yang akan ikut memanfaatkan wilayah Greenland kalau AS gini memenangkan referendum? ๐Ÿค” Mungkin kalau tidak Denmark, mungkin kalau tidak Greenland sendiri... Aku rasa itu kayaknya tidak ada jawabannya ๐Ÿ˜….
 
AS gini kayaknya, selalu punya rencana untuk merebut negara lain aja ๐Ÿ˜’. Saya rasa ini kerja sama yang salah, AS dan Denmark harus bisa berbicara dengan hati-hati terlebih dahulu sebelum membuat janji yang tidak bisa dipertanggungsikan. Apalagi kalau ada referendum, itu akan menjadi pasangan kunci apakah negara Greenland akan tetap di bawah naungan Denmark atau tidak. Saya tak yakin AS benar-benar memikirkan kebaikan negara Greenland, hanya ingin mendapatkan wilayah yang strategis saja ๐Ÿค”.
 
AS itu kayaknya ingin jadi tuan rumah pulau Greenland ๐Ÿ˜’. Kenapa sih mereka punya ide seperti itu? Greenland itu sudah dekat dengan arus global, jadi kalau AS yang mau jadi tuannya, mungkin itu bisa lebih cepat terkena dampak perubahan iklim dan lain-lain... ๐ŸŒก๏ธ. Saya tahu kalau Denmark dan Amerika Serikat punya hubungan yang baik sebelumnya, tapi ini kayaknya membuat ketegangan antara keduanya... ๐Ÿ˜•. Mungkin kiri kanan AS harus lebih berhati-hati dengan keinginannya... ๐Ÿค”
 
Pernyataan Mette Frederiksen membuatku penasaran, tapi kalau memang AS ingin merebut Greenland dari Denmark, gak jadi masalah, kan? Kita Indonesia juga pernah memiliki perjuangan kemerdekaan, tapi akhirnya kita terpaksa menjadi bagian dari Republik Indonesia. Tapi, kayaknya AS harus menghormati keinginan dan otonomi Greenland ๐Ÿค”๐ŸŒŸ #KampanyePencaplokanGreenland #OtonomiGreenland #MetteFrederiksen
 
ini sih kalau america serikat udah nyesel kalau gak bisa caplok grenland dari denmark. tapi apa yang mereka cari? apa yang mereka lakukan dengan wilayah itu? semuanya nanti berdampak pada kehidupan masyarakat grenland, walaupun mereka sudah memiliki otonomi sendiri. aku rasa ini sih kalau amerika serikat mengambil keterampilan seperti ini pada negara lain. toh kita harus waspada! ๐Ÿ˜ฌ๐Ÿ’ก
 
kembali
Top