Pertanyaan apakah AS boleh mencaplok Greenland telah kembali membawa ketegangan antara Denmark dan Amerika Serikat.
Pada Maret lalu, presiden Donald Trump mengguncang semula keinginannya untuk merebut wilayah Greenland dari Denmark. Hal tersebut menimbulkan kesalahan Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen yang meminta AS untuk menyetop kampanye pencaplokan ini.
Kampanye yang digencarkan Trump kali ini disebut strategis karena Greenland diperkirakan memiliki cadangan mineral yang sangat berharga. Namun, penduduk Greenland sendiri telah mengatakan bahwa tidak ada lagi tekanan dan fantasi untuk aneksasi. Pada tahun 2009, penduduk Greenland kembali melakukan referendum untuk mendapatkan kekuasaan penuh dalam menjalankan pemerintahan sendiri.
Pernyataan Frederiksen mengingatkan Amerika Serikat bahwa wilayah itu telah diakui sebagai bagian dari Denmark sejak tahun 1953 dan tidak ada lagi alasan yang memungkinkannya untuk dicaplok.
Pada Maret lalu, presiden Donald Trump mengguncang semula keinginannya untuk merebut wilayah Greenland dari Denmark. Hal tersebut menimbulkan kesalahan Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen yang meminta AS untuk menyetop kampanye pencaplokan ini.
Kampanye yang digencarkan Trump kali ini disebut strategis karena Greenland diperkirakan memiliki cadangan mineral yang sangat berharga. Namun, penduduk Greenland sendiri telah mengatakan bahwa tidak ada lagi tekanan dan fantasi untuk aneksasi. Pada tahun 2009, penduduk Greenland kembali melakukan referendum untuk mendapatkan kekuasaan penuh dalam menjalankan pemerintahan sendiri.
Pernyataan Frederiksen mengingatkan Amerika Serikat bahwa wilayah itu telah diakui sebagai bagian dari Denmark sejak tahun 1953 dan tidak ada lagi alasan yang memungkinkannya untuk dicaplok.