Tegangan antara warga dan aparat federal Amerika Serikat kembali memuncak di Minneapolis, Minnesota, setelah seorang pria asal Venezuela ditembak di bagian kaki oleh agen imigrasi AS. Insiden ini terjadi di tengah operasi besar-besaran penegakan imigrasi yang memicu perlawanan terbuka dan bentrokan berhari-hari di kota tersebut.
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menyatakan penembakan itu terjadi setelah agen federal diserang saat berusaha menangkap pria Venezuela tersebut, yang disebut berada di Amerika Serikat secara ilegal. Menurut DHS, dua orang menyerang agen itu menggunakan gagang sapu dan sekop salju ketika ia sedang bergumul dengan pria tersebut usai sebuah pemeriksaan lalu lintas.
Penembakan itu segera memicu bentrokan luas. Para demonstran melemparkan batu, bongkahan es, dan kembang api ke arah aparat penegak hukum, yang membalas dengan gas air mata dan amunisi pengendali massa hingga larut malam.
Insiden ini terjadi hanya sepekan setelah seorang petugas imigrasi AS menembak mati Renee Good, seorang warga negara AS dan ibu tiga anak, saat berada di dalam mobilnya di Minneapolis. Aparat dan demonstran saling berhadapan di jalanan gelap, diselimuti awan gas air mata yang sesekali diterangi sorot lampu kepala petugas dan kilatan amunisi pengendali massa.
Kepala Kepolisian Minneapolis Brian O'Hara mengatakan warga di sekitar lokasi penembakan telah "melakukan tindakan melanggar hukum" dengan melempar kembang api, es, dan batu ke arah aparat. Dalam konferensi pers bersama Wali Kota Jacob Frey, O'Hara mendesak massa untuk membubarkan diri.
"Tidak perlu ini meningkat lebih jauh," ujarnya, dilansir Reuters.
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menyatakan penembakan itu terjadi setelah agen federal diserang saat berusaha menangkap pria Venezuela tersebut, yang disebut berada di Amerika Serikat secara ilegal. Menurut DHS, dua orang menyerang agen itu menggunakan gagang sapu dan sekop salju ketika ia sedang bergumul dengan pria tersebut usai sebuah pemeriksaan lalu lintas.
Penembakan itu segera memicu bentrokan luas. Para demonstran melemparkan batu, bongkahan es, dan kembang api ke arah aparat penegak hukum, yang membalas dengan gas air mata dan amunisi pengendali massa hingga larut malam.
Insiden ini terjadi hanya sepekan setelah seorang petugas imigrasi AS menembak mati Renee Good, seorang warga negara AS dan ibu tiga anak, saat berada di dalam mobilnya di Minneapolis. Aparat dan demonstran saling berhadapan di jalanan gelap, diselimuti awan gas air mata yang sesekali diterangi sorot lampu kepala petugas dan kilatan amunisi pengendali massa.
Kepala Kepolisian Minneapolis Brian O'Hara mengatakan warga di sekitar lokasi penembakan telah "melakukan tindakan melanggar hukum" dengan melempar kembang api, es, dan batu ke arah aparat. Dalam konferensi pers bersama Wali Kota Jacob Frey, O'Hara mendesak massa untuk membubarkan diri.
"Tidak perlu ini meningkat lebih jauh," ujarnya, dilansir Reuters.