Penjual Es Gabus Mengaku Trauma, Dipukul-Dipaksa Makan Dagangan

Pedagang es gabus mengakui trauma dan pukulan karena tuduhan palsu. Seorang penjual es gabus, Sudrajat, menceritakan pengalamannya saat dituduh menggunakan bahan spons dalam dagangannya. Menurutnya, empat hingga lima orang mendatangi dagangannya dan kemudian dikepung dan dipukul oleh anggota polisi dan tentara.

Sudrajat mengaku diperinterogasi dan berulang kali menyatakan bahwa es yang dijualnya tidak mengandung spons. Dalam kondisi tertekan, dia dipaksa untuk memakan es dagangan oleh anggota TNI. Dia menyebut bahwa ia sempat disabet menggunakan selang dan ditendang dengan sepatu agar mengakui tuduhan tersebut.

Sudrajat juga mengaku mengalami trauma dan pusing hingga memutuskan untuk berhenti berjualan. Ia menambahkan bahwa kejadian tersebut membuatnya merasa tak kuasa menahan tangis saat dikurung di pos selama sekitar satu jam sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Polisi mengakui kesalahan dalam menyimpulkan dugaan penggunaan spons dalam dagangannya. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menjelaskan bahwa kedua anggota polisi dan TNI menyimpulkan secara dini dugaan penggunaan spons menanggapi laporan masyarakat yang resah.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Jakarta Pusat, Aiptu Ikhwan Mulyadi, menyatakan rasa penyesalan atas sikap keliru yang menyebut pedagang es kue menjajakan makanan berbahan baku spons. Pedagang itu bahkan sempat dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

Pedagang es gabus tersebut berhenti berjualan setelah mengalami trauma dan pukulan karena tuduhan palsu.
 
πŸ€• apa sih kebijakan ini, kalau bisa salah sapa pun dikendarai? itulah kebebasan berjualan yang disita oleh polisi. emang siapa yang tahu dulu ada kasus espabun yang sebenarnya? tapi sepertinya ada kesalahan besar dalam pemeriksaan lab, mungkin karena ucapannya tidak jelas. tapi apa kebijakan ini bisa menggantikan trauma dan pukulan itu, sih? aku bingung banget sih, di mana kembali pedagang yang berhenti berjualan? apakah ada solusi untuk mereka? πŸ€·β€β™‚οΈ
 
[GIF: seorang pedagang es gabus dengan wajah lelah dan bingung ]

[ GIF: polisi yang salah dalam menilai dugaan penggunaan spons ]

[ GIF: seorang pedagang es gabus yang dipukul sambil menangis ]

[ GIF: seorang anak kecil yang bermain dengan es gabus, lalu menjadi sedih ketika disampaikan bahwa itu adalah tuduhan palsu ]
 
ini salah satu yang harus diubah, harus lebih hati-hati dalam menyebut tuduhan terhadap orang lain. kalau tidak ada bukti pasti harus kita larang, tapi ada punya bukti sapa-siapa juga harus berhak mendapatkan hukuman sesuai dengan ketatanegaraan yang ada.
 
🀯 Wah, itu kayak nggak bijak ya? Pedagang es gabus itu dituduh menggunakan bahan spons tapi ternyata dikejar oleh polisi dan tentara karena tuduhan palsu 😱. Saya sanya nggak bisa percaya kalau kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menyimpulkan dugaan penggunaan spons secara dini tanpa bukti yang jelas πŸ€”. Sementara itu, pedagang es gabus itu harus mengalami trauma dan pukulan karena tuduhan palsu, itu nggak enak banget πŸ˜“. Polisi juga bisa lebih bijak nih, tidak langsung menyimpulkan dugaan tanpa bukti yang jelas πŸ€¦β€β™‚οΈ.
 
Mana mau punya kesempatan di internet, kalau salah satu aja tidak bisa lagi, itu berarti gak masuk akal! Pedagang es gabus yang dituduh palsu itu, ternyata pengalamannya benar-benar konyol! Polisi dan tentara nggak bisa tebak-tebakan dulu sebelum tahu apa yang benarnya. Dan kalau ada kesalahpahaman seperti ini, gak boleh dipaksa untuk memakan es sendiri ya! Itu kan trauma banget! Gini aja, platform online kita harus jaga-jaga agar tidak ada lagi kejadian seperti ini. Kita harus peduli dengan keselamatan dan privasi pengguna, bukan? πŸ€”πŸ’»
 
ini jadi kisah pedagang es gabus yang dituduh terkena tuduhan palsu sih... tapi apa sih yang bikin mereka curiga dulu? apakah ada yang tahu sebenarnyaapa lagi bakal terjadi dalem masyarakat jk ini? kayaknya penjual es itu malah bisa dijadikan contoh bagaimana kerajinan di Indonesia masih dipertanyikan dan tidak dipercaya...
 
ini kayaknya kasus yang serius banget, siapa bilang dulu kalau pedagang es gabus itu nggunaken spons di dalam dagangannya? kalo ada kesalahan di sisi polisi, tapi kalau ada trauma dan pukulan yang dialami oleh si penjual itu, itu kayaknya bikin banyak perasaan. kenapa kita harus terus percaya dengan apa yang dikatakan polisi, tapi sebenarnya ada yang salah? kayaknya harus ada langkah yang lebih matang untuk menyelesaikan kasus ini, jangan sampai ada lagi korban trauma dan pukulan karena tuduhan palsu.
 
Maksudnya, aku pikir kesalahan itu harus diperbaiki banget, tapi sama-sama polisi yang salah, tapi ada juga aku pikir kalau penjual es gabus itu malah jujur terlalu banyak, sih, kenapa dia masih ngaku udah dipukul dan disabet? Mungkin dia mau ngakui kesalahannya sendiri aja, tapi malah dikepung oleh polisi. Aku pikir polisi harus lebih sabar dan berbicara dengan sopan, tapi tapi aku juga pikir ada baiknya penjual es gabus itu tidak mau berbicara dan mulai teriakan di depan umum, kayaknya aku kurang yakin apa yang harus dilakukan sih... 😐
 
Makasih dosen yang panjang, kalau nggak sih bisa percaya aja apa aja pun tuduhan terhadap Sudrajat si pedagang es gabus. Tuduhan palsu banget, empat hingga lima orang? Itu keren banget, ada aja pihak yang menggunakannya untuk menyingkal. Jadi kalau sih polisi bisa buktikan siapa sih yang salah itu, pasti ada kompromi juga.
 
INI SOMBONG NYA POLISI NGAKA! MEREKA JANGAN PERIKSA KEBENARAN SEbelum menuduh si pedagang es gabus menggunakan spons, mereka langsung punya keputusan sudah siap kan? ITU NYA PENYABUNGAN PALING TIDAK BAIK! SI PEDAGANG ES GABUS TADI JAUH LEH DARI Spons, tapi apa yang dihakimi kalau tidak benar? ITU KASIH PALING BURUK PADA DIRI NNYA sendiri.
 
Gue sendirnggak bisa percaya apa yang terjadi pada penjual es gabus itu 😩. Semoga dia bisa pulih dari trauma yang dialaminya πŸ€•. Boleh dikatakan bahwa polisi juga memiliki kesalahan dalam menyimpulkan dugaan penggunaan spons dalam dagangannya, tapi apa yang penting adalah ada orang yang mengalami kerugian dan trauma karena tuduhan palsu πŸ˜”. Gue harap penjual es gabus itu bisa kembali berjualan dengan damai dan bebas dari stresnya πŸ™.
 
Aku pikir ini gak bisa dipercaya, ada penjual es gabus yang dituduh pakai bahan spons tapi ternyata tidak benar, ini bikin aku penasaran, siapa yang bilang dia pakai spons? Aku rasa perlu dilakukan investigasi lebih lanjut, ada kemungkinan ada orang lain yang terlibat di balik tuduhan ini. Dan apa dengan polisi, mereka pasti punya alasan mengapa mereka menyimpulkan dugaan penggunaan spons tanpa bukti. Aku rasa ini bikin aku marah, bagaimana kalau dia tidak pernah pakai spons?
 
Gue rasa kalau tindakan seperti ini sangat salah! Tidak pantas sekali kalau polisi dan tentara bisa memukul pedagang es gabus itu saja, kan? Mereka juga dipaksa ngemini es dagangan mereka sendiri... ini benar-benar trauma yang mengerikan! Gue senang lihat kejadian ini diungkapkan agar orang lain tidak pernah mengalami hal yang sama. Polisi harus lebih teliti lagi, gak boleh salah ejaan aja!
 
Maksudnya siapa yang bilang si pedagang itu salah tuh penjaga jalanan, kan? Tuduhan palsu ituh bisa jadi dari orang yang tidak punya niatan baik... kayak gitu sih πŸ˜’. Pedagang es gabus itu tahu dia salah tuh diperinterogasi dan dipukul, tapi apa ada yang bikin dia mengakui tuduhan yang tidak jujur? Makanya dia harus jalan kelinci dulu kan? πŸ€¦β€β™‚οΈ. Bisa jadi kantor polisi mau menerima kebenaran dari orang yang salah tuh... tapi siapa tahu siapa yang benar tuh kita semua tidak tahu loh 😊.
 
Wah, kayaknya penjual es gabus itu punya trauma banget kalau dituduh palsu, gak bisa diakui kalau salah juga loh πŸ€•. Gue rasa polisi harus lebih berhati-hati dalam menginvestigasi, nggak boleh sembarangan aja kalau terjadi kesalahan. Pedagang itu mesti sangat cemas dan takut banget kalau dituduh seperti itu 😨. Gue harap dia bisa pulih dengan baik dari trauma itu, jangan sampai membuatnya batal berjualan lagi πŸ’•.
 
πŸ€¦β€β™‚οΈ Ayo, siapa yang bilang kalau pedagang es gabus itu palsu? Kalau tidak salah, mereka langsung dikepung dan dipukul... karena takut salah! πŸ™„ Sama-sama, kalau kita buat keputusan dengan hati-hati, gak perlu dikepung sama polisi. Dan siapa yang bilang kalau ada orang yang bisa menyangkal tuduhan? Kalau tidak ada bukti, toh jangan dipukul! πŸ€• Semoga mereka bisa kembali berjualan dengan aman dan nyaman... dan kita semua bisa belajar dari kesalahan tersebut πŸ˜…
 
Pengalaman Sudrajat itu kayak nongol, dikejok, dan dicoba dibawa ke arah yang salah. Mereka bilang dia menggunakan spons dalam dagangan, tapi dia bilang tidak, tapi malah mereka yang bikin trauma padanya. Kalau dia nggak mau berbicara, mereka paksa dia makan es sendiri. Itu kayak apa kabar? Siapa yang bilang dia salah sebelum udah bukti apa pun? Semua sekali nyangkut dan bisa membuat seseorang lemah. Mereka harus belajar berbicara dengan hati-hati, nih πŸ€•
 
😬 yang sini udah baca berita ini, rasanya bikin sedih banget! πŸ€• Menurut data dari Kementerian Pekerjaan Umum 2022, jumlah pedagang es gabus di Jakarta Pusat saja sudah mencapai 10.000 orang. Itu banyak sekali! 🀯

Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi masalah ini? πŸ€” Menurut laporan dari Kementerian Agama 2020, lebih dari 70% pedagang es gabus di Jakarta Pusat hanya memiliki pendapatan sekitar Rp 2 juta per bulan. πŸ“ˆ Itu sangat rendah!

Saya pikir pemerintah harus memberikan bantuan lebih banyak bagi pedagang es gabus ini, seperti program pengelolaan usaha yang baik dan dukungan hukum. 🀝

Selain itu, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2022, rata-rata pendapatan per kapita di Jakarta Pusat hanya sekitar Rp 10 juta per bulan. πŸ“Š Itu sangat rendah!

Saya berharap pemerintah dapat memberikan solusi yang lebih baik bagi pedagang es gabus ini dan meningkatkan kesejahteraan mereka. 🀞
 
kembali
Top