Penjelasan BMKG soal Munculnya Karhutla di Kotawaringin Timur

Kondisi cuaca di Kotawaringin Timur (Kotim) yang akan berlangsung hingga akhir Januari 2026, memang akan berpotensi meningkatkan kerawanan terjadinya karhutla. Menurut para ahli, rendahnya curah hujan di wilayah ini mempengaruhi bibit siklon yang menarik uap air menjauh dari Kalimantan Tengah sehingga pembentukan awan hujan di Kotim tidak optimal.

Kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit, Mulyono Leo Nardo, jika kurangnya curah hujan berarti uap air yang sudah terbentuk akan tertarik ke pusat siklon sehingga pembentukan awan hujan di Kotim tidak optimal.

Kondisi ini diperkirakan akan menyebabkan kerawanan terjadinya karhutla karena sebagian besar wilayah Kotim merupakan lahan gambut yang mudah mengering dan jika curah hujan rendah maka bagian dalamnya tetap kering dan sangat mudah terbakar.
 
aku pikir kalau ini memang benar, kita harus siap-siap banget, karena siap-siapa ya tidak bisa diprediksi ya... 😕 aku sendiri rasa kita harus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan di kotim, terutama soal kelembaban lahan gambut. kalau kita buat semakin dehidrasi lahan itu, maka siapa tahu aja karhutla datang dan menjadi masalah besar lagi 🌪️. aku rasa perlu kita lakukan konsultasi dengan pihak yang berwenang dan masyarakat lokal agar kita bisa menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah ini, jangan hanya tunggu-tunggu saja karhutla datang... 😒
 
Kondisi cuaca di Kotawaringin Timur ini memang bikin kita was-was banget. Rendahnya curah hujan benar-benar membuat pembentukan awan hujan di sana kurang optimal. Kalau uap air tidak bisa turun, maka kerawanan terjadinya karhutla pasti akan meningkat. Lho, kita tahu kalau Kotim banyak lahan gambut yang mudah bakar, jadi jika curah hujan rendah, itu berarti bagian dalamnya tetap kering dan kesusahan banget untuk menangani kebakaran. Mulyono Leo Nardo dari BMKG benar-benar harus berhati-hati agar kita siap-siap dengan musim kemarau ini 🌡️💦
 
ku pikir gak ada masalah apa2 kalau kerawanan karhutla, tapi sih kalau kita liat kondisi Kotim saat ini udah cukup panas banget, jadi kalau karhutla datang udah masuk akal. tapi saking kurangnya curah hujan, aku khawatirin banget bagaimana kondisi lahan gambut di Kotim, sih bisa bakar banget kalau terjadi karhutla... 🤔💨
 
Pikir aku siapa nih kalau cuaca di Kotim kering banget? Rasanya bakalan membuat api gampang terbakar, dan aku khawatir bagaimana caranya masyarakat di sana bisa siap-siap untuk hal ini. Aku rasa pemerintah harus ngajak masyarakat di Kotim untuk punya rencana siap-siap terhadap musim kemarau ini, seperti persiapan kebakaran hutan dan lain-lain ya... 😊🌪️
 
Kondisi cuaca di Kotim ini memang serius, aku rasa pemerintah harus segera memperhatikan hal ini agar tidak terjadi bencana alam yang parah lagi nanti. Kemudian, aku pikir kita harus berusaha meningkatkan curah hujan di wilayah ini, tapi gak usah terlalu impian ya... aq kira bisa dikerjakan dengan cara-cara yang sederhana seperti pemanenan sawit dan pengelolaan lahan gambut yang baik.
 
Kalau gini lagi, siapa tahu bisa jadi awan hujannya punya kesempatan untuk beradaptasi dengan Kotim kan? Seperti kalau di masa lalu ketika hujan musim hujan makin intensif, pasti aja ada yang mau datang dan membawa air... tapi sekarang sih curah hujannya terlalu sedikit, jadi kalau uap air itu punya kesempatan untuk datang, maka pasti aja ada yang mau tertarik ke dalamnya. Tapi sih, kerawanan karhutla itu masih bisa diprediksi kan?
 
aku khawatir banget kalau cuaca di kotim nanti makin berpotensi kasih karhutla, udah banyak pengalaman sama hujan yang kurang banget di tahun sebelumnya, aku pikir itu karena lahan gambut yang banyak di sana, kalau hujan kurang maka udah aja tidak ada air untuk pembakaran, kayak gampengan. mungkin harus lebih berhati hati saat ini, siapa tahu ya akhirnya kita bisa menghindari kerusakan.
 
aku rasa ini penting banget untuk diperhatikan oleh pemerintah, kita nggak ingin ada bencana alam lagi di Kotim, karhutla itu bisa berdampak besar pada lingkungan dan masyarakat, kayaknya kita harus segera mengambil tindakan untuk meningkatkan curah hujan di wilayah ini atau minimal memastikan bahwa lahan gambut di Kotim siap untuk menghadapi musim kemarau. 🌡️💧
 
Pikiran saya ngerasa kurang percaya dengar, kan? Kalau benar uap air dari siklon itu tertarik ke Kotim karena kurang curah hujan, itu berarti sih uap air yang ada di udara luar kalau terus naik ke Kotim maka ikut tertarik juga, tapi itu tidak bisa jadi ya? Ada sumber apa yang bilang seperti ini? Saya ga tahu di mana saya bisa menemukan informasi yang pasti tentang hal ini. Dan sih, kalau curah hujan benar benar rendah di Kotim itu berarti kerawanan terjadinya karhutla memang akan meningkat... tapi siapa nanti yang bertanggung jawab jika itu terjadi?
 
ku liat informasi ini baru hari ini, tapi aku rasa siapa gini pun harus waspada terhadap cuaca di kotim. kalau udah mulai panas dan kemudian hujan jarang, itu artinya uap air sudah tidak ada lagi. tapi sepertinya masih ada banyak hal yang tidak jelas tentang apa-apa itu... siapa tau kita bisa membantu mencegah bencana karhutla di kotim nanti
 
aku pikir kalau cuaca di kotim terus kayak ini, pasti akan gampang banget untuk bakar. kita butuhkan air lagi untuk pembakaran lahan gambut, kalau tidak itu bisa jadi bencana besar 🌡️💦
 
ku rasa ini buat kerawanan ari karhutla di Kotim jadi lebih besar banget! cuaca kurang hujan itu bikin uap air tidak bisa turun jadi bentuk awan hujan di Kotim tidak optimal, dan kalau lahan gambut itu udah kering dan mudah terbakar, ari karhutla pasti makin serius 😟🌪️
 
aku rasa kabar ini buat kita semua waspada banget, aku already lihat foto foto karhutla di instagram dan kayaknya itu gak enak banget, kita harus hati-hati sama cuaca di kotim ini, aku rasa penting juga kita perhatikan cara kerja dari BMKG dan bagaimana kita bisa membantu mencegah karhutla, aku suka banget sama program wellness yang bisa membantumu agar lebih siap menghadapi musim hujan seperti ini
 
Gue pikir kalau curah hujan di Kotim ini benar-benar penting banget! 🌡️ Semakin kurang air, semakin kering lahan gambut juga. Gue takut karhutla nanti siapa tahu. Kalau curah hujan rendah, gue rasa akan semakin mudah terbakar dan gue tak ingin lihat yang happen di Kotim. Saya suka makan sate ketapah dari Kotim sih, jadi kalau kurang curah hujan, gue rasa ini buat saya sedih 😔
 
Cue cuaca di Kotim ini makin kerenis banget! 😬 Kenapa lagi? Kalau kurang hujan, sih, uap air apa-apa aja sambunyin dibeberapa daerah. Makanya awan di Kotim tidak bisa jadi seperti yang lain ya... 🌫️ Kerawanan karhutla, yaitu kekhawatiran itu memang sangat serius di lahan gambut yang banyak banget di sana. Jika cuaca panas dan kering, sih, daerah inilah yang paling mudah terbakar aja! 🚒🔥
 
ada kayaknya, kalau cuaca ketat juga bisa menimpa kami di Jawa, kalau nggak ada penanganan yang tepat aku rasa kita akan mengalami bencana banget, lahan gambut itu sangat sensitif dan harus dihormati, jangan sampai curah hujan yang sedikit pun tidak teratur 😅🌪️
 
Gue rasa kalau cuaca di Kotim nanti aja kayak gue bayangin, cuma asap saja 🌫️. Kalau asap itu tidak bisa jadi awan hujan, maka sih apa sisi lain yang bisa muncul? Belum ada solusi apa lagi buat Kotim 😅.
 
Bisa-bisa banget ya... kalau cuaca di Kotim jadi semakin buruk pasti kerawanan karhutla akan semakin besar 😬. Mulyono Leo Nardo ini benar-benar nggak jelas dulu, siapa yang bilang bahwa rendahnya curah hujan itu sebenarnya dari awal. Apakah ada yang tidak kita ketahui? 🤔 Mungkin ada peran dari luar, ya... bisa jadi ada beberapa hal yang bikin cuaca di Kotim menjadi semakin buruk 😳. Kita harus waspada banget ya...
 
kembali
Top