Pengusaha Iwan Sunito Lapor Polisi soal Pencemaran Nama Baik

Pengusaha properti internasional, Iwan Sunito, melaporkan dugaan pencemaran nama baik kepada Polres Metro Jakarta Pusat. Rangkaian publikasi digital yang dianggap menyesatkan telah mengalami kerugian reputasi dan bisnis lintas negara dengan nilai pemulihan mencapai Rp 500 miliar atau setara dengan 50 juta dolar Australia.

Iwan mengatakan bahwa publikasi tersebut telah merusak reputasi pribadi maupun korporasi global yang dipimpinnya serta mempengaruhi hubungan investor dan aktivitas bisnis lintas yurisdiksi. Dia juga menunjukkan ketidaktahuan dalam hal laporan yang beredar selama lebih dari setahun terakhir, yang menyebabkan kerugian reputasi dan bisnis lintas negara tersebut.

Laporan pencemaran nama baik ini ditujukan kepada tiga terlapor, yaitu PS, AA, dan PT KHL&Partners. Ketiga perusahaan ini diduga berperan dalam perencanaan, penyusunan, dan distribusi siaran serta konten daring yang memuat informasi tidak akurat dan membentuk persepsi negatif.

Iwan juga meminta polisi untuk menelusuri dugaan adanya peran perantara dalam distribusi informasi, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak berinisial AS sebagai penghubung dalam pengaturan publikasi media. Dia menyatakan bahwa laporan ini dia ajukan bukan untuk menghakimi siapapun, melainkan untuk memastikan adanya klarifikasi yang adil, akuntabilitas hukum serta perlindungan terhadap reputasi.

Nilai kerugian yang diminta untuk dipulihkan dalam perkara ini diperkirakan mencapai 50 juta dolar Australia atau sekitar Rp 500 miliar.
 
🤔 aku pikir kalau si Iwan Sunito ini sedang bingung banget nganam rencana bisnisnya... publikasinya yang bikin kerugian itu bukan cuma kalah dalam uang, tapi juga kerugian reputasi global-nya. kamu bisa bayangkan kalau reputasi seseorang itu seperti sebuah bangunan yang kuat, tapi kemudian terkena gempa bumi dan mulai runtuh. itu apa yang terjadi pada bisnis Iwan, dia kehilangan reputasi di dunia internasional karena publikasinya yang salah.

dan aku pikir kalau perusahaan yang bertanggung jawab atas publikasinya itu, PS, AA, dan PT KHL&Partners, mereka harus lebih berhati-hati dalam merencanakan dan menyusun konten digital mereka. karena kalau publikasi itu salah, maka semua orang yang terlibat akan merasa tidak puas.

dan yang paling penting, aku pikir kalau ini bukan cuma masalah perusahaan saja, tapi juga perlu diwaspadai oleh masyarakat luas. kita harus lebih teliti dalam mengonsumsi informasi digital kita, dan tidak langsung percaya apa yang kita baca online tanpa memeriksa kebenarannya terlebih dahulu. karena kalau kita semua menjadi semangat berita-berita palsu, maka siapa yang akan jadi korban? 🤷
 
aku sih pikir pengusaha itu bisa ngedain caranya, gak sabenarnya keluar berita yang salah tentang dirinya dan korporasinya lalu ngebawa kerugian 500 miliar rupiah dari bisnisnya 🤑🤯. tapi apa yang bikin aku marah adalah siapa yang membiarkannya begitu? kan ada lembaga yang tanggung jawab seperti polres metro jakarta pusat yang harus menangani kasus ini, dan gak ada yang pernah mengatakan siapa yang bertanggung jawab. aku rasa ini bisa jadi contoh nyata bagaimana cara kerugian reputasi bisa berkembang dari sumber kecil menjadi besar tanpa ada tindakan yang tepat 🤔💡.
 
Gue pikir Iwan Sunito yang bikin masalah ini, dia sendiri yang bikin permasalahan ini keluar, siapa yang bilang dia tidak tahu laporan yang beredar? Gue rasa dia hanya mau buat perusahaan-nya terlihat baik-baik saja, tapi ternyata di baliknya ada dugaan pencemaran nama baik. Saya rasa Polres Metro Jakarta Pusat harus teliti dalam menangani kasus ini, jangan cepat-cepat memaksa perusahaan-nya membayar ganti rugi, bukannya caranya buat saksi-saksi menjadi tidak nyaman?
 
🤔 kalau nggak salah, ternyata si Iwan Sunito yang terus-terusan kasih masalah sama PS, AA, dan PT KHL&Partners juga kasih ganti rugi pasal reputasi dan bisnis yang rusak. 🤑 tapi ayo cari tahu dulu apa yang sebenarnya terjadi ya? siapa yang nyesat kanan kiri? 🤷‍♂️ dan apa artinya kasih ganti rugi Rp 500 miliar? pas kalau bisa diajak ngobrol lebih lanjut deh, jadi bisa tahu apakah benar atau tidak. 😊
 
Wah, pencemaran nama baik sih apa? Maksudnya itu siapa yang punya masalah dengan Iwan Sunito? Saya penasaran juga sama, bagaimana bisa perusahaan bisa terkena kerugian Rp 500 miliar? Saya pikir itu banyak sekali, kan? 🤔 Apakah itu seperti kebocoran data atau apa? Saya sudah lama tidak fokus pada bisnis properti lagi, saya lebih suka main game di Garena Mobile Legends.
 
Pengusaha properti internasional ya, Iwan Sunito kayaknya benar-benar tergugah marah sama publikasi digital yang salah! 500 miliar rupiah itu lama-langing banget, kan? Misalnya kalau aku punya bisnis kecil, kayaknya aku juga akan kehilangan uang sekitaan itu. Aku pikir pihak perusahaanPS, AA, dan PT KHL&Partners itu sebaiknya buat penjelasan sampe apa yang salah sama publikasi digital itu. Aku juga penasaran sih apa yang terjadi sama dugaan adanya peran pihak berinisial AS dalam pengaturan publikasi media. Aku harap polisi bisa menjawab pertanyaan kita dengan jujur dan akurat, supaya bisnis-bisnis kecil tidak kena sampe kerugian ekonomi yang besar sama dugaan pencemaran nama baik.
 
kembali
Top