Pengusaha Iwan Sunito Lapor Polisi soal Pencemaran Nama Baik

Pengusaha properti Iwan Sunito melaporkan dugaan pencemaran nama baik ke Polres Metro Jakarta Pusat. Dugaannya, rangkaian publikasi digital yang beredar selama lebih dari setahun ini telah mencederai reputasinya serta korporasi global yang dipimpinnya, sehingga mempengaruhi hubungan investor dan aktivitas bisnis lintas yurisdiksi.

Iwan mengklaim memiliki kerugian reputasional dan bisnis yang mencapai Rp500 miliar atau setara 50 juta dolar Australia. Dia melaporkan kepada polisi bahwa rangkaian pemberitaan tersebut telah memperburuk reputasi pribadinya serta korporasi global yang dipimpinnya, serta berdampak negatif pada hubungan investor dan aktivitas bisnis lintas yurisdiksi.

Laporan pencemaran nama baik tersebut ditujukan kepada tiga terlapor, yakni PS, AA, dan PT KHL&Partners. Ketiga perusahaan diduga berperan dalam perencanaan, penyusunan, dan distribusi siaran serta konten daring yang memuat informasi tidak akurat.

Iwan juga meminta polisi untuk menelusuri dugaan adanya peran perantara dalam distribusi informasi, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak berinisial AS sebagai penghubung dalam pengaturan publikasi media. Laporan tersebut mengacu pada Pasal 310 dan 311 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) serta Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Iwan menyatakan kesiapannya untuk bersikap kooperatif dan menyerahkan seluruh dokumen pendukung agar perkara ini diproses secara objektif, profesional dan transparan sesuai hukum yang berlaku. Nilai kerugian yang diminta untuk dipulihkan dalam perkara ini diperkirakan mencapai 50 juta dolar Australia atau sekitar Rp500 miliar.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, membenarkan adanya laporan tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya melakukan pendalaman.
 
Wow 🤯 apa lagi yang bisa dilakukan orang untuk menghentikan pencemaran nama baik di media sosial? Semua orang pasti memiliki hak untuk mengekspresikan diri, tapi juga harus bertanggung jawab atas kenyataannya 😊. Tapi, rasanya kalau Iwan Sunito itu benar-benar diperlukan kasus ini, karena uangnya nggak sedikit 🤑. Semoga polisi bisa menemukan bukti yang kuat dan bisa membuat para penipu ini dibawa ke hukum 🚔.
 
gak percaya sih apakah kalo iwan sunito udah laporin ke polisi tentang dugaan pencemaran nama baik? tapi apa yang udah dipastikan ya? apakah dia udah punya bukti-bukti nyata atau gak? dan mengapa dia harus melaporkan ke polisi kalau dia sendiri yang salah? apakah dia udah pernah kesalahan? 🤔
 
Lihat siapa-siapa yang ngerasa terluka karena komentar netizen? Tapi kalau aku ngeliat dari sisi lain, siapa yang tidak pernah ngerasa terluka karena komentar netizen? Iwan Sunito punya kekayaan Rp500 miliar, tapi dia masih ngerasa terluka karena komentar online. Aku rasa itu semua hanya bagian dari dunia nyata yang sangat kompleks dan berbeda-beda. Aku pikir lebih penting bagaimana kita bisa belajar dari kesalahan-kesalahan tersebut dan jadi lebih bijak dalam menggunakan teknologi.
 
Mengerti kalau siapa pun terkena kejadian seperti ini, mentalnya pasti gugup banget 🤯. Iwan Sunito punya kerugian reputasional yang serius, Rp500 miliar! Itu beda dengan korban pencemuran nama baik yang hanya berisiko kehilangan uang 10 juta untuk membeli nasi goreng 🍜. Tapi, siapa tahu, mungkin Iwan ini benar-benar terkena manipulasi media dan perlu dibantu polisi untuk menemukan keterlibatan perantara yang benar-benar ada 🕵️‍♂️.
 
aku pikir Iwan Sunito nanti nggak percaya sama hasil kasus ini 🤔. dia bilang punya kerugian Rp500 miliar tapi aku pikir itu cuma bantuan akun Instagram-nya yang ikut mempromosikan properti itu. yang penting sih bukan reputasinya yang terkena pencemaran, tapi siapa-siapa yang ikut mempromosikannya dan mau buang duit 💸. aku rasa kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat pasti harus fokus pada siapa yang sebenarnya ikut memainkan peran dalam hal ini 🕵️‍♂️.
 
gokil banget si Iwan Sunito, dugaannya semua orang yang beredar di media digital itu dia sendiri aja 🤦‍♂️. Rp500 miliar, krisis bisnis? itu gampang aja, dia bisa mencari investor baru atau membiayai proyek baru. tapi apa yang bikin dia marah sih, ini kalau korporasi global itu punya reputasi yang rusak juga? 🤔. gimana dia tidak pernah melihat adanya kerugian reputasional sebelumnya? dan mengapa pihak berinisial AS harus bertanggung jawab atas kegagalan bisnisnya? 🙄. saya rasa Iwan Sunito yang harus menemukan jalan keluarnya sendiri, bukan polisi ya? 😒
 
kembali
Top