Pemprov Riau Beri Tenggat 3 Bulan Tumbangkan Sawit di Tesso Nilo

Pemprov Riau Beri Tenggat 3 Bulan Tumbangkan Sawit di Tesso Nilo

Kami telah menyadari bahwa kegiatan penanaman kelapa sawit di Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Riau telah mengalami peningkatan. Pihak pemerintah telah memberikan teguran kepada mereka yang menguasai lahan tersebut untuk segera menumbangkan tanaman sawit secara mandiri.

"Kami sudah memberikan tenggat waktu tiga bulan untuk menumbangkan dengan pola memberi racun," kata Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto. Pemprov telah menyiapkan lahan pengganti seluas 630 hektare di Kabupaten Kuantan Singingi dan Pelalawan.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, juga menyatakan bahwa Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI telah menyiapkan lahan pengganti dengan pola skema perhutanan sosial atau hutan kemasyarakatan untuk relokasi warga dari kawasan TNTN.

"Kita sudah bersurat juga kepada Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) untuk menambah lahan pengganti segera mungkin," kata Syahrial. Pihaknya mengidentifikasi sekitar 70 ribu hektare lebih lahan yang sudah ditanami di TN Tesso Nilo.

Saat ini, progres pendataan semua lahan yang sudah dikuasai Satuan Tugas PKH sebanyak tujuh ribu hektare diserahkan. Juga ada sebanyak 227 Kepala Keluarga (KK) yang telah direkomendasi dengan lahan seluas 600 hektare.

Kami akan terus memantau kegiatan penanaman sawit di TN Tesso Nilo dan berharap pihak-pihak yang menguasai lahan tersebut dapat segera menumbangkan tanaman tersebut secara mandiri.
 
Pokoknya gampang banget kira-irinya orang yang merantahin sawitnya di TN Tesso Nilo, cuma 3 bulan aja untuk menumbangkan, waduhhh! Kenapa pemerintah harus begitu berat badan? Sementara itu, siapa yang bilang kegiatan penanaman kelapa sawit itu jadi masalah besar? Aku pikir lebih baik lagi kalau sawitnya di TN Tesso Nilo terus ditanami, karena ini juga akan menambah pemandangan yang cantik dan menanamkan semangat hidup bagi warga sekitar.
 
pikir aku jadi kaget banget dengar pemerintah Riau memutuskan untuk menurunkan sawit di Tesso Nilo, tapi aku rasa ini wajib banget mereka harus berbuat ini, karena sawit itu sudah terlalu banyak merusak lingkungan dan tidak baik bagi hutan. aku harap pihak yang menguasai lahan tersebut bisa segera menumbangkan tanaman sawit secara mandiri, supaya kita semua bisa menikmati keindahan alam di sana.
 
Gue pikir ini kayaknya gampang sih untuk menumbangkan sawit di TNTN. Kalau guberner Riau punya rencana sudah jelas, dan ada lahan pengganti yang cukup luas, maka walaupun banyak orang yang menguasai lahan tersebut tapi bisa langsung berganti dengan tanaman lain. Ini kayaknya lebih baik dari keadaan sekarang di mana sawit ini makin ramai dan bisa merusak lingkungan πŸŒΏπŸ‘
 
Wahhh kaya gitu! Pemprov Riau ini benar-benar serius banget dengan kegiatan penanaman sawit di Tesso Nilo 🌳🚫. Saya senang lihat bahwa mereka sudah memberikan tenggat waktu 3 bulan buat warga menumbangkan tanaman sawit. Kalau sih saya tahu ada yang keren banget dari progresnya, tapi kayaknya harus diawasi juga agar tidak ada yang manipulatif πŸ˜’. Saya harap pihak-pihak yang menguasai lahan tersebut bisa segera menumbangkan tanaman sawit secara mandiri dan tidak membuang-buang waktu lagi πŸ•°οΈπŸ‘.
 
Saya rasa makin serius ya, sawit di Tesso Nilo itu kayaknya perlu ditangani dengan cepat! Tanpa kita tahu siapa siapa yang merusak lingkungan, tapi pihak pemerintah Riau sudah buat tenggat waktu 3 bulan untuk menumbangkan tanaman sawit. Saya harap mereka bisa segera menurunkan racun dan tidak biarkan lahan Tesso Nilo menjadi kotor lagi πŸŒΏπŸ˜”. Dan juga, yang penting itu pihak Kemenhut sudah siapkan lahan pengganti dengan pola perhutanan sosial, kayaknya itu lebih baik dari sawit yang merusak lingkungan. Saya harap semua itu bisa selesai dengan cepat dan tidak ada lagi masalah 🀞
 
wah, gampang banget bagaimana pemerintah Riau mau melindungi hutan Tesso Nilo deh 😊. kegiatan penanaman sawit di sana memang sudah banyak sekali dan harusnya segera ditertibkan. tapi aku senang lihat bahwa pemerintah sudah memberikan pengganti lahan yang luas, itu adalah langkah positif yang bisa dilakukan. tentu saja harus semua pihak bekerja sama agar kegiatan tersebut bisa beresolusi dengan baik 🀞.
 
Gue pikir ini aja pola permainan kriminal, kalau pemerintah udah memberitahu mereka harus tumbangkan sawit di TNTN, tapi masih ada yang tidak mau. Lahan pengganti itu juga cuma 630 hektare, kayaknya masih tidak cukup untuk semua warga yang harus dipindahkan. Gue harap tidak ada halusinasi, pemerintah udah memberikan waktu tiga bulan, kalau belum selesai, harus dihakimi.
 
Gue pikir ini gampang banget, tapi masih ada banyak hal yang harus diingat. Kita already kenal bahwa sawit itu sangat berbahaya untuk lingkungan, jadi pemerintahnya sudah benar-benar memberikan teguran kepada mereka yang menguasai lahan tersebut.

Tapi, gue masih ragu-ragu kalau benar-benar semua orang akan mau menumbangkan sawit secara mandiri. Kita already kenal bahwa banyak orang yang sudah terbiasa dengan sawit itu, jadi apakah mereka akan bisa beradaptasi dengan pola baru? Gue harap pihaknya sudah mempersiapkan hal ini sejak dulu.

Dan gue juga ingin tahu siapa-siapa yang akan menjadi penerima lahan pengganti. Kita already kenal bahwa banyak warga yang sudah direkomendasikan, tapi apa benar-benar mereka sudah siap untuk beradaptasi dengan lingkungan baru? Gue harap pihaknya sudah memastikan hal ini sebelum memberikan lahan kepada mereka. πŸ’‘
 
omong omongan siapa mau ikut ikutan.. tapi kira2 kalau mereka udah punya tempat lain, kenapa harus pindah lagi? apalagi karena pihak pemerintah udah memberikan teguran dan lahan pengganti sudah disiapkan. mesti adanya cara yang lebih baik untuk mengelola sawit di TNTN ini...
 
Maksudnya, kalau bukan itu, siapa nanti yang mau merantah sawit di TNTN? Kambo ya, kalau Jokowi tidak peduli dengar kabar ini, tapi Jusuf Kalla toh udah bicara tentang itu. Mungkin karena dia tidak suka dengan kinerja pemerintah Joko, kayaknya dia malah menolak bantuan dari Riau. Tapi sebenarnya bukan masalah sih, kalau sudah ada lahan pengganti seperti yang disebutkan oleh Syahrial Abdi, maka tidak usah khawatir lagi.
 
Pernah pikir, kenapa kita harus terus memikirkan keseimbangan antara keuntungan ekonomi dan konservasi lingkungan? Kalau kita hanya fokus pada keuntungan yang lebih cepat, pasti kita akan kehilangan kesabaran untuk melihat jangka panjang. Tapi apa yang dimaksud dengan "tenggat waktu tiga bulan" nanti siapa yang bertanggung jawab jika tidak bisa menumbangkan sawit? Apakah kita hanya membiarkan mereka yang merusak lingkungan itu bisa begitu saja tanpa hukuman? Kalau pemerintah sudah memberikan akses lahan pengganti, apakah itu akan cukup untuk mengimbangi kerugian yang dialami oleh warga sekitar?
 
Penasaran banget sih dengan rencana ini πŸ€”. Saya pikir pemerintah sudah banyak memberikan teguran kepada para petani sawit di Tesso Nilo, tapi ternyata masih banyak yang tidak peduli πŸ™„. 630 hektare lahan pengganti itu lumayan luas ya πŸ˜…, tapi saya rasa seharusnya lebih banyak lagi agar semua warga yang dipengaruhi bisa berganti ke tempat baru yang aman 🌳.

Saya ingat masa lalu ketika kami masih banyak menanam padi dan buah-buahan di sawah kami 🍚🍎. Jangan pernah sampai kita ketinggalan dari teknologi modern ini, tapi juga jangan pernah sampai kita lupa pada keberagaman alam kami πŸŒΏπŸ’š.

Saya harap pihak yang berwenang bisa mengawasi dengan baik agar semua warga yang dipengaruhi bisa mendapatkan lahan pengganti yang aman dan layak 🀞. Kita harus bekerja sama untuk melindungi keberagaman alam kami ini πŸŒΈπŸ’•.
 
wah, ini gampang nggak, pemerintah Riau udah memberi teguran 3 bulan aja sih untuk tumbangkan sawit di TNTN, tapi masih banyak yang tidak mau. aku pikir kalau pihaknya harus tambahkan bantuan uang atau sumber daya lainnya agar para petani sawit bisa langsung menumbangkan tanaman tersebut. kayaknya juga perlu ada edukasi lebih lanjut tentang dampak penanaman sawit di TN Tesso Nilo, agar mereka bisa paham betapa pentingnya melindungi hutan tersebut πŸŒ³πŸ’š
 
Puluh ribu hektare sawit itu kayak apa? Belum pernah liat sawit di hutan Tesso Nilo, kalau ada pasti aja jadi tempat rekreasi yang bagus 🌳🏞️. Tapi siapa tahu nanti semua tanaman sawit itu benar-benar hilang, aku senang banget πŸ™. Dan 70 ribu hektare? Haha, itu kayak aja memasuki era stone age πŸ˜‚. Saya rasa pemerintah Riau ini kayaknya punya rencana yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini.
 
Gue rasa biar jadi contoh, kalau ada orang mau jadi penanam sawit di TN Tesso Nilo, gue pikir harus ada paham kalau ini harus tumbang dulu πŸŒ³πŸ’¦. 3 bulan aja sih, tapi ini penting banget agar hutan tidak rusak. Gue harap pihak yang terlibat bisa segera menyelesaikan masalah ini agar TN Tesso Nilo tetap hijau dan sehat πŸŒ΄πŸ‘
 
Gue pikir kalau pemerintah Riau ini benar-benar serious banget dengan kegiatan penanaman sawit di Tesso Nilo. Mereka already memberikan teguran dan membuat lahan pengganti untuk warga yang akan dipindahkan dari kawasan tersebut. Tapi, gue masih ragu-ragu kalau ada lagi orang yang tidak mau menurut perintah pemerintah. Gue harap mereka bisa segera menumbangkan sawit itu dan membuat kawasan TNTN menjadi lebih aman untuk ekosistem alamnya πŸŒ³πŸ’š
 
🌳 Sawit di TNTN Riau harus jadi kebenaran! πŸ™„ Pihak pemerintah sudah memberi teguran dan tenggat waktu 3 bulan untuk menumbangkan sawit, tapi masih banyak yang belum mau buang sawit. Saya pikir pihak pemerintah harus lebih agresif dalam mengambil tindakan jika ada yang masih memaksa sawit di TNTN. 🚫
Sekarang ini sudah ada 70 ribu hektare sawit yang sudah ditanami, tapi masih banyak lagi yang harus dibuang. Saya harap pihak pengelola lahan bisa bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat untuk menyelesaikan masalah ini. 🀝 Lahan pengganti yang sudah disiapkan 630 hektare itu cukup, jadi saya berharap dapat segera dilakukan pembangunan sawit yang lebih ramah lingkungan di area tersebut. πŸ’š
 
omg banget! pemerintah riau pasti ingin melindungi kawasan TNTN dari kegiatan penanaman sawit yang tidak berkelanjutan deh 🌳🚫. 70 ribu hektare lahan yang ditanami di TN Tesso Nilo itu kan sangat banyak, jadi pemerintah harus ambil tindakan yang tepat. aku harap pihak-pihak yang menguasai lahan tersebut bisa menumbangkan tanaman sawit secara mandiri nanti, jadi kawasan TNTN bisa tetap asri dan sehat πŸŒ΄πŸ‘
 
kembali
Top