Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali mengeluarkan kebijakan baru untuk mengatasi masalah sampah yang sering membantu pembangunan di daerah. Pemkot Tangsel berencana mengalihkan 200 ton sampah per hari ke wilayah Cileungsi.
Dengan langkah ini, Pemkot Tangsel berharap tidak ada tumpukan sampah di titik-titik pemukiman maupun ruang publik di Tangsel. Penanganan ini dilakukan agar sistem pengelolaan sampah di wilayah tersebut dapat lebih terkoordinasi dan efektif.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengatakan bahwa Pemkot Tangsel tidak akan menyerah dalam mengatasi masalah ini. Ia juga meminta warga untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi situasi ini. Kondisi ini dianggap sebagai momentum bagi Pemkot Tangsel untuk melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang yang bertanggung jawab atas kebijakan ini, telah menghentikan sementara pengiriman sampah dari Tangsel ke TPSA Cilowong untuk melakukan evaluasi menyeluruh terkait dampak lingkungan dan sosial.
Dengan langkah ini, Pemkot Tangsel berharap tidak ada tumpukan sampah di titik-titik pemukiman maupun ruang publik di Tangsel. Penanganan ini dilakukan agar sistem pengelolaan sampah di wilayah tersebut dapat lebih terkoordinasi dan efektif.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengatakan bahwa Pemkot Tangsel tidak akan menyerah dalam mengatasi masalah ini. Ia juga meminta warga untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi situasi ini. Kondisi ini dianggap sebagai momentum bagi Pemkot Tangsel untuk melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang yang bertanggung jawab atas kebijakan ini, telah menghentikan sementara pengiriman sampah dari Tangsel ke TPSA Cilowong untuk melakukan evaluasi menyeluruh terkait dampak lingkungan dan sosial.