Pemkot Tangsel Alihkan Pembuangan 200 Ton Sampah ke Cileungsi

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali mengeluarkan kebijakan baru untuk mengatasi masalah sampah yang sering membantu pembangunan di daerah. Pemkot Tangsel berencana mengalihkan 200 ton sampah per hari ke wilayah Cileungsi.

Dengan langkah ini, Pemkot Tangsel berharap tidak ada tumpukan sampah di titik-titik pemukiman maupun ruang publik di Tangsel. Penanganan ini dilakukan agar sistem pengelolaan sampah di wilayah tersebut dapat lebih terkoordinasi dan efektif.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengatakan bahwa Pemkot Tangsel tidak akan menyerah dalam mengatasi masalah ini. Ia juga meminta warga untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi situasi ini. Kondisi ini dianggap sebagai momentum bagi Pemkot Tangsel untuk melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang yang bertanggung jawab atas kebijakan ini, telah menghentikan sementara pengiriman sampah dari Tangsel ke TPSA Cilowong untuk melakukan evaluasi menyeluruh terkait dampak lingkungan dan sosial.
 
Sampah lagi yang bikin bingung! Gue rasa 200 ton per hari itu masih terlalu banyak. Mau ngatasi masalah sampah atau hanya memindahkan masalah ke wilayah lain? Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang gak bisa ngirimi sampah sambil nunggu hasil evaluasi, kayaknya kebijakan ini masih dalam tahap awal. Gue harap Pemkot Tangsel jangan lupa ngatur sistem pengelolaan sampah di daerah sebelum terus mengirimkan masalah ini ke tempat lain 😐
 
aku penasaran kenapa pembangunan di Tangsel harus berarti membawa masalah sampah yang parah πŸ˜•. kalau gini, mungkin kita harus kembali pikir tentang bagaimana cara pengelolaan sampah di daerah ini lebih baik dan efisien ya?
 
Saya pikir ini waktunya kita semua mulai berpikir positif tentang sampah ya! Mungkin ada yang terkecuali dengan pandangan negatif, tapi aku rasa ini bisa menjadi kesempatan bagus untuk kita belajar caranya mengelola sampah dengan lebih baik. 200 ton sampah per hari itu banyak banget, tapi kalau kita buat sistem pengelolaannya dengan baik, maka nanti tidak akan ada masalah lagi. Kita harus bersikap positif dan berharap baik-baik saja, nanti tahu apa yang terjadi ya! πŸŒˆπŸ‘
 
omg banget ya! Pemkot Tangsel punya ide yang jujur untuk mengatasi masalah sampah di daerahnya πŸ™Œ. Saya harap bisa melihat langsung hasil dari kebijakan ini, nanti daerah Tangsel akan lebih rapi dan nyaman untuk dikunjungi 😊. Wali Kota Benyamin Davnie sih benar-benar bisa, dia tidak menyerah di depan musim dingin ❄️. Saya yakin warga Tangsel juga harus tetap sabar dan tidak panik, nanti kita semua akan merasakan manfaat dari kebijakan ini πŸ™.
 
Haha, aku rasa kalau mereka punya ide yang bagus ini. Sampah 200 ton per hari itu nggak main-main lagi, tapi apa yang salah dengan wilayah Cileungsi sih? Aku pikir kalau mereka harus bertanggung jawab atas pengelolaan sampah itu juga deh. Dan walaupun terkesan tidak nyaman sama sekali, aku setuju kalau sistem pengelolaan sampah harus terkoordinasi dan efektif. Kita nggak bisa biarkan sampah menjadi masalah lagi di Tangsel, ya! πŸ™„
 
Sampah lagi yang bikin masalah... Apa kata warga kira-kira? Tapi, jelas aja, kerjasama DLH Serang dengan Pemkot Tangsel buat evaluasi dulu sebelum terus sirkulasi sampah ini. Makanya, warga harus sabar dan tidak panik. Tapi, siapa yang bilang bahwa evaluasi itu nggak akan berjalan lalu- lurang? Sampah masih bikin masalah, tapi ya, kita harus sabar dan harap terbaik... πŸ€”
 
Pagi kawan! 🌞 Aku pikir kebijakan ini gak cuma sekedar mengalihkan sampah, tapi juga harus diikuti dengan strategi pengelolaan yang lebih baik. Aku yakin Pemkot Tangsel tidak ingin kembali ke situasi lama, ya? πŸ™…β€β™‚οΈ 200 ton sampah per hari itu bukan main-main, nih! Mereka harus memastikan bahwa sistem pengelolaan ini bisa berjalan lancar dan tidak membuat warga khawatir. Aku juga senang melihat Wali Kota Tangsel yang proaktif dalam menghadapi masalah ini. Ia harus dijunjung tinggi! πŸ’―
 
Sampah lagi yang diambil dari tangga kiri... Nah jangan bilang siapa sama siapa gak suka dengan sampah, tapi kan pemerintahan juga harus nih ambil kebijakan baru ya! Maka dari itu aja, di wilayah Cileungsi nanti sampein ada 200 ton sampah yang masuk. Atau apa bisa dipikirkan lagi?
 
Kalau nggak salah 200 ton sampah per hari bakal menjadi masalah di Cileungsi, kayaknya harus dicoba lagi, lho! πŸ€” 1000 ton sampah yang dibuang setiap harinya di Tangsel itu udah cukup masuk akal. Bayangin aja, kalau semua kota ngerjain seperti Tangsel, siapa yang bakal tersisa? πŸ˜‚

Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Indonesia memiliki 1,34 miliar ton sampah per tahun. Nah, jika 200 ton sampah di Tangsel dibawa ke Cileungsi, itu sekitar 15% dari total sampah yang dilepaskan di Indonesia. Hmm, perlu diawasi sih... πŸ“Š
 
Gampang ngerasa gila sih kalau sampe masuk ke titik-titik pemukiman aja, tapi kayaknya itu semua ada tujuannya. Jadi apa yang harus kita lakukan sih? Kita harus belajar dari Pemkot Tangsel, ya... Mereka mau mencoba hal baru dan tidak menyerah. Dan warga juga harus lebih sadar dengan lingkungan sekitar kita. Kita harus menjadi pemain utama dalam mengelola sampah kita sendiri, bukan hanya menitikberatkan pada pemerintah. Dan yang jadi pertanyaannya sih, bagaimana kita bisa membuat perubahan tersebut terus berlanjut? 😊
 
Pemkot Tangsel gini kayaknya, kan? Nanti jadi sistem pengelolaan sampah yang lebih baik, tapi terlebih dahulu harus ada sumber sampah yang kurang? Kenapa harus ke Cileungsi sih? Kalau dihitung aja, Tangsel sendiri ada yang berat sekali dengan sampahnya. Tapi pihak pemerintah malah ambil jalan pintas ke daerah lain. Saya rasa ini cuma cara untuk menghindari konflik dengan warga, tapi sayangnya tidak memperhatikan masalah yang sebenarnya πŸ˜’
 
Mungkin gampang banget membuat masalah sampahnya kini jadi hal yang penting, tapi apa salahnya juga nih? Semua orang pasti ingin hidup nyaman di daerah Tangsel. Maka dari itu, kalau ada kebijakan baru seperti ini, mending diterima dengan hangat ya...
 
Saya pikir itu keren banget kalau Pemkot Tangsel nantinya bisa mengatur sampah dengan baik, bukan hanya sekedar buang di mana saja 🀞. Saya ingat pernyataan Wali Kota benar-benar membuatku bersemangat, dia harus pribadi dan tidak mau menyerah, tapi juga harus didukung dari masyarakat ya ☹️. Kalo bisa nantinya ini bisa menjadi contoh bagi kota lain di Indonesia, jadi kita semua bisa memiliki lingkungan yang lebih bersih πŸŒΏπŸ‘.
 
Gue rasa kayaknya Pemkot Tangsel harus fokus ke efisiensi pembangunan dulu, karena kalau gue liat foto-foto tumpukan sampah di daerah Tangsel, pasti bikin perasaan tidak enak 🀒. Kalau mau tumpulkan 200 ton sampah hari itu ke Cileungsi, gue rasa mereka harus membuat sistem pengelolaan yang lebih baik terlebih dahulu, jangan cuma buang Sampah aja πŸ’”. Yang penting adalah warga bisa hidup nyaman dan tidak dihantam oleh sampah-sampah itu. Semoga Pemkot Tangsel bisa membuat kebijakan yang lebih baik nanti 🀞 #TangselBersih #SampahPentingDihilangkan
 
Sampah di Tangsel lagi bikin masalah... Kenapa nggak bisa diatasi dulu? 200 ton sampah per hari? Itu bikin gede sekali! Jangan lupa warga, kalau sampe tumpukan sampah, ari keluar rumah bareng keluarga. Pemkot Tangsel harus fokus, nggak boleh kalah dengan masalah ini...
 
Wahhh, gue rasa ini penyelesaian yang sangat bagus buat kota Tangsel! Sampah 200 ton per hari memang banyak, tapi jika bisa dialihkan ke tempat yang lebih aman, seperti Cileungsi, itu artinya kita udah punya solusi yang tepat. Gue rasa pemerintahnya benar-benar bersemangat untuk mengatasi masalah ini dan tidak ingin sampah menjadi masalah lagi di daerah Tangsel. Kita harap warga juga bisa tetap tenang dan tidak panik, karena ini semua bagian dari rencana yang baik buat kota kita.
 
kembali
Top