Pemkot Tangsel Alihkan Pembuangan 200 Ton Sampah ke Cileungsi

Aku pikir ini kalau Pemkot Tangsel gampang-ganteng isu sampah tapi apa yang dibebankan ke warga? Kalau 200 ton sampah disiram ke Cileungsi, mana nanti siapa yang bertanggung jawab? Jika ini bukan masalah masyarakat, kenapa mereka harus diwajibkan membayar biaya pengiriman sampah? Aku pikir ini ada kejadian-kejadian yang sama lagi, kalau pihak pemerintah gampang-ganteng isu-isu tapi tidak ada solusi yang nyata.
 
Sampahnya nih, masih banyak yang keluar dari tempat sampah 😩. 200 ton per hari, itu berarti ada banyak warga yang tidak bisa mandi karena air renggang. Aku rasa kota Tangsel harus fokus bukan hanya mengirimkan sampah ke luar kota, tapi juga meningkatkan infrastruktur di dalam kota nih 🚧. Dan walaupun pemerintah sudah berjanji untuk tidak membebankan masyarakat, aku masih ragu-ragu nih... apa yang pasti, aku harap tidak ada tumpukan sampah di depan rumahku 😅.
 
Sampah, kan? Itu bukan hanya masalah Tangsel atau Serang, tapi juga masalah kita semua 🤔. Kenapa kita harus membayar harganya dengan tumpukan di tempat kerja atau rumah, kan? Sebenarnya ada yang ngga mau nggak, tapi kita terus membuang sampah tanpa nalar 😩.

Itu karena kita masih belum bisa memahami bahwa sampah bukan hanya masalah kemudian, tapi juga sekarang. Kita harus memikirkan tentang dampaknya pada lingkungan dan masyarakat sekitar 🌿. Jadi, 200 ton sampah yang dikirim ke Cileungsi itu, kan? Itu bukan sembarangan hal. Itu ada tujuan, yaitu untuk menghindari tumpukan di Tangsel dan mempercepat pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh 💡.

Tapi, kita harus ingat bahwa ini hanya langkah kecil. Kita masih belum mencapai solusi yang sebenarnya 🤔. Jadi, mari kita berdiskusi dan berbagi ide tentang bagaimana cara mengatasi masalah sampah di Indonesia secara efektif 💬.
 
ini udah keren banget kalau Tangsel mau bergerak cepat untuk mengatasi masalah sampah, 200 ton sampah per hari ke Cileungsi itu makin banyak jalan keluar dari masalah sampah yang terus tumpul di Tangsel 😊. warga Tangsel harus tetap tenang dan tidak panik, pemerintah Tangsel udah instruksikan semua terkait untuk bergerak cepat dan terkoordinasi, ini langkah yang positif banget 🙌. saya harap semua langkah ini bisa berjalan lancar dan tidak ada dampak negatif pada warga Tangsel 😊.
 
Aku pikir gak masalah itu ke 200 ton sampah, tapi aku juga pikir sementara ini bikin warga Tangsel merasa tidak nyaman 🤔. Wali Kota Benyamin bilang kalau ini buat masyarakat tidak panik, tapi aku rasa masyarakat Tangsel udah sangat penuh dengan informasi tentang masalah sampah di TPSA Cilowong 😩.

Aku pikir langkah ini sementara dan harus ada solusi yang lebih berkelanjutan dari itu 🤞. Warga Tangsel juga harus diinformasikan secara detail tentang apa yang terjadi dengan pengelolaan sampah, bukan hanya dipijat-pijat 🤷‍♂️. Aku juga pikir pemerintah Tangsel harus memastikan bahwa teknisnya sudah cukup siap untuk menangani 200 ton sampah per hari di Cileungsi 💪.
 
Saya lihat kalau Pemkot Tangsel pasti sudah berani mengatakan bahwa mereka bisa mengatasi masalah sampah dengan cepat, tapi apa yang mereka bayangkan kalau sampah itu masih banyak di kantor mereka sendiri? Mereka punya 200 ton sampah setiap hari yang harus dikirim ke Cileungsi, itu berarti apa lagi kalau samapa tidak tepat waktu?

Saya lihat kalau pemerintah hanya mengatakan bahwa masalah ini adalah tanggung jawab mereka sendiri, tapi saya pikir ada hal lain yang perlu dipertimbangkan. Seperti apakah sistem pengelolaan sampah di Tangsel itu sudah sebaik-baiknya? Apakah warga Tangsel sudah terlibat dalam proses pengambilan sampah atau tidak?

Saya rasa pihak Pemkot Tangsel harus lebih berhati-hati dan tidak hanya mengatakan bahwa mereka akan menyelesaikan masalah sampah dengan cepat, tapi juga harus melakukan tindakan nyata untuk memastikannya.
 
kembali
Top