Pemkab Bekasi Berlakukan WFH bagi ASN Terdampak Banjir

Kabupaten Bekasi Mengimpor Kebijakan WFH untuk ASN yang Terdampak Banjir

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat, telah mengimplementasikan kebijakan "Bekerja dari Rumah" (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) yang terdampak banjir. Kebijakan ini ditujukan untuk ASN yang kondisi akses jalan dari rumah menuju kantor terputus karena banjir.

Dalam surat edaran nomor 800.1.6.2/SE-14/BKPSDM/2026, Pemkab Bekasi meminta para ASN melaksanakan tugas kedinasannya secara fleksibel dari rumah. Kebijakan ini berlaku bagi ASN yang terdampak banjir dan diberikan keleluasaan untuk melaksanakan tugasnya tanpa harus hadir langsung di kantor.

Sekda Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, menjelaskan bahwa kebijakan ini adalah bentuk penyesuaian pelaksanaan tugas kedinasan ASN secara fleksibel. Ia menekankan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memastikan keselamatan pegawai dan pelayanan publik terhadap masyarakat tetap berjalan meskipun dalam kondisi bencana.

Endin juga menjelaskan bahwa ASN yang melaksanakan tugas dari rumah harus tetap memenuhi target kinerja yang telah ditetapkan. Ia menekankan bahwa kebijakan ini merupakan langkah untuk meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi dalam pelayanan publik.

Kebijakan WFH ini diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap keselamatan pegawai sekaligus memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik terhadap masyarakat tetap berjalan di tengah kondisi bencana.
 
Banget aja, banjir tahun ini sangat parah! Kita harus bersyukur karena ASN-ASN yang bisa bekerja dari rumah, toh kita juga bisa lepas dari perbelanjaan dan biaya transportasi yang banyak. Tapi, kalau ASN-ASN tidak bisa bekerja dari rumah, tentu saja itu akan mempengaruhi masyarakat. Saya harap ASN-ASN yang bekerja dari rumah tetap bisa melakukan tugasnya dengan baik dan tepat waktu, sehingga kita bisa yakin bahwa layanan publik tetap berjalan normal 🙏
 
Mereka kayaknya benar-benar peduli dengan keselamatan ASN banget! Banjir memang bisa membuat akses jalan menjadi tidak mudah, jadi pemerintah daerah Bekasi harus diakui sudah lakukan sesuatu yang baik. Tapi sih juga perlu diawasi agar ASN tidak terlalu banyak bekerja dari rumah, biar tidak terjadi kekurangan keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi ya.
 
Kebijakan WFH itu kayak gak adanya kan? PNAS yang banget terdampak banjir aja bisa langsung bekerja dari rumah, apa kebijakan ini jadi contoh bagaimana pemerintah daerah mau peduli dengan keselamatan ASN?
 
Pikir saya banget, kalau ASN bisa bekerja dari rumah tanpa harus khawatirin akses jalan ke kantor. Banjir itu bikin nyebelin banyak orang, makanya pemerintah kabupaten Bekasi gada salah tindakan yang baik ini 🤔. Tapi, saya pikir ada kerangka yang perlu diperbaiki, yaitu tentang bagaimana ASN akan tetap memenuhi target kinerja dan tidak membuat biaya operasional tambahan. Nah, saya harap kebijakan WFH ini bisa menjadi contoh bagi pemerintah lain di daerah lain 😊.
 
Aku pikir ini bagus banget, tapi aku juga khawatir kalau kerja sama dari rumah tidak bisa sama dengan kerja sama langsung di kantor 🤔. Tapi aku paham kalau banjir memang sangat berbahaya dan kita harus berhati-hati. Kita harus fokus untuk meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi dalam pelayanan publik, tapi juga harus pastikan pegawai ASN tetap aman dan tidak merasa tertinggal 📈.

Aku ingat kalau aku masih kecil, banjir di Bekasi itu sangat serius dan banyak orang yang terkena dampak. Aku senang melihat pemerintah kabupaten ini bisa memberikan solusi seperti ini, tapi aku harap juga ada bantuan tambahan untuk mereka yang terdampak banjir 😊.
 
Banget aja gini! Banjir lagi, tapi pemerintah kabupaten malah memberi kesempatan ASN untuk bekerja dari rumah. Udah sih tahu kalau banjir pasti akan terjadi, jadi bagaimana caranya kalau ASN harus sama-sama hadir di kantor? Tapi aku suka banget dengan kebijakan ini, karena jelas pemerintah kabupaten mau berpeduli dengan keselamatan pegawai dan masyarakat. Yang penting, ASN bisa melaksanakan tugasnya dengan aman dan efisien. Dan kalau ASN bekerja dari rumah, itu juga bisa meningkatkan produktivitasnya. Aku rasa ini adalah contoh bagus bahwa pemerintah kabupaten mau berinovasi dan menyesuaikan diri dengan kondisi nyata masyarakat 🤝
 
Banget aja kan? Mereka suka banter dengan ASN yang banjir, "bekerja dari rumah" seperti buat apa sih? Semua orang tahu kalau kantor siapa tahu gak ada listrik atau jaringan internet, nggak bisa kerja sama, apalagi banjir ya...

Aku pikir ini hanya cara pemerintah daerah untuk mengelabui ASN, tapi sebenarnya apa yang mau mereka capai? Efisiensi dan fleksibilitas? Nah aja, kalau ASN gak bisa kerja sama dari rumah, siapa nanti yang gak bisa kerja sama di kantor?

Sekda Endin Samsudin ini suka banter juga, tapi aku yakin dia tidak benar-benar peduli dengan keselamatan ASN. Kebijakan WFH ini hanya cara mereka untuk mengelabui masyarakat dan membuat ASN merasa penting...
 
kembali
Top