Pemerintah rampungkan pembangunan 4.263 unit huntara

Pemerintah berhasil merampungkan pembangunan 4.263 unit hunian sementara (huntara) di tiga provinsi terdampak bencana, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Rencana awal adalah 17.499 unit, sehingga kebutuhan tersebut sudah sekitar 24 persen terpenuhi.

Provinsi Aceh memiliki kebutuhan huntara terbesar, dengan total 15.934 unit yang direncanakan, namun hanya 3.248 unit saja yang sudah selesai dibangun. Sementara itu, Sumatera Utara mencatat progres 539 unit selesai dari total 947 unit yang direncanakan, atau sekitar 57 persen. Sedangkan Sumatera Barat menunjukkan progres paling tinggi dengan 476 unit huntara selesai dari 618 unit rencana pembangunan.

Pembangunan ini dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, TNI/Polri, BUMN, serta mitra non-pemerintah dan lembaga filantropi. Sinergi ini menjadi kunci untuk memastikan pembangunan berjalan cepat, terkoordinasi, dan sesuai standar kelayakan hunian sementara.

Selain pembangunan fisik huntara, pemerintah juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi selama masa transisi. Dalam hal ini, pemerintah menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi keluarga terdampak yang belum menempati huntara atau hunian tetap.

Hingga akhir Januari 2026, 5.448 kepala keluarga telah menerima DTH dari total 18.043 keluarga yang terdata di tiga provinsi terdampak, atau sekitar 30 persen. Di Aceh sendiri, 2.310 keluarga telah menerima bantuan DTH dari total 9.474 keluarga terdata.

Penyaluran DTH dilakukan melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perbankan Himpunan Bank Milik Negara guna memastikan proses yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Pemerintah menegaskan komitmen untuk terus mempercepat pembangunan huntara dan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.
 
Ooiii, terus bikin kemajuan deh, tapi gimana caranya? Suhu-suhu ini masih agak lambat kan? Kalau sebenarnya ada 17.499 unit hunian sementara yang direncanakan, maka kebutuhan 24 persen sudah terpenuhi, tapi bagaimana dengan yang lainnya? Gimana caranya kalau tidak semua orang bisa mendapatkannya? Saya pikir harus ada cara yang lebih efektif dan efisien dalam penyaluran bantuan ini. Kita harap bisa melihat kemajuan yang lebih cepat deh! ๐Ÿคž
 
Wahhhh, gampang banget ya! Gue pikir pembangunan hunian sementara di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat selesai aja deh, tapi ternyata masih ada yang harus dikerjakan. 24 persen punya arti apa? Maksudnya masih banyak yang harus dibangun lagi ๐Ÿ˜’. Gue harap gak ada lagi bencana di daerah-daerah itu, kalau begitu semua ini akan terlambat banget! Dan siapa tahu, mungkin gue bisa menjadi ahli dalam pembangunan hunian sementara nanti ๐Ÿค“
 
Maaf sih, kalau ngeluhin kapan pun bisa. Tapi gini ya, pembangunan hunian sementara itu sebenarnya gampang dipikirkan tapi aku penasaran apakah aspek teknisnya sudah sempurna? Seperti akses ke fasilitas umum, efisiensi penggunaan energi, dan kualitas bangunan itu sendiri. Jadi, aku harap pemerintah bisa memberikan update tentang hal-hal ini agar pembangunan hunian sementara tidak hanya sekedar 'tongkahan' yang kemudian digunakan sebagai properti. ๐Ÿ˜Š
 
Makanya aku pikir pemerintah ini masih jauh dari hal yang sebenarnya. Mereka hanya bisa mengatakan bahwa pembangunan 4.263 unit hunian sementara sudah selesai, tapi apa yang mereka tawarkan bukan kebutuhan masyarakat. Aku pikir harusnya ada langkah yang lebih maju, seperti menciptakan hunian sementara dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat. Saya ingin melihat progres pembangunan ini bagaimana jika diintegrasikan dengan program pencegahan bencana alam dan perancangan kembali infrastruktur daerah.
 
Gue rasa masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, misalnya akses ke jalan dan infrastruktur di daerah-daerah tersebut. Nah, kalau aku lihat progres pembangunan huntara itu sekarang, aku pikir harus banyak banget yang harus berubah untuk memastikin masyarakat tidak terkena keterbatasan fasilitas di masa depan
 
Pokoknya pemerintah gak mau kalah dalam memberikan solusi bagi orang-orang yang terkena bencana, tapi aku pikir perlu diwaspadai juga kalau ari-ari pembangunan ini ternyata hanya sekedar tawaran kosong. Mungkin aku salah, tapi sepertinya masih banyak orang yang belum mendapat hunian sementara dan bantuan Dana Tunggu Hunian. Pokoknya harus diawasi agar progres pembangunan ini benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang terkena bencana ๐Ÿ˜Š
 
Pemerintah gampang-ganja buat jadi 4.263 unit hunian sementara di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Padahal, aslinya rencananya 17.499 unit. Kalau bisa sebelumnya ngelapari waktu, nanti pasti bisa lebih cepat aja sih... ๐Ÿค”
 
Maksudnya kalau 24 persen dari 17.499 unit punya arti apa sih? Kalau sebenarnya 4.263 unit sudah ada, maka apa yang dibangun lagi? Kemungkinan kalau itu semua biaya-biaya yang masih ada di dalam proyek tersebut?
 
Maksudnya kalau pemerintah udah berhasil rampung 4.263 unit hunian sementara, itu lumayan bisa membantu masyarakat yang terkena banjir nih... tapi kenapa gini kebutuhan sebanyak 17.499 udah jadi 24 persen aja? Mungkin karena ada yang gagal dan lainnya masih dalam proses?
 
Gak bisa dipungut rasa di sini... 4.263 unit hunian sementara saja yang selesai, tapi masih banyak lagi kebutuhan yang harus dijalani oleh masyarakat Aceh. Kalau asumsi semua pembangunan tersebut sudah selesai, masih 13.236 unit hunian yang harus dibangun lagi. Nah, itu artinya masih sangat banyak keluarga yang harus menunggu dan tidak memiliki tempat tinggal yang nyaman.

Aku rasa pemerintah harus lebih serius dalam menghadapi masalah ini, bukan hanya membangun hunian sementara saja, tapi juga harus ada langkah-langkah untuk membuat hunian itu menjadi hunian yang stabil. Tidak cuma soal pembangunan fisik aja, tapi juga tentang kebutuhan dasar masyarakat yang sudah jadi. Jadi, gak cukup dengan DTH saja, tapi juga harus ada sumber daya lainnya untuk memastikan keluarga terdampak memiliki tempat tinggal yang nyaman dan aman. ๐Ÿค”
 
Gue pikir pemerintah sudah lama kerenyahan dengan bencana alam di Indonesia ๐ŸŒช๏ธ. Pembangunan 4.263 unit hunian sementara itu masih tidak cukup, tapi setidaknya sudah lebih baik dari awal rencananya. Aceh yang lagi nanti akan ada pengaduan dari warga karena pembangunan huni terlambat, kayaknya harus diperhatikan lebih dekat.
 
๐Ÿ˜Š๐Ÿ ๐ŸŒฟ kira-kira lama lagi pembangunan hunian sementara selesai ya? ๐Ÿค” selama ini pengalaman hidup di dalam huni sementara yang tidak nyaman, tapi pemerintah bisa melunasi proyek ini dengan cepat ๐Ÿ’ช. harusnya bisa memenuhi kebutuhan 100 persen aja ๐Ÿ‘. wajar lah jika masih ada beberapa wilayah yang belum bisa selesai, tapi harapannya semua keluarga terdampak bisa kembali nyaman di rumah ๐Ÿ ๐Ÿ’•
 
Makasih ya pemerintah sudah selesai merampungkan pembangunan 4.263 unit hunian sementara di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ๐Ÿ™. Saya senang melihat progresnya 24 persen sudah terpenuhi, tapi masih banyak yang perlu diperbaiki lagi ๐Ÿ’ช. Jangan lupa juga kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi, seperti DTH, ya ๐Ÿ’•. Semoga saja pembangunan ini bisa menjadi contoh bagi negara kita, Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ.
 
Wahhhhh! Pembangunan hunian sementara di Aceh itu jadi benar-benar cepat banget! Saya senang sekali pemerintah bisa menyelesaikan 3.248 unit hunian sementara di Aceh yang sebelumnya dijanjikan untuk disiapkan sebanyak 15.934 unit! Saya tahu itu masih jauh dari target, tapi semoga nanti bisa dipertingkatkan lagi. Yang penting, keluarga terdampak sudah mendapatkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) dari pemerintah. Semoga bisa segera menemukan hunian sementara yang nyaman dan aman! ๐Ÿ™Œ๐Ÿ’ช
 
Gak bisa nggak kira kalau ini sukses banget! 4.263 unit hunian sementara sudah selesai, itu beda jauh dari rencana awal 17.499 ya. Mereka punya tim yang kerja keras dan kolaborasi yang baik dengan banyak pihak. Kalau kita lihat Aceh yang membutuhkan huntara terbesar, tapi hanya 3.248 unit saja yang selesai. Sedang Sumatera Barat yang paling cepat dalam pembangunan, itu pasti disebabkan oleh sinergi yang baik antara semua pihak. Kita harus bersyukur karena pemerintah sudah berusaha untuk membantu masyarakat terdampak bencana ini
 
Masih banyak kekurangan dari pemerintah, ya ๐Ÿค”. Kita tahu sudah ada 24 persen hunian sementara yang selesai dibangun, tapi masih 76 persen yang belum bisa tempat tinggal untuk masyarakat Aceh dan Sumatera Utara yang terdampak bencana. Di Sumatera Barat, minimal ada progres yang baik, tapi masih banyak lagi yang harus ditekan. Dan nggak bisa lupa, masih banyak keluarga yang belum menerima DTH karena prosesnya masih lambat dan tidak transparan ๐Ÿ•ฐ๏ธ.
 
kira-kira 4.263 unit hunian sementara sudah selesai di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ๐ŸŒ†. itu bukan mainan, tapi masih kurang dari rencana aslinya ya... ๐Ÿค” 24 persen terpenuhi aja. tapi jangan lupa ada bantuan DTH untuk masyarakat yang belum punya tempat tinggal ๐Ÿ˜Š. pemerintah suka berpromosi ini, tapi apa benar-benar mereka berhasil? ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ
 
Gue udh coba tahu apa itu hunian sementara ya? sepertinya gue salah paham, aku pikir ini adalah villa untuk orang kaya aja ๐Ÿค”. tapi ternyata ini adalah tempat tinggal sementara bagi orang yang terdampak bencana alam. makasih banget gwe bisa tahu ini, sekarang gue tahu apa itu hunian sementara dan bagaimana cara mendapatkannya ๐Ÿ™. gimana caranya aku bisa mendapatkan hunian sementara kalau aku juga terdampak bencana alam? ๐Ÿค”
 
aku suka banget sama program ini ๐Ÿคฉ kalau ga salah ada yang bilang pemerintah bakal jadi gila sama proyek ini tapi aku rasa kalau ada kolaborasi yang baik itu akan membantu pembangunan cepat dan aman โœ… misalnya nanti di Aceh bisa dibangun 10.000 unit huntara aja karena masih banyak sekali keluarga yang butuh hunian sementara dan mungkin pemerintah harus merenovasi rencana awal untuk menjadi lebih baik lagi ๐Ÿค”
 
kembali
Top