Pembangunan JPO Sarinah Dikritik, Pramono: Itu untuk Difabel

Wacana pembangunan kembali JPO Sarinah telah menimbulkan kekhawatiran dari komunitas pejalan kaki. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa pembangunan JPO tersebut masih berada dalam tahapan kajian dan dibutuhkan untuk penyeberangan para penyandang disabilitas.

"Jadi, JPO Sarinah dalam kajian ini memang diperlukan terutama untuk difabel. Jadi itu salah satu alasan kemudian kenapa diadakan," kata Pramono kepada wartawan pada Rabu lalu.

Pramono juga menjelaskan bahwa pembangunan JPO itu tidak berarti para pejalan kaki akan kehilangan hak mereka untuk menyeberang melalui pelican crossing seperti saat ini. Ia memastikan bahwa jalan raya tetap dibuka sebagai alternatif pilihan, sehingga semua pengguna jalan dapat menikmati keselamatan.

Namun, kritikan dari komunitas pejalan kaki tidak terlalu puas dengan keputusan tersebut. Pengguna akun @glensaimima mengatakan bahwa pembangunan JPO lagi berpotensi membuat pejalan kaki menyesuaikan diri dengan kendaraan, bukannya sebaliknya.

Pembangunan kembali JPO Sarinah di era Pramono Anung memang menimbulkan paradoks urban. Meskipun telah disediakan pelican crossing yang lebih inklusif, keputusan tersebut masih membuat banyak orang khawatir bahwa hak-hak pejalan kaki akan kehilangan.

Kita harap pemerintah dapat mendengarkan kekhawatiran dari komunitas pejalan kaki dan melakukan perubahan yang tepat untuk meningkatkan keselamatan mereka.
 
Saya pikir pembangunan JPO Sarinah harusnya lebih cepat, tapi aku setuju juga kalau kita harus mempertimbangkan keselamatan penyandang disabilitas 🤝. Saya masih khawatir sih tentang kekhawatiran dari komunitas pejalan kaki, tapi sepertinya mereka bisa berkomunikasi dengan baik dengerkan suara warga 🗣️. Jangan lupa kita harus menyediakan juga pelican crossing yang lebih aman dan nyaman untuk semua pengguna jalan 🚶‍♀️🚶‍♂️. Saya harap pemerintah bisa mendengarkan kekhawatiran mereka dan melakukan perubahan yang tepat 💡.
 
Makasih deh pramono, tapi siapa tahu apa yang bikin pejalan kaki harus 'menyesuaikan diri' dengan kendaraan? Siap aja jadi komunitas kendaraan ya 😒. Kalau mau buat pejalan kaki lebih aman, giliran itu. Belum lagi, pelican crossing sama seperti itu juga tidak selalu sesuai dengan kebutuhan mereka, sih. Mungkin perlu ulang design yang lebih baik.
 
Prajuwa Pramono udh mencegah para pejalan kaki khawatir. Kenapa harus pake jalan raya? Kalau sudah ada pelican crossing, apa artinya lagi? 🤔 Kita harap dia bisa memikirkan lebih luas dari itu. JPO Sarinah udh perlu tapi harus nggak menyesuaikan para pejalan kaki dengan kendaraan, aja! 😡
 
Pembangunan kembali JPO Sarinah itu memang nggak mudh, tapi kan kita already ada pelican crossing yang lebih inklusif dari waktu ke waktu... Mungkin apa yang dibutuhkannya pejalan kaki di era ini adalah informasi yang lebih banyak tentang keselamatan lalu lintas dan bagaimana cara menggunakannya dengan benar. Jadi, daripada pembangunan JPO lagi, mungkin kita bisa berfokus pada pendidikan keselamatan bagi semua pengguna jalan. 😊🚗
 
Gue pikir jadi apa deh ya.. kalau mau membangun JPO lagi, harus ada cara agar pejalan kaki tetap aman. Gue rasa itu yang penting, bukannya jadi para pejalan kaki harus menyesuaikan diri dengan kendaraan? Kalau memang ada pelican crossing yang lebih baik, gue harap pemerintah bisa membuatnya lebih aman dan nyaman bagi semua orang. Tapi kalau itu tidak bisa, gue pikir ada cara lain lagi yang bisa dipertimbangkan... misalnya seperti buat jalur khusus untuk pejalan kaki yang lebih luas dan aman 🚴‍♀️💡
 
gampang banget dibilang bahwa gubernur DKI Jakarta belum bisa memenuhi permintaan komunitas pejalan kaki, kan? jangan biarkan pembangunan JPO Sarinah lagi menjadi perdebatan tentang siapa yang utuh dan siapa yang tidak, apa yang penting adalah keselamatan semua pengguna jalan. jadi gampang banget dibilang bahwa harus ada alternatif lain selain JPO, misalnya pembangunan yang lebih aman untuk pejalan kaki sendiri, bukan hanya menyesuaikan diri dengan kendaraan.
 
Gue pikir kalau kita harus memilih antara pejalan kaki atau kendaraan, gak ada solusinya ya... 🤔 Nah, sekarang ini JPO Sarinah lagi dibahas, tapi masih banyak yang nggak puas dengerin keputusan Pramono. Gue pikir apa yang paling penting adalah membuat jalan yang aman bagi semua orang, baik itu pejalan kaki atau kendaraan. Jadi, kita harus mencari solusi yang bisa memenuhi kebutuhan kedua belah pihak ya... 🚗💡
 
Gue pikir kalau wacana pembangunan JPO Sarinah itu agak konyol banget, membangun kembali apa-apa itu bisa bikin pejalan kaki penyesuaian diri dengan kendaraan lagi? Seperti apa sih harapan kita? Gue rasa harus ada solusi yang lebih baik buat meningkatkan keselamatan mereka. Mau jalan raya sambil ada pelican crossing, atau malah diharuskan menunggu sampai jalan bebas dari kendaraan lagi. Itu paradoks urban yang bikin kekhawatiran banyak orang.
 
kembali
Top