Wacana pembangunan kembali JPO Sarinah telah menimbulkan kekhawatiran dari komunitas pejalan kaki. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa pembangunan JPO tersebut masih berada dalam tahapan kajian dan dibutuhkan untuk penyeberangan para penyandang disabilitas.
"Jadi, JPO Sarinah dalam kajian ini memang diperlukan terutama untuk difabel. Jadi itu salah satu alasan kemudian kenapa diadakan," kata Pramono kepada wartawan pada Rabu lalu.
Pramono juga menjelaskan bahwa pembangunan JPO itu tidak berarti para pejalan kaki akan kehilangan hak mereka untuk menyeberang melalui pelican crossing seperti saat ini. Ia memastikan bahwa jalan raya tetap dibuka sebagai alternatif pilihan, sehingga semua pengguna jalan dapat menikmati keselamatan.
Namun, kritikan dari komunitas pejalan kaki tidak terlalu puas dengan keputusan tersebut. Pengguna akun @glensaimima mengatakan bahwa pembangunan JPO lagi berpotensi membuat pejalan kaki menyesuaikan diri dengan kendaraan, bukannya sebaliknya.
Pembangunan kembali JPO Sarinah di era Pramono Anung memang menimbulkan paradoks urban. Meskipun telah disediakan pelican crossing yang lebih inklusif, keputusan tersebut masih membuat banyak orang khawatir bahwa hak-hak pejalan kaki akan kehilangan.
Kita harap pemerintah dapat mendengarkan kekhawatiran dari komunitas pejalan kaki dan melakukan perubahan yang tepat untuk meningkatkan keselamatan mereka.
"Jadi, JPO Sarinah dalam kajian ini memang diperlukan terutama untuk difabel. Jadi itu salah satu alasan kemudian kenapa diadakan," kata Pramono kepada wartawan pada Rabu lalu.
Pramono juga menjelaskan bahwa pembangunan JPO itu tidak berarti para pejalan kaki akan kehilangan hak mereka untuk menyeberang melalui pelican crossing seperti saat ini. Ia memastikan bahwa jalan raya tetap dibuka sebagai alternatif pilihan, sehingga semua pengguna jalan dapat menikmati keselamatan.
Namun, kritikan dari komunitas pejalan kaki tidak terlalu puas dengan keputusan tersebut. Pengguna akun @glensaimima mengatakan bahwa pembangunan JPO lagi berpotensi membuat pejalan kaki menyesuaikan diri dengan kendaraan, bukannya sebaliknya.
Pembangunan kembali JPO Sarinah di era Pramono Anung memang menimbulkan paradoks urban. Meskipun telah disediakan pelican crossing yang lebih inklusif, keputusan tersebut masih membuat banyak orang khawatir bahwa hak-hak pejalan kaki akan kehilangan.
Kita harap pemerintah dapat mendengarkan kekhawatiran dari komunitas pejalan kaki dan melakukan perubahan yang tepat untuk meningkatkan keselamatan mereka.