Pembangunan JPO Sarinah Dikritik, Pramono: Itu untuk Difabel

Pembangunan kembali JPO Sarinah menimbulkan kontroversi, padahal sudah ada pelican crossing yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan klarifikasi bahwa pembangunan JPO di Sarinah itu dilakukan untuk menyambut kebutuhan para penyandang disabilitas, bukan untuk menyesuaikan pejalan kaki dengan kendaraan.

Banyak kritik dari para pejalan kaki yang mengatakan pembangunan kembali JPO itu berpotensi membuat mereka menyesuaikan diri kepada kendaraan. Mereka mengingat saat Gubernur Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI 2022 silam, JPO itu sudah dibongkar dengan alasan estetika dan disediakan pelican crossing yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas.

Sementara itu, Pramono menjelaskan bahwa pembangunan kembali JPO di Sarinah masih berada dalam tahapan kajian dan diprioritaskan untuk penyeberangan para penyandang disabilitas. Ia juga memastikan bahwa para pejalan kaki tetap memiliki dua opsi untuk menyeberang, yaitu melewati JPO atau lewat jalan raya.

Pramono mengakui sudah membaca pro-kontra yang timbul di masyarakat setelah wacana pembangunan JPO Sarinah itu kembali bergulir. Ia berjanji bahwa tidak ada yang ditutup, tetapi semua orang masih dapat menikmati jalan raya dengan aman.
 
MASIH BINGUNG NYA! MEREKA INI BANYAKNYA KRIKLIS KAN? PEMBANGunan kembali JPO Sarinah memang penting buat para penyandang disabilitas, tapi pejalan kaki juga harus diutamakan ya... Gubernur Anung itu cerdas banget, tapi aku masih ragu-ragu apa aja kebijakannya. Mungkin harus ada kesepakatan dengan semua pihak yang terlibat. Jangan lupa ada pelican crossing yang lebih inklusif juga udah ada sebelumnya, tapi kembali berpikir itu apa?
 
Gue pikir apa yang penting adalah keamanan para pejalan kaki ya! JPO Sarinah itu harus bisa memberikan kedaulatan bagi penyandang disabilitas, tapi gue juga ingat kalau ada pelican crossing yang lebih inklusif sebelumnya. Gue rasa pembangunan kembali harus bisa memberikan opsi yang lebih baik, bukan hanya menyesuaikan diri dengan kendaraan.
 
Gue pikir si Gubernur Pramono Anung itu cerdas banget kalau dia bilang pembangunan kembali JPO Sarinah tujuannya buat penyandang disabilitas, tapi gue tidak percaya dengan kata-kata yang gue dengerin di media, sih. Kalau benar tujuan itu, maka pelican crossing sudah ada sejak Gubernur Anies Baswedan kapan pun ada? Mungkin si Pramono mau mengulangi kesalahan lama, kan? 🤔
 
Pembangunan kembali JPO Sarinah itu kayaknya sudah pasti memicu perdebatan. Saya pikir para pejalan kaki benar-benar khawatir bahwa pembangunan kembali JPO itu akan membuat mereka harus menyesuaikan diri dengan kendaraan yang lebih cepat lagi. Tapi, saya juga paham bahwa Gubernur Pramono Anung memilih untuk memprioritaskan para penyandung disabilitas.

Saya setuju dengan Gubernur Pramono yang mengatakan ada dua opsi untuk menyeberang, yaitu melewati JPO atau lewat jalan raya. Saya harap pejalan kaki bisa menggunakan salah satu opsi tersebut dan tidak harus berada di jalan raya yang lebih cepat.
 
Pembangunan kembali JPO Sarinah ini sini bikin aksen di Jakarta. Sih gak bisa paham mengapa harus dibangun lagi kan kalau sudah ada pelican crossing yang cukup komplit ya? Sama-sama, saya setuju dengan Gubernur Pramono bahwa pembangunan kembali itu dilakukan untuk para penyandang disabilitas, tapi kemudian tidak juga ngerti kenapa harus membangun kembali JPO di dekat lokasi pelican crossing yang sudah ada. Mungkin kalau ini berada di daerah lain sih aku punya pendapat yang berbeda, tapi di Jakarta ini udah capek nih! 😒
 
Pembangunan kembali JPO Sarinah ini pasti membuat banyak orang berpikir... 🤔 Apalagi kalau sudah ada pelican crossing yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas, siapa yang perlu menyesuaikan diri? 🚶‍♂️ Tapi, gue rasa masih ada sesuatu yang tidak sepenuhnya jelas. Gubernur Anung bilang karena kebutuhan penyandang disabilitas, tapi kalau memang sudah ada opsi lain, kenapa kembali bangun JPO? 🤷‍♂️ Gue rasa lebih baik jika dibuat sedikit penyesuaian terhadap jalanan sehingga semua pihak bisa merasa aman. Dan siapa yang bilang bahwa JPO harus disimpan hanya untuk kebutuhan penyandang disabilitas? Mereka juga perlu kesempatan untuk berjalan di jalan raya dengan aman, ya! 🚗
 
I don’t usually comment but... aku pikir malu juga nih. Siapa tau dulu pembangunan kembali JPO Sarinah itu sudah selesai dan ada pelican crossing yang lebih baik lagi, tapi ternyata ada kontroversi. Saya rasa Gubernur Anies Baswedan dan Pramono Anung itu harus lebih berhati-hati dalam merencanakan proyek ini. Mereka tidak perlu membuat kebocoran tentang kesepakatan antara pejalan kaki dan kendaraan, kok? 🙄

Saya setuju dengan Gubernur Pramono bahwa pembangunan kembali JPO Sarinah itu sebenarnya untuk meningkatkan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Tapi, siapa tau mereka bisa membantu pejalan kaki juga dengan membuat sistem yang lebih baik dan aman? 🤔 Mungkin bisa menambahkan beberapa peraturan tentang keamanan pejalan kaki di Jakarta agar semua orang dapat merasa lebih aman. 😊
 
Gak ngerti sih apalagi kalau ada pelican crossing baru lagi. Tapi aku pikir apa yang penting adalah sudah ada opsi untuk pejalan kaki, kan? Jadi, apakah ada JPO atau tidak, masih bisa jalan raya aman. Aku paham kalau ada pejalan kaki yang merasa tidak nyaman, tapi sepertinya kalau buat JPO baru lagi itu berlebihan.
 
Gue pikir kalau konsep ini kayak banget, apa sih keperluan pejalan kaki harus disesuaikan dengan kendaraan? Seharusnya sebaliknya, jadi para pejalan kaki bisa relaks dan terhindar dari masalah. Mereka udah punya pelican crossing yang lebih baik juga kayaknya. JPO di Sarinah udah ada, bukan? Gue rasa Gubernur Pramono harus lebih teliti dalam menebak kebutuhan masyarakat.
 
Pembangunan JPO Sarinah itu memang bikin banyak kerumunan, hehe 😂. Nah kalau sudah ada pelican crossing yang lebih inklusif untuk penyandang disabilitas, apa lagi yang penting? Mungkin pihaknya harus memperhatikan juga pejalan kaki, jadi tidak perlu menyesuaikan diri ke kendaraan. Walaupun Gubernur Pramono bilang penyeberangan penyandang disabilitas itu prioritas utama, tapi saya rasa harus ada solusi yang lebih baik untuk para pejalan kaki, seperti makin luas tempat parkir atau sesuaikan jalur yang lebih aman. Yang penting lagi adalah semua orang bisa menikmati jalan raya dengan aman 🚗👍.
 
Pembangunan kembali JPO Sarinah memang bikin kontroversi, tapi aku pikir apa salahnya buat nyoba lagi? Kalau sudah ada pelican crossing yang lebih inklusif itu, maka bagus sekali! Tapi, aku juga paham asal-usul dari konseptonya. Gubernur Anies Baswedan saat itu udah mengakhiri JPO itu karena estetika, tapi kalau sekarang lagi dibangun bukan berarti tidak ada penyesuaian dengan pejalan kaki.

Aku juga rasa kritik dari para pejalan kaki memang wajar. Mereka udah lama pengalaman nggak nyaman sama sekali! Tapi, aku yakin Gubernur Pramono Anung itu tidak bermaksud akan menyesuaikan diri mereka ke kendaraan, tapi bagus kalau ada peluang lebih untuk penyeberangan para penyandang disabilitas.
 
Bisa aja kalau pemerintah fokus lebih pada kebutuhan para penyandang disabilitas, bukan hanya tentang penampilan dan estetika kota 🤔. Ada pelican crossing yang lebih inklusif sudah ada, tapi gampungan jalan raya masih belum terlalu baik untuk pejalan kaki. Mungkin perlu ada rencana yang lebih matang sebelum memulai pembangunan kembali JPO Sarinah 💡.
 
Maksudnya siapa yang bilang bahwa pembangunan kembali JPO Sarinah itu untuk penyandang disabilitas aja, tapi sebenarnya dia lagi cari alasan sambil pingsin keuntungan. Kalo Gubernur Anies Baswedan bilang sudah ada pelican crossing yang lebih inklusif, maka kenapa kembali bergulir? Kita nggak percaya sama sekali ya... JPO Sarinah itu sekarang jadi bagian dari strategi untuk meningkatkan traffic di daerah itu.
 
Gue pikir kalau kita harus pilih antara pejalan kaki dan penyandang disabilitas, gue sendiri bilangin kalau kita harus berdua bersama-sama aja ya... JPO Sarinah itu memang perlu dibangun lagi karena sudah lama rusak, tapi apa yang penting adalah kita harus ngerjain agar semua orang bisa menikmati jalan raya dengan aman. Kita harusnya makin sengaja banget membuat JPO yang lebih inklusif dan nyaman untuk semua orang, termasuk pejalan kaki dan penyandang disabilitas 🤝
 
Maksudnya siapa yang bilang kalau pejalan kaki harus menyesuaikan diri dengan kendaraan? Gak usah, kan kita sudah ada pelican crossing yang bagus? Saya pikir yang penting adalah kita memiliki akses yang sama untuk semua orang, tidak peduli apa yang digunakan. Nah, aku suka makan nasi goreng di warung kaki jalan di Depok, apalagi kalau ada pelukisan anime di dinding warung :D
 
Gue pikir kalau pembangunan kembali JPO Sarinah itu gak perlu, karena sudah ada pelican crossing yang lebih inklusif untuk penyandang disabilitas kan? Gue ingat saat SMP, kita punya pelican crossing di depan sekolah, tapi sekarang ada beberapa yang tidak bisa digunakan karena terlalu panjang atau kurang rapi. Gue berharap pemerintah bisa memperbaiki hal itu sebelum membangun kembali JPO Sarinah 🤔
 
Pramono ini nanti kayaknya terus ngomong aja sih... JPO Sarinah itu udah ada pelican crossing yang lebih inklusif kan? Mereka malah mau bangun kembali? Maksudnya apa? Buat siapa sementara? Pemandu mobil taksi punya masalah, tapi penyandang disabilitas apa aja masalahnya?
 
kembali
Top