Pembangunan kembali JPO Sarinah menimbulkan kontroversi, padahal sudah ada pelican crossing yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan klarifikasi bahwa pembangunan JPO di Sarinah itu dilakukan untuk menyambut kebutuhan para penyandang disabilitas, bukan untuk menyesuaikan pejalan kaki dengan kendaraan.
Banyak kritik dari para pejalan kaki yang mengatakan pembangunan kembali JPO itu berpotensi membuat mereka menyesuaikan diri kepada kendaraan. Mereka mengingat saat Gubernur Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI 2022 silam, JPO itu sudah dibongkar dengan alasan estetika dan disediakan pelican crossing yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas.
Sementara itu, Pramono menjelaskan bahwa pembangunan kembali JPO di Sarinah masih berada dalam tahapan kajian dan diprioritaskan untuk penyeberangan para penyandang disabilitas. Ia juga memastikan bahwa para pejalan kaki tetap memiliki dua opsi untuk menyeberang, yaitu melewati JPO atau lewat jalan raya.
Pramono mengakui sudah membaca pro-kontra yang timbul di masyarakat setelah wacana pembangunan JPO Sarinah itu kembali bergulir. Ia berjanji bahwa tidak ada yang ditutup, tetapi semua orang masih dapat menikmati jalan raya dengan aman.
Banyak kritik dari para pejalan kaki yang mengatakan pembangunan kembali JPO itu berpotensi membuat mereka menyesuaikan diri kepada kendaraan. Mereka mengingat saat Gubernur Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI 2022 silam, JPO itu sudah dibongkar dengan alasan estetika dan disediakan pelican crossing yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas.
Sementara itu, Pramono menjelaskan bahwa pembangunan kembali JPO di Sarinah masih berada dalam tahapan kajian dan diprioritaskan untuk penyeberangan para penyandang disabilitas. Ia juga memastikan bahwa para pejalan kaki tetap memiliki dua opsi untuk menyeberang, yaitu melewati JPO atau lewat jalan raya.
Pramono mengakui sudah membaca pro-kontra yang timbul di masyarakat setelah wacana pembangunan JPO Sarinah itu kembali bergulir. Ia berjanji bahwa tidak ada yang ditutup, tetapi semua orang masih dapat menikmati jalan raya dengan aman.