Pembangunan JPO Sarinah Dikritik, Pramono: Itu untuk Difabel

Pembangunan kembali jembatan penyeberangan orang (JPO) Sarinah di Jakarta, yang ditekan oleh para pejalan kaki, ternyata dipertimbangkan sebagai solusi untuk kebutuhan penyandang disabilitas. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan, pembangunan JPO baru saat ini masih dalam tahapan kajian dan dibutuhkan untuk penyeberangan para penyandang disabilitas.

Pramono mengatakan bahwa pembangunan kembali JPO itu tidak bertujuan untuk menghilangkan pelican crossing yang sudah ada di lokasi tersebut. Ia menjanjikan, para pejalan kaki masih akan memiliki dua opsi untuk menyeberang, yaitu melewati JPO atau lewat jalan raya.

Namun, kritik dari para pejalan kaki tetap ramai setelah wacana pembangunan kembali JPO di Sarinah itu kembali bergulir. Mereka berpendapat bahwa pembangunan kembali JPO ini akan membuat pejalan kaki menyesuaikan diri kepada kendaraan, bukan sebaliknya.

Sementara itu, Gubernur Pramono Anung mengaku sudah membaca pro-kontra yang timbul di masyarakat setelah wacana pembangunan JPO Sarinah itu kembali bergulir. Ia juga menekankan bahwa pembangunan kembali JPO itu tidak akan membuat pejalan kaki kehilangan hak mereka untuk menyeberang di jalan raya melalui pelican crossing yang sudah ada.

Dalam keadaan seperti ini, apakah pembangunan kembali JPO Sarinah benar-benar memperhatikan kebutuhan para pejalan kaki? Atau, apakah ini hanya sebuah keputusan politis yang tidak mempertimbangkan masalah nyata mereka?
 
Hmm, kabar baiknya itu, tapi nih, mungkin pemerintah harus lebih teliti lagi. Pejalan kaki sih memiliki hak yang sama seperti kita, kan? Mereka juga perlu kesempatan untuk menyeberang dengan aman 💡. JPO baru pasti bisa bantu, tapi tidak bisa menggantikan pelican crossing yang sudah ada ya 😐.
 
Mungkin kalau mau jalan raya makin luas lagi siapa tau nanti ada kebakaran mobil juga bisa lari. Tapi gak ngerti sih, kenapa harus buat kembali JPO yang udah ada dan bebas dari kerumunan. Kalau memang penting untuk penyandang disabilitas, toh kan gampang banget buat diubah pelican crossing menjadi akses yang sama dengan JPO juga sih 🤔.
 
Gue pikir kalau ini jadi kebun bakau kuda. Gubernur Pramono Anung bilang bahwa JPO baru itu bukan untuk menghilangkan pelican crossing, tapi apa yang terjadi sih? Pelican crossing itu sudah ada dan sudah digunakan oleh para pejalan kaki selama berabad-abad. Apa lagi sih kebutuhan mereka?

Gue tidak percaya kalau pembangunan JPO baru itu benar-benar untuk memperhatikan kebutuhan para pejalan kaki. Gubernur bilang bahwa mereka masih akan memiliki dua opsi untuk menyeberang, tapi siapa yang bilang bahwa ini adalah opsi yang seimbang? Gue pikir ini hanya seperti pembangunan jalan raya baru yang "lama". Aku tidak percaya kalau ini benar-benar untuk memperhatikan kebutuhan para pejalan kaki. 🚨
 
Jadi lagi pembangunan kembali JPO di Sarinah... Saya rasa itu cara Gubernur Pramono Anung agar bisa memenuhi kebutuhan penyandat disabilitas, tapi bagaimana kalau dijamin pejalan kaki tidak akan merasa lewat? Saya pikir ini masih cara politis ya... Kita sudah pernah lihat seperti halnya pembangunan MRT di Jakarta yang sebenarnya diprioritaskan untuk kebutuhan masyarakat, tapi ternyata masih banyak yang merasakan dampaknya. Saya rasa jadi ini JPO Sarinah itu harus dibuat agar bisa menyesuaikan dengan pejalan kaki, bukan ada kebalikan lagi... 🤔
 
Maksudnya apa sih nih, kalau jadi pembangunan kembali JPO Sarinah itu bukan untuk mempermudah pejalan kaki, tapi mempermudah pengemudi? Kita lihat kan, banyak pejalan kaki yang sudah terbiasa menyeberang di pelican crossing yang ada. Maka apa kita harus jadi nyari tempat baru aja sih? 🤔

Dan kalau Gubernur Pramono benar-benar memperhatikan kebutuhan para pejalan kaki, maka dia harus ngerusuhin dulu para pengemudi yang tidak mau menunggu sampai pejalan kaki selesai berlalu. Kita lihat kan, pengemudi seringkali malas banget menunggu sampai pejalan kaki jadi sini 🚗

Tapi, aku rasa ada satu hal yang benar, yaitu Gubernur Pramono tidak ingin menghilangkan pelican crossing yang sudah ada. Itu adalah langkah yang tepat, karena pelican crossing itu masih dapat digunakan oleh pejalan kaki. Maka nanti, kalau ada yang membutuhkan JPO baru, itu akan menjadi alternatif yang lebih baik untuk para penyandang disabilitas 🌟
 
Gue rasa ini kayak pengulangan lagi. Siapa sih yang mau menunggu sampai mati lalu lintas di JPO Sarinah? Kalau nggak ada solusi, apa sisa yang bisa ditekan? Bayangin aja kalau malam hari dan hujan, aku harus terus mencari tempat parkir mobil kayaknya. Masih sih punya 2 opsi untuk menyeberang, tapi siapa nanti yang akan kalah? Aku rasa pembangunan JPO Sarinah ini sengaja diadakan agar para pejalan kaki harus lebih banyak menggunakan e-mobility atau nggak bisa sama-sama naik lift aja kayaknya.
 
kembali
Top