Pejabat Bea Cukai Jadi Tersangka KPK, Golkar Singgung Titik Rawan Korupsi

KPK menetapkan enam pejabat Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai tersangka dalam perkara suap dan gratifikasi impor barang. Ketua Fraksi Golkar MPR RI, Melchias Markus Mekeng, menyatakan bahwa terjadinya ini sebesar-besarnya disebabkan oleh integritas orang tersebut dan masih banyak pertemuan orang dengan orang di luar negeri yang mengandalkan teknologi digital untuk mengurangi praktik korupsi.

Mekeng menilai bahwa ada beberapa faktor yang membuat pejabat ini melakukan suap, seperti kekhawatiran jaminan hari tua dan biaya hidup yang tidak memadai. Ia menyebutkan bahwa ada lingkaran setan yang berputar di sekitar wilayah impor barang yang membuat pejabat ini cari uang untuk simpan buat hari tua.

Namun, Mekeng juga menilai bahwa perubahan sistem yang dilakukan saat ini mungkin akan terlihat hasilnya 10 atau 20 tahun lagi. Ia menyebutkan yang terpenting ditanamkan adalah integritas dari masing-masing pejabat, baik dari awal maupun dalam proses seleksi.
 
Saya rasa masih banyak kekhawatiran di dalam sistem ini πŸ€”. Mereka bilang ada lingkaran setan yang berputar di sekitar impor barang, tapi aku pikir itu lebih seperti kekurangan keamanan digital di platform mana mereka melakukan transaksi πŸ˜’. Jika ada teknologi digital yang bisa mengurangi praktik korupsi, kenapa kita masih terus menggunakan metode lama? πŸ€¦β€β™‚οΈ
 
πŸ™Œ wahhhh kalau ini benar2 banyak korupsi di kemenkeu aja waaahhh! tapi aku percaya bahwa pemerintah Indonesia sudah makin hebat banget dalam mengatasi hal ini. Kita harap pejabat-pejabat tersebut bisa menjelajahi integritas dan tidak terjebak dengan lingkaran setan yang buruk. 🀞 dan aku setuju dengan Melchias Markus Mekeng, kita harus menanamkan integritas dari awal dan proses seleksi agar tidak ada pejabat yang cari uang dengan cara korupsi lagi! πŸ’―
 
Saya pikir kayaknya ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan disini πŸ€”. Pertama, harus dipastikan bahwa semua pejabat yang bekerja di DJBC memang memiliki integritas dan tidak memiliki niat jahat. Kalau demikian, saya rasa mereka bisa beroperasi dengan lebih baik tanpa perlu pihak KPK menangani. πŸ™

Dan kalau ada yang melakukan suap itu, pasti karena ada tekanan dari luar, seperti biaya hidup yang tinggi atau kekhawatiran hari tua. Mungkin kita bisa membantu mereka dengan memberikan program bantuan yang lebih baik, sehingga mereka tidak perlu mencari uang secara ilegal 🀝.

Tapi, saya juga setuju bahwa ada beberapa faktor lain yang membuat pejabat ini melakukan suap itu, seperti lingkaran setan yang berputar di sekitar wilayah impor barang. Mungkin kita perlu melakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami bagaimana hal ini terjadi dan bagaimana kita bisa mencegahnya di masa depan πŸ“Š.

Saya harap pihak Kemenkeu bisa membuat perubahan yang lebih cepat, sehingga pejabat-pejabat tersebut bisa bekerja dengan lebih baik tanpa harus menangani hukuman. Dan saya juga berharap kita bisa mendorong mereka untuk memiliki integritas yang lebih baik dari awal maupun dalam proses seleksi πŸš€.
 
kaya gampang banget mereka cari uang dengan cara suap dan gratifikasi impor barang, tapi yang pentingnya ada perubahan sistem ya... biar pejabat ini tidak perlu lagi menemukan cara seperti itu... kalau ditanamkan integritas dari awal, mungkin saja tidak perlu lagi ada praktik korupsi seperti ini... tapi aku pikir masih banyak hal yang bisa diubah dengan teknologi digital, misalnya survei online lebih cepat dan efektif daripada pertemuan langsung orang dengan orang... jadi aku harap sistem ini bisa berjalan dengan lancar dan tidak ada lagi praktik korupsi seperti ini... πŸ€žπŸ’»
 
Wah, korupsi di DJBC kemenkeu ini kayaknya masih jauh dari akhir kan 😞. Aku rasa jika di masa lalu aku masih SMA, aku sudah siap untuk menjadi pengamat korupsi. Tapi sayangnya, sekarang aku sudah dewasa dan gak mau lagi nonton drama korupsi ini. Tapi aku rasa ada satu hal yang keren, yaitu ada pejabat yang cari uang buat hari tua πŸ€”. Aku kayaknya tidak suka dengan cara itu, tapi aku paham bahwa biaya hidup di Indonesia masih terlalu tinggi dan gak ada jaminan hari tua yang baik πŸ˜“.

Aku rasa jika KPK bisa menangkap pejabat ini dan memecahkan kasus suap dan gratifikasi impor barang, maka itu akan sangat baik bagi negara kita πŸ™. Tapi aku juga paham bahwa perubahan sistem yang dilakukan saat ini mungkin tidak akan langsung terlihat hasilnya, tapi aku rasa itu semua berharga karena kita bisa belajar dari kesalahan-kesalahan masa lalu dan membuat Indonesia lebih baik di masa depan πŸ’ͺ.
 
Pegelatan 6 pejabat DJBC itu benar-benar bikin kita penasaran sih... seperti apa yang sebenarnya bikin mereka bisa terjebak dalam semacam "setan" korupsi? Tapi aku rasa apa yang diusulkan oleh Markus Mekeng tentang pentingnya integritas dari pejabat itu benar-benar perlu dilakukan. tapi nggak bisa dipastikan apakah ini bisa mengerakan korupsi impor barang itu aja... mungkin butuh waktu lagi dan usaha lebih banyak untuk membuat sistem yang lebih baik. πŸ€”
 
Dah, ya, aku paham kenapa ada kesan bahwa sistem korupsi masih berkelana di Indonesia. Tapi apa yang membuatku sedih adalah banyaknya orang yang masih belum belajar untuk berubah. Kita selalu memandang korupsi sebagai hukuman orang lain, tapi siapa yang bilang korupsi itu bukan milik kita? πŸ€”

Aku pikir pentinglah kita mempelajari mengenai nilai-nilai yang membuat orang menjadi baik-baik saja, seperti integritas dan tanggung jawab. Jangan hanya menanyakan kebenaran-kebenaran yang ada di depan mata, tapi coba untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi dalam pikiran kita sendiri. Karena jika kita tidak bisa mengubah diri sendiri, bagaimana kita bisa berharap orang lain mau berubah? πŸ€·β€β™‚οΈ

Kita harus belajar untuk menjadi sumber inspirasi bagi orang lain, bukan hanya menjadi bocor kebenaran. Jika kita ingin perubahan, kita harus mulai dari dalam diri kita sendiri dan menciptakan perubahan yang positif di sekitar kita. πŸ’‘
 
Aku pikir sistem perubahan ini nih terlalu lambat, gini aja empat tahun sudah banyak korupsi terjadi, tapi sampai sekarang belum ada yang serius dihukum. Mau nggak percaya kalau setan yang bikin korupsi ini itu benar-benar berputar di sekitar wilayah impor barang? Tapi aku rasa ada satu hal yang harus diubah, yaitu sistem seleksi pejabat yang sangat tidak transparan, pasti banyak penilaian yang salah dan tidak adil. Aku rasa perlu ada pemindaian lebih lanjut sebelum bekerja sama dengan pejabat baru. 🚫
 
Kalau ada laporan seperti ini, pasti nggak bisa nggak kaget 🀯. Siapa aja yang tidak tahu kalau di DJBC banyak korupsi, terutama dengan impor barang 😩. Mungkin karena tekanan biaya hidup dan yang paling penting, keamanan nanti tahun tuanya πŸ’Έ. Mau dibilang siapa, ini buat kemenangan dari teknologi digital yang bikin kita jauh dari praktik korupsi πŸ€–. Tapi kalau mau nggantung pada sistem saja, mungkin aja tidak ada perubahan jadi apa-apa πŸ˜’. Yang penting, kita harus memastikan integritas dari setiap pejabat, baik saat proses seleksi atau sebelumnya πŸ’ͺ.
 
πŸ€”πŸ‘€ kira-kira aja pejabat DJBC ini jujur atau tidak πŸ™ƒ? kalau memang ada ujaran suap, pasti harus dibebani hukuman yang berat πŸš«πŸ’Ό. tapi sih aku pikir perubahan sistem yang disebutkan oleh Mekeng itu benar πŸ’‘πŸŒˆ. kalau integritas dari setiap pejabat ditanamkan sejak awal, mungkin saja kejahatan ini tidak akan terjadi lagi πŸ™πŸ’ͺ. tapi apa sih jadinya dengan mereka yang sudah melakukan kesalahan? harus dibebani hukuman yang berat dan diusir dari pekerjaan itu juga πŸš«πŸ‘‹.
 
Dulu kalau aku masih SMA, aku sudah tahu bahwa korupsi di Indonesia ini bukannya masalah kecil aja, tapi lebih seperti kerusakan jangka panjang yang perlu diatasi. Tapi aku senang melihat bahwa KPK akhirnya mau ambil tindakan yang serius terhadap pejabat-pejabat korupsi. Aku pikir bahwa jika kita ingin mencegah suap dan gratifikasi, kita harus fokus pada pengembangan teknologi digital dalam memantau praktik korupsi, sehingga pejabat-pejabat ini tidak bisa lagi menggunakan internet dan teknologi lainnya untuk melakukan kegiatan korupsi. Dan aku setuju dengan Melchias Markus Mekeng bahwa integritas dari masing-masing pejabat itu yang terpenting, bukan hanya karena ada aturan baru, tapi juga karena kita harus mengembangkan budaya integritas yang lebih baik di Indonesia. πŸ€πŸ’―
 
Gue rasanya KPK ini gak sabar-sabar ya? Siapa tahu gue salah juga sih, tapi ini bikin gue penasaran banget. Apa itu lingkaran setan yang bikin pejabat ini cari uang sih? Gue pikir itu kayak ngeluh kecanduan aja... πŸ€” dan cara mengatasinya apa? Gue suka ngobrol aja, tapi ini gak ada jawabannya...
 
Aku pikir ada sesuatu yang tidak beres di sini... KPK itu bukan cuma sekedar mengumpulkan bukti-bukti kejahatan aja, tapi juga nambahin sendiri kontolnya. Mereka nggak hanya menangkap pejabat DJBC, tapi juga melibatkan orang dalam pemerintahan yang lain... Ini bukannya konflik kepentingan ya? Kemudian, apa yang di maksud dengan "lingkaran setan" itu? Ada sesuatu yang lebih besar dari ini yang bermain di balik layar, jangan salah paham aku ya...
 
Gue penasaran banget dengan cara KPK ngerampok pejabat DJBC, eh ternyata ada banyak pertemuan mereka dengan orang di luar negeri yang menggunakan teknologi digital buat mengurangi korupsi πŸ˜‚. Gue setuju bahwa integritas dan ketepatan dalam seleksi punya peran penting dalam mencegah suap dan gratifikasi. Tapi, gue juga pikir gini, kalau ada lingkaran setan yang berputar di sekitar wilayah impor barang, itu bukan masalah teknologi atau sistem, tapi masalah kebodohan dan kurangnya kompetensi pejabatnya πŸ€¦β€β™‚οΈ.
 
Saya rasa ini kayak adegan di TVRI masa lalu, kenapa lagi ada kasus korupsi nih? Saya ingat saat masih kecil, saya dengar dari ibu saya tentang kasus-kasus korupsi yang terjadi di masa lalunya. Ibu saya bilang bahwa itu seharusnya tidak terjadi lagi karena kita Indonesia yang pintar dan bijak. Tapi nih, sering kali aku lihat bahwa orang yang dipilih untuk mengurus uang negara masih ada yang jujur dan masih ada yang korup. Saya rasa yang penting adalah kita harus selalu ingat tentang nilai-nilai kejujuran dan integritas, agar tidak seperti saat ini.
 
aku pikir kalau ada pengaruh dari kelompok-kelompok kaya yang suka menguasai sistem impor barang ini, tapi siapa tahu benarnya ada faktor lain ya... aku juga rasanya perubahan ini terlalu cepat, mungkin ada agenda tertentu yang ingin dicapai di balik ini...
 
Ggk percaya sih, sampai kapan korupsi masih berlanjut? 6 orang punya kejahatan yang jelas tapi masih ada banyak lagi yang juga cari uang dengan cara yang sama πŸ€¦β€β™‚οΈ. Saya pikir itu karena sistemnya masih lemah, ada manyika2an dan praktik korupsi yang sudah lama berlangsung di Indonesia. Tapi kalau kita nggak serius dalam mengatasi masalah ini, maka hasilnya gak akan berbeda πŸ™„. Dan yang terpenting, integritas pejabat itu bukanlah hal sederhana untuk ditanamkan, perlu banyak waktu dan usaha πŸ’ͺ.
 
Gue pikir perlu diimpor teknologi digital lebih cepat buat mengurangi praktik korupsi di DJBC, kayaknya makin mudah banget bawa uang saku di luar negeri πŸ€‘. Tapi, sebenarnya yang penting buat gue adalah apa hasilnya dari perubahan ini? Gue harap bisa melihat pejabat-pejabat ini tidak lagi jebak dalam lingkaran korupsi setan yang bikin mereka cari uang saku. Integritasnya harus dijadikan prioritas terlebih dahulu, kayaknya gak ada salahnya jika mereka punya kekhawatiran hari tua, tapi bukan cara cari uang ilegal πŸ˜•.
 
Gue pikir ini kayak situasi di mana gue harus membeli pulsa sebelum bisa bisa nge-surf internet, ya! Tapi serius, kalau ada pejabat yang suap dan gratifikasi itu tapi masih banyak pertemuan dengan orang lain di luar negeri? Maksudnya apa sih? Apakah mereka benar-benar tidak punya integritas?

Gue rasa yang salah bukan kekhawatiran hari tua atau biaya hidup yang kurang, tapi apakah ada lagi hal yang membuat kita suka melarikan diri ke suap dan gratifikasi ini? Dan apa dengan sistem perubahan yang dilakukan saat ini? Mungkin saja 10-20 tahun lagi gue masih ngerjai dengan masalah ini...
 
kembali
Top