KPK menetapkan enam pejabat Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai tersangka dalam perkara suap dan gratifikasi impor barang. Ketua Fraksi Golkar MPR RI, Melchias Markus Mekeng, menyatakan bahwa terjadinya ini sebesar-besarnya disebabkan oleh integritas orang tersebut dan masih banyak pertemuan orang dengan orang di luar negeri yang mengandalkan teknologi digital untuk mengurangi praktik korupsi.
Mekeng menilai bahwa ada beberapa faktor yang membuat pejabat ini melakukan suap, seperti kekhawatiran jaminan hari tua dan biaya hidup yang tidak memadai. Ia menyebutkan bahwa ada lingkaran setan yang berputar di sekitar wilayah impor barang yang membuat pejabat ini cari uang untuk simpan buat hari tua.
Namun, Mekeng juga menilai bahwa perubahan sistem yang dilakukan saat ini mungkin akan terlihat hasilnya 10 atau 20 tahun lagi. Ia menyebutkan yang terpenting ditanamkan adalah integritas dari masing-masing pejabat, baik dari awal maupun dalam proses seleksi.
Mekeng menilai bahwa ada beberapa faktor yang membuat pejabat ini melakukan suap, seperti kekhawatiran jaminan hari tua dan biaya hidup yang tidak memadai. Ia menyebutkan bahwa ada lingkaran setan yang berputar di sekitar wilayah impor barang yang membuat pejabat ini cari uang untuk simpan buat hari tua.
Namun, Mekeng juga menilai bahwa perubahan sistem yang dilakukan saat ini mungkin akan terlihat hasilnya 10 atau 20 tahun lagi. Ia menyebutkan yang terpenting ditanamkan adalah integritas dari masing-masing pejabat, baik dari awal maupun dalam proses seleksi.