PDIP Nilai Pilkada Lewat DPRD Bentuk Pengebirian Hak Politik Rakyat

Bentuk Pengebirian Hak Politik Rakyat: Wacana Pilkada Lewat DPRD Ditolak

Kesatuan politik Partai Demokrat (PDI Perjuangan) menolak wacana pembentukan pemilihan umum di tingkat Daerah Pembangunan Kementerian Desa dan Pendeskapan (DPRD), yang telah menjadi sumber pengebirian hak-hak politik rakyat.

"Menolak Pilkada melalui DPRD, karena itu merupakan pengebirian terhadap hak-hak politik rakyat. Sedangkan Pilkada langsung adalah bentuk dari kedaulatan rakyat yang sebenarnya, keterlibatan rakyat," ungkap Guntur Romli, ketua Partai Demokrat dalam sebuah video.

Wacana Pilkada lewat DPRD, yang disuarakan oleh beberapa partai politik, seperti Gerindra, Golkar, PAN, PKB, dan NasDem, dianggap sebagai bentuk pengebirian hak-hak politik rakyat. Menurut Guntur, perlu partai-partai fokus membantu mengatasi bencana di Sumatra.

"Kok tega-teganya memperbincangkan soal Pilkada yang masih jauh? Kenapa partai-partai politik saat ini tidak fokus saja ke penanggulangan bencana?" katanya.

Wacana Pilkad melalui DPRD menimbulkan kemarahan rakyat, sehingga perlu ada kesadaran dan partisipasi masyarakat yang lebih tinggi dalam pembicaraan tentang pengembangan pemerintahan daerah.
 
kaya gampang aja untuk membalas dendam bulekan partai politik ya, tapi klo dibawa ke DPRD sinyalnya apa? kalau tidak ada konseptu Pilkad yang jelas siapa yang ngerasa gini? partai politik ini cuma mau fokus penanggulangan bencana aja, tapi nggak ada hasil yang nyata, ayo buat rakyat lebih sadar dulu!
 
Gue pikir PDI Perjuangan benar-benar berani menolak wacana Pilkada lewat DPRD, tapi gue rasanya ini sama sekali tidak adil. Gue bayangkan kalau di masa lalu kita masih belajar dari guru-guru yang dipilih oleh pemerintah, tapi sekarang kita sudah bisa memilih sendiri siapa yang akan mengajar kita!

Gue buat sketsa seperti ini untuk menjelaskan pikirannya
```
+---------------+
| Pilkada |
| melalui |
| DPRD |
+---------------+
|
|
v
+---------------+
| Pengebirian|
| Hak Politik|
| Rakyat |
+---------------+
```
Gue rasa kalau PDI Perjuangan harus lebih fokus pada penanggulangan bencana, bukan hanya tentang negosiasi dengan pemerintah.
 
Pikirannya juga salah, ya! Wacana Pilkada lewat DPRD justru buat rakyat semakin penasaran siapa yang bakal mengambil alih kekuasaan, tapi nggak ada hasil apa pun dari itu, gini aja. Sementara itu, pilkada langsung di Daerah Pembangunan Kementerian Desa dan Pendeskapan (DPRD) itu sebenarnya sudah lama dibicarakan, padahal bencana yang terjadi masih belum teratasi...🤔
 
😒 apa sih logika nih? kalau kita already punya pilkada langsung, kenapa lagi kita perlu bikin pilkada lewat DPRD? itu seperti mencoba bongkar es yang sudah dipanen 🤔. guntur romli udah bilang benar-benar apa, partai-partai politik hanya fokus buat ngelagukan rakyat aja, padahal kita butuh penanggulangan bencana 🌪️. gimana kalau kita fokus sini, kaya kayaknya pilkada langsung udah cukup, dan kita butuh lagi cara yang berbeda? 😒
 
Oke jadi apa sih yang terjadi disini 🤔? Partai Demokrat nggak setuju dengar wacana Pilkada melalui DPRD, tapi aku rasa mereka juga punya masalah sendiri. Jika mau partai-partai fokus pada penanggulangan bencana, bukan jadi ngeliat-ngeliat aja 🤷‍♂️. Maksudnya, Pilkada melalui DPRD sih mungkin bikin pengebirian hak-hak politik rakyat, tapi bagaimana kalau aku bisa membantu masyarakat Sumatra langsung? Aku bayangin dulu saat-saat kita masih belajar di sekolah, guru-guru selalu bilang "tindakan berkelanjutan" 🤝. Jadi, apa yang kita lakukan sekarang itu bukan tindakan berkelanjutan? Kita harus fokus pada hal-hal penting seperti penanggulangan bencana dan pembangunan daerah, bukan hanya membicarakan soal Pilkada yang masih jauh 🗓️.
 
🤦‍♂️😒 DPRD gak bisa ngabisin hak-hak rakyat, kan? 🙅‍♂️ Mereka harus fokus membantu perbaiki infrastruktur dan penanggulangan bencana 😊 [GIF: Kuda terbang](https://i.giphy.com/giphy.gif)
 
Pikiranku adalah kalau siapa pun yang berbicara soal pilkada harus fokus juga ke penanggulangan bencana, bukan hanya sekedar diskusi yang berlebihan 😊. Kenapa para pemimpin politik jadi begitu kewalahan untuk mendiskusikan hal ini? Saya pikir mereka harus lebih peduli dengan isu-isu rakyat di hari-hari sehariannya, bukan hanya sekedar berbicara di platform publik 🤔.
 
aku pikir ini sangat ngomong-omongan! kenapa gampangnya mereka memperbincangkan hal penting seperti pilkada lewat DPRD? jangan terus membuang-buang waktu orang Indonesia dengan omong-omongan yang tidak bermakna. yang penting adalah memberikan solusi untuk masalah-masalah di masyarakat, bukan hanya berbicara-bicara! 🙄
 
kembali
Top