Parpol Didesak Benahi Kaderisasi usai Sudewo-Maidi Kena OTT KPK

Korupsi Pemilihan: Partai Dinilai Kurang Berhati-hati dalam Seleksi Kaderisasi, Menurut ICW.

Banyak kepala daerah di Indonesia yang terjebak kasus korupsi. Di antaranya Wali Kota Madiun dan Bupati Pati yang baru saja ditangkap Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Sebelumnya, mereka sudah menjadi tersangka dalam kasus korupsi.

Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak partai politik segera melakukan reformasi tata kelola di dalam proses rekrutmen dan kaderisasi calon kepala daerah. Menurut staf advokasi ICW, Siera Tamara, mekanisme kaderisasi dan pendidikan politik oleh partai tidak dijalankan secara serius.

"Mekanisme kaderisasi dan pendidikan politik tidak dijalankan secara serius oleh partai. Yang menjadi fokus utama adalah kepentingan untuk menang pemilihan dan mengamankan jabatan tanpa memperhatikan kapabilitas dan rekam jejak kandidat," kata Siera dalam keterangannya yang dikutip Sabtu (24/1/2026).

Siera menyebutkan bahwa dampaknya, kandidat yang diusung pun cenderung hanya mengandalkan popularitas tanpa pengalaman relevan dan jaminan integritas. "Dampaknya, kandidat yang diusung pun cenderung hanya mengandalkan popularitas tanpa pengalaman relevan dan jaminan integritas," kata Siera.

Dalam kasus Maidi dan Sudewo, KPK menduga praktik korupsi terjadi dalam sektor pengadaan barang dan jasa serta penyalahgunaan dana corporate social responsibility (CSR).

Mendesak pemerintah dan partai politik untuk melakukan pembenahan menyeluruh, ICW menyarankan reformasi tata kelola partai, perkuat dan pemisahkan fungsi pengawasan internal daerah dari kekuasaan kepala daerah serta menjadikan Kelompok Kerja Pemilihan sebagai unit yang independen.
 
Makasih banget ICW udah bilang benar-benar apa yang terjadi di Indonesia, tapi kadang aku masih merasa kabur bagaimana bisa partai politik bisa jadi begitu tidak berhati-hati dalam seleksi kaderisasi... πŸ€” Mungkin karena banyak dari mereka hanya fokus pada cara menang saja, dan bukan tentang bagaimana memberikan pengalaman yang baik bagi daerah. Saya rasa itu yang membuat banyak kepala daerah di Indonesia terjebak kasus korupsi seperti yang ada di Madiun dan Pati. Dan sekarang kita harus meminta partai politik untuk melakukan reformasi tata kelola, jangan hanya sekedar mengatakan tapi lakukan aja... πŸ™
 
[ Gambar GIF: Wali Kota Madiun dengan mata penjara ] πŸ€¦β€β™‚οΈ

[ Gambar GIF: Kandidat politik memakai topi dengan tulisan "Saya hanya mengandalkan popularitas" ] 😴

[ Gambar GIF: Partai politik dengan logo yang terlalu serupa dan kurang berbeda ] πŸ“

[ Animasi GIF: Uang yang jatuh dari langit ke tanah, simbol korupsi ] πŸ’Έ
 
Maksudnya kayaknya di partai itu harus ada perubahan yang jadi prioritas adalah kemampuan kandidat, siapa pun dia. Kalau demikian saja bisa mengurangi kasus korupsi di daerah, kan? Dan juga kayaknya ada sistem pengawasan yang lebih baik, jadi tidak ada lagi kasus seperti Wali Kota Madiun dan Bupati Pati. Saya rasa itu adalah langkah yang serius dari partai politik, tapi harus segera dilakukan juga.
 
Makasih informasinya tentang kasus korupsi di daerah-daerah. Tampaknya masih banyak partai politik yang kurang berhati-hati dalam seleksi kaderisasi. Mereka fokus pada kepentingan untuk menang pemilihan, tapi lupa memperhatikan kapabilitas dan rekam jejak calon kandidat πŸ€”. Ini bisa jadi menyebabkan hasilnya tidak optimal, seperti apa yang terjadi di Maidi dan Sudewo. Mungkin partai-partai politik perlu melakukan reformasi tata kelola dan memperkuat fungsi pengawasan internal daerah untuk mencegah kasus korupsi seperti ini kembali terjadi πŸ“ˆ.
 
Jadi siapa yang bilang korupsi punya solusi? Mereka punya rekomendasinya, tapi apa kabar hasilnya? Partai harus jujur, bukan? Kalau tidak, bagaimana mungkin mereka bisa yakin bahwa mereka benar-benar mengusung calon yang terbaik? Saya pikir kalau ada kecurangan di dalam pilihan umum, itu berarti kita semua kalah.
 
ini nggak bisa tidak percaya lagi sama korupsi di Indonesia :(. ada banyak kasus korupsi yang menyinggung perut, mulai dari Wali Kota Madiun sampai Bupati Pati, mereka semua punya masalah sama-sama korupsi. tapi apa yang paling serius sih adalah bagaimana partai politik kita ini kurang berhati-hati dalam seleksi kaderisasi. mecanaisme ini jangan dijalankan dengan serius, fokus utama adalah kepentingan untuk menang pemilihan dan mengamankan jabatan tanpa memperhatikan kapabilitas dan rekam jejak kandidat.

gampang banget sih, partai hanya ingin mengusung kandidat yang populer saja, tanpa pengalaman relevan dan jaminan integritas. ini bukan cara yang baik untuk memilih kepala daerah, kita perlu lebih teliti dan bijak dalam proses seleksi.

saya harap pemerintah dan partai politik dapat memperbaiki hal ini dengan melakukan reformasi tata kelola dan meningkatkan pemisahan fungsi pengawasan internal. itu diharapkan bisa mencegah korupsi lebih lanjut.
 
πŸ€” Gue rasanya kalau forum ini banyak sekali orang yang bingung tentang korupsi di Indonesia. Kepala daerah dan Bupati yang ditangkap, itu memang membuat kita merasa tidak nyaman. Tapi, apa yang bisa dilakukan sekarang? πŸ€·β€β™‚οΈ

Gue pikir partai politik harus lebih teliti dalam seleksi kaderisasi. Jangan hanya fokus pada popularitas, tapi juga perlu mempertimbangkan kapabilitas dan rekam jejak kandidat. Itu yang penting untuk membuat pemerintahan yang baik. 🀝

Tapi, forum ini sendiri gue pikir tidak bisa banyak membantu. Siapa pun yang bertanya di sini, harus lebih teliti dalam memilih topiknya. Misalnya, gue pertanyakan apa aja kalau partai politik tidak mau melakukan reformasi tata kelola? Apakah kita harus menunggu hingga ada korupsi lagi? πŸ€”

Gue ingin forum ini bisa menjadi tempat yang lebih baik untuk membahas isu-isu seperti ini. Jangan hanya tentang kejadian-kejadian korupsi, tapi juga tentang bagaimana kita bisa membuat perubahan positif. πŸ’‘
 
Pernah pikir siapa nanti bakal jadi wali kota madiun atau bupati pati? Kalau mereka udah terjebak kasus korupsi, berarti proses seleksi pun tidak serius. Partai harus memperhatikan pengalaman dan integritas kandidat, bukan hanya popularitas aja. Makanya ICW mengutuk partai yang tidak profesional dalam seleksi kaderisasi.
 
Maksudnya apa nih? Partai politik itu kayak gampangnya bisa korupsi dan tidak ngatur diri sendiri dalam seleksi kaderisasi. Siera Tamara, orang dari ICW itu benar-benar cerdas banget. Kita harus makin teliti lagi dalam memilih calon kepala daerah agar tidak ada yang jebak kasus korupsi. Yang jadi masalah adalah partai politik kayaknya tidak peduli dengan kepentingan masyarakat, tapi hanya peduli dengan kepentingan mereka sendiri untuk tetap naik ke puncak. Kita harus makin berhati-hati dalam memilih pemimpin yang bisa membawa perubahan positif bagi masyarakat, bukan sekedar ingin tetap di jabatan mereka πŸ€”
 
rasanya kayaknya di Indonesia kurang fokus pada reformasi internal partai politik ya πŸ€”. kalau saja mekanisme kaderisasi dan pendidikan politik dijalankan dengan serius, mungkin tidak banyak kasus korupsi seperti yang terjadi saat ini. tapi apa yang bisa dilakukan? pertama, perlu ada transparansi dalam proses rekrutmen calon kepala daerah, misalnya diunggahkannya profil latar belakang calon kandidat dan rincian keuangan mereka. kedua, perlu partai politik yang bijak dalam memilih calon kaderisasi, bukan hanya berdasarkan popularitas saja πŸ€·β€β™‚οΈ.
 
kaya gampang banget deh korupsi di Indonesia πŸ™„. partai politiknya jadi omong kosong aja, kan? siapa yang memilih kepala daerah itu, kayaknya hanya karena popularitas aja, bukan karena bisa mengelola daerah dengan baik πŸ’ͺ. aku rasa ICW benar banget, mekanisme kaderisasi dan pendidikan politik harus dijalankan secara serius, jangan cuma untuk kepentingan pribadi aja πŸ™. kita pero-poro banget kalau partai politik kita tidak mau perubahan πŸ€¦β€β™‚οΈ. mending segera lakukan reformasi tata kelola, biar korupsi bisa dihentikan 🚫
 
korupsi lagi nih... semoga pemerintah dan partai politik bisa buat reformasi yang serius, ya! tapi apa yang diharapkan sih? partai harus buat reformasi di dalam sendiri dulu, jangan ngaruhin kaderisasi aja. kalau mau perubahan, harus mulai dari partai, bukan dari pemerintah. dan apa yang diharapkan sih hasilnya? pemerintah harus tahu, bagaimana caranya mengatasi korupsi di daerah. harus ada solusi yang jelas, ya!
 
Kalau udah ada kasus korupsi di kalangan kepala daerah, pasti harus jujur banget siapa-siapa yang terlibat. Mungkin ini bisa menjadi pelajaran bagi partai politik, khususnya saat proses rekrutmen calon kepala daerah. Saya pikir penting juga buat kita jaga integritas dan etika, tidak hanya di kalangan politisi tapi juga di kalangan masyarakat. Jadi, kita bisa melihat ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki sistem, bukan membuat masalah semakin buruk 😊
 
πŸ€” siapa nonton kasus korupsi di Indonesia ini? rasanya terlalu sering, kayaknya perlu reformasi di setiap partai politik πŸ’ͺ. mekanisme kaderisasi dan pendidikan politik seharusnya lebih serius, jangan hanya fokus pada popularitas aja πŸ€·β€β™‚οΈ. kalau tidak, hasilnya seperti Maidi dan Sudewo, yang salah paham dari kepentingan dan jaminan integritas 🚨. harus ada pengawasan internal yang baik dan independen untuk mencegah praktik korupsi seperti ini 🎯.
 
Makanya kita terus sengaja masuk ke dalam lingkaran korupsi seperti ini? Kita selalu bercanda-bercanda, lupa bahwa ada batasan yang harus dipenuhi dalam menjalankan tugas sebagai kepala daerah πŸ€”. Partai politik itu keren-kerenan, tidak mau mengubah diri untuk lebih baik. Kita tidak mau mengakui bahwa kita salah, kan? πŸ™…β€β™‚οΈ Jadi, bagaimana caranya kita bisa belajar dari kesalahan ini dan menjadi lebih bijak dalam memilih pemimpin yang tidak hanya menang atas popularitas tapi juga memiliki integritas yang solid πŸ’ͺ.
 
papanya ini korupsi di daerah banyak banget kan? tapi apa yang bisa dilakukan? kalau partai politik tidak mau reformasi, maka harus ada pemerintah atau lembaga lain yang mengawasi dan memantau. tapi saya pikir kalau ini solusinya bagaiapa? kudu ada orang yang terlalu bersemangat dan ingin mengubah sistem tapi juga harus bisa menyelesaikannya dengan cerdas. kayaknya tidak bisa dipprediksi siapa yang akan menjadi penyelamat di sini πŸ€”πŸ‘€
 
kembali
Top