OTT Hakim Depok Bermula dari Percepatan Eksekusi Lahan di Tapos

Kasus korupsi di PN Depok, Jawa Barat, bermula dari permohonan PT Karabha Digdaya untuk melaksanakan eksekusi pengosongan lahan. PT Karabha Digdaya adalah perusahaan anak Kementerian Keuangan yang memenangkan sengketa lahan dengan masyarakat sejak 2023.

Pada 14 Januari 2026, PN Depok mengajukan putusan eksekusi pengosongan lahan. Namun, hingga Februari 2025, eksekusi tersebut belum dilaksanakan. Pihak PT Karabha Digdaya dan masyarakat melaporkan hal ini kepada KPK.

Dalam perkembangannya, PN Depok meminta YOH sebagai Juru Sita untuk bertindak sebagai satu pintu yang menjembatani kebutuhan PT Karabha Digdaya dengan PN Depok. Pada 6 Februari 2026, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap tujuh orang terkait dugaan korupsi dalam pengurusan perkara sengketa lahan.
 
Aku pikir itu salah satu contoh bagaimana sistem hukum Indonesia masih bisa berjalan dengan baik 🙏! Dulu, masyarakat sekitar Depok benar-benar tidak tahu apa yang terjadi karena tidak ada informasi yang jelas tentang sengketa lahan. Tapi kemudian, PN Depok meminta YOH untuk menjadi juru sita dan berusaha menjembatani kebutuhan PT Karabha Digdaya dengan PN Depok 🤝. Itu menunjukkan bahwa semua pihak sedang berusaha bekerja sama untuk mencapai hasil yang baik 😊. Dan terakhir, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) untuk mencegah dugaan korupsi dalam pengurusan perkara sengketa lahan 🚔. Aku rasa itu semua bisa menjadi contoh bagaimana kita bisa belajar dari kesalahan di masa lalu dan berusaha semakin baik di masa depan 💪!
 
Maksudnya lagi pemerintah hanya ingin menguntitkan korupsi, tapi apa yang dibawa? Hanya semata-mata untuk menjaga kesembilan kembali berjalan. Nah, kalau benar-benar ada korupsi, itu sama saja bisa dijalankan oleh siapa pun. Tapi aku pikir ini hanya kejadian biasa-biasa saja, bukan kasus yang cukup besar... 😒
 
ini kabar korupsi lagi-lagi di PN Depok 🤕. aku rasa makanya kita harus lebih hati-hati ketika melakukan hal apa pun, lho. kalau kita tidak bertanggung jawab, siapa tahu apa yang bisa terjadi? tapi sepertinya korupsi ini masih sangat serius, tapi aku harap YOH bisa membantu menjawabnya dengan lebih cepat 💪. dan dari sini, aku berharap kita semua bisa belajar dari kesalahan-kesalahan tersebut agar tidak terulang lagi di masa depan 🤞.
 
Gue pikir ini bule-bulean banget! PN Depok jadi bingung lagi sama PT Karabha Digdaya, gak punya arah ya? Kenapa lagi kasus korupsi terus datang seperti tsunami di Indonesia? Masyarakat sejak 2023 udah lama nyanggeng kejar PT Karabha Digdaya, tapi apalagi kini! Gue rasa ini harus dihentikan sekarang juga, jangan sampai lembek jadi gitar korupsi lagi. 🚫💸
 
Korupsi diPN Depok itu makin jelas, tapi kita juga harus pikir tentang peran kita sendiri. Jika kita ingin perubahan besar, kita harus mulai dari diri sendiri. Kita tidak bisa menuntut orang lain untuk berubah jika kita belum berubah terlebih dahulu.

Kita harus ingat bahwa setiap keputusan yang kita ambil memiliki efek yang dapat merespons dan mempengaruhi orang lain. Jadi, sebelum kita menyerukan perubahan, kita harus pastikan diri sendiri sudah telah berubah. Kita tidak boleh hanya menyalahkan orang lain karena tidak melakukan sesuatu, tapi kita harus bersikap lebih baik untuk menjadi contoh bagi orang lain.
 
Aku rasa kasus ini mirip banget dengan kasus yang pernah ada di tahun 90-an, yakni kasus korupsi tanah di Bogor. Pernah aku dengar siapa pun yang mau ambil eksekusi pengosongan lahan harus membayar banyak uang, tapi ternyata banyak orang yang mencuri uang yang bukan milik mereka sendiri. Aku khawatir kasus ini akan menjadi contoh bagi masyarakat, jadi kita harus waspada ya! 🤔
 
Gak nyaman nih, korupsi lagi-lagi bikin bingung sih. Apalagi dari perusahaan anak Kementerian Keuangan yang kayaknya bisa lebih baik lagi dalam mengurus pekerjaannya... 😐 Silakan buat operasi tangkap tangan itu, harap diajak kembali tangan dan pikiran yang jujur, supaya korupsi tidak terus berlanjut ya...
 
Wah, kalau lihat kasus ini, gue pikir kaya seru banget... tapi juga sedikit kecewa. Kamu lihat PT Karabha Digdaya, perusahaan anak Kementerian Keuangan yang sukses memenangkan sengketa lahan dengan masyarakat, lalu malah membuat masalah semakin berat dengan tidak melaksanakan eksekusi pengosongan lahan.

Gue rasa kalau ini seharusnya jadi contoh bahwa sistem hukum kita gak bisa dipercaya... tapi, yang terjadi adalah kPK mulai ambil tindakan, dan akhirnya YOH bertindak sebagai Juru Sita untuk menjembatani perbedaan antara PT Karabha Digdaya dan PN Depok.

Tapi, siapa tau gue salah dalam analisa... yang jadi jelas adalah sistem hukum kita gak sempurna, tapi malah ada tindakan yang diambil untuk memperbaikinya 😐
 
Aku think ya kalau PN Depok memang salah bisa nggak ngambil keputusannya langsung sejak awal, apa tidak? Mereka jadi makin lama berlama-lama, akhirnya korupsi ini mulai sembarangan. Dan kalau KPK terus membiarkan hal ini berlangsung maka mau tidak, sistem korupsi ini makin kuat aja... 🤔💡
 
Korupsi di PN Depok, jelas-jelas perlu diantisipasi sejak awal, tapi kalau harus benar-benar, ya kalau YOH itu sebagai Juru Sita, apa artinya ada perbedaan besar antara PT Karabha Digdaya dengan PN Depok? Apakah tidak sama-sama ingin mendapatkan uang dari sengketa lahan? Saya pikir ini bukan hanya masalah korupsi, tapi juga soal kepatuhan dan transparansi dalam pengelolaan sumber daya pemerintah. Kalau di Indonesia masih banyak lagi kasus seperti ini, pasti akan terus-menerus timbulnya polemik tentang integritas pemerintahan.
 
Gue pikir jadi bukti korupsi sudah mulai keluar. Kalau PN Depok meminta YOH sebagai Juru Sita untuk membantu PT Karabha Digdaya, itu bisa berarti ada sesuatu yang tidak beres di dalamnya. Tapi gue juga penasaran, kenapa dulu mereka nggak lakuin eksekusi pengosongan lahan? Tunggu sampe koran korupsi keluar dan kabar nyaman si PT Karabha Digdaya aja. Gue jadi curious nih, apa yang sebenarnya terjadi di balik layar ini 🤔
 
Gue pikir jadi kayak apa sih? PN Depok mau langsung ajukan putusan eksekusi tanpa selesai kasus sengketa lahan terlebih dahulu... Gue rasa gini seperti kalau dikejar, tapi kira-kira punya tiket keluar dulu... Korupsi lagi, tapi siapa yang tahu apa benarnya, mungkin ada logika di balik semuanya...
 
Saya rasa paham kok, kenapa di Depok begitu banyak kasus korupsi ini. Di jaman sekarang yang udah sering banget nyanyi 'Indonesia Kembang' aku pikir harus ada usaha untuk mencegah terjadi kasus seperti ini juga.
 
Bisanya kalau ada kasus korupsi di PN Depok, aku rasa makin keberatan. Pertama-tama, PT Karabha Digdaya sudah menang sengketa lahan dengan masyarakat sejak 2023, nggak bisa mau eksekusi pengosongan lahan? Tapi kemudian ada hal yang tidak beres, putusan eksekusi pengosongan lahan dikeluarkan, tapi belum dilaksanakan hingga Februari 2025.

Aku pikir itu sudah jelas sih, kenapa lagi diantara pihak PT Karabha Digdaya dan masyarakat ada yang melaporkan hal ini kepada KPK? Kalau bukan karena korupsi, aku rasa nggak apa-apa lagi. Tapi sekarang ada YOH yang diutus sebagai Juru Sita untuk menjembatani kebutuhan PT Karabha Digdaya dengan PN Depok, itu kalau tidak salah lagi kasus korupsi?

Aku rasa pihak PN Depok harus lebih transparan dan jujur tentang apa yang sedang dilakukan, dan juga harus memastikan bahwa eksekusi pengosongan lahan sebenarnya dilaksanakan sesuai dengan putusan yang dikeluarkan. Karena kalau tidak, itu bisa membuat masyarakat kecewa dan nggak percaya lagi pada pihak PN Depok.
 
Pernah naksir siapa? Kasus ini jadi semacam cerita "gadis kejutan" ya, tapi di balik cerita yang lucu itu, ada hal-hal yang kurang beres. Nah, salah satu dari masalahnya adalah bagaimana PN Depok bisa mengajukan putusan eksekusi pengosongan lahan tanpa harus membuka acara yang benar-benar sesuai dengan prosedur? Jadi, kalau dihitung-hitung, itu kalau tidak dilaksanakan, apa lagi kekayaan negara yang ada di dalamnya? Kemudian, saya penasaran, bagaimana bisa PT Karabha Digdaya bisa begitu suka diputuskan kembali oleh PN Depok. Seperti, siapa yang mengatakan kalau PN Depok lebih baik dari PT Karabha Digdaya?

Dan yang paling keren adalah YOH yang ngebawa masalahnya dengan satu pintu dan berhasil membuat keputusan ini. Nah, saya pikir itu adalah contoh bagus dari cara kerja YOH dalam mengatasi suatu permasalahan yang sangat rumit seperti ini.
 
Kalau siapa yang tahu apa yang sebenarnya terjadi di PN Depok, tapi kayaknya ada masalah korupsi, ya? 🤔 PT Karabha Digdaya harus jujur kapan aja mereka mau eksekusi pengosongan lahan, karena ini sudah berlama-lama. Dan YOH dari PN Depok yang jadi Juru Sita, mungkin mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi belum ngomong apa-apa. 🤷‍♂️
 
Kalau gini happen di PN Depok, berarti ada yang salah. Nah, saya pikir ini bukan soal korupsi korban, tapi korupsi pelaku ya! 🤔 PT Karabha Digdaya dan PN Depok sama-sama naksah, tapi siapa yang lebih cepat mau buang keterlibatan korupsi? Jadi, saya rasa YOH sebagai Juru Sita harus tegas banget, tidak boleh jadi pihak penengah. Kalau mereka mau buang korupsi, harus ada ujaran tegas dari KPK dan YOH. Saya pikir ini bukan soal politis, tapi soal integritas pemerintahan ya! 🇮🇩
 
Aku rasa kasus ini bikin kekecewa banget. PN Depok dan KPK malah menangkap tujuh orang terkait korupsi, tapi siapa yang tahu apa benar apa salahnya? Aku pikir lebih baik jika KPK fokus pada penyelesaian sengketa lahan itu, bukan menangkap orang-orang kejalan. Kalau ingin benar-benar menghukum korupsi, harus ada bukti yang cukup, tidak boleh terus-menerus menangkap orang tanpa bukti yang jelas 😒.
 
Wahhh, ini udah masalah yang serius banget! PT Karabha Digdaya dan PN Depok, kan sama-sama tidak ingin eksekusi pengosongan lahan itu dilaksanakan? Dan kemudian pihak KPK ambil tindakan OTT... aku rasa semuanya harus berjalan dengan lebih transparan dan jelas, biar bisa memastikan apa yang terjadi dengan sengketa lahan ini.
 
kembali
Top