OJK Kembalikan Rp161 Miliar Dana Hasil Penipuan ke Korban

Pemerintah berhasil mengembalikan dana Rp 161 miliar kepada ratusan ribu korban penipuan keuangan. Penyerahan ini dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Satgas Pasti dan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC). Friderica Widyasari Dewi, kepala eksekutif pengawas perilaku usaha jasa keuangan, edukasi, dan perlindungan konsumen OJK, menyatakan bahwa sinergi antarlembaga telah membantu dalam mengembalikan dana tersebut.

Dalam beberapa minggu terakhir, OJK telah menerima laporan sebanyak 432.637 pengaduan terkait penipuan keuangan, dan 397.028 rekening telah diblokir karena aktivitas penipuan. Total kerugian masyarakat yang dilaporkan mencapai Rp9,1 triliun.

Friderica menekankan bahwa kejahatan scam telah berkembang menjadi jaringan lintas negara dengan modus yang semakin kompleks. Ia juga menegaskan komitmen untuk tidak membiarkan kejahatan ini dan para korban.

Penipuan yang paling banyak dilaporkan masyarakat adalah penipuan transaksi belanja, diikuti oleh penipuan impersonation atau penyamaran, penipuan investasi, penipuan lowongan kerja, serta penipuan via media sosial.
 
ini kabar baik juga ya... kalau tidak ada kejahatan scam, rasanya tidak ada kemajuan di dunia ini 🤝. tapi kayaknya pemerintah sudah berhasil mengembalikan dana Rp 161 miliar kepada korban penipuan keuangan itu. harusnya nanti korban bisa lebih tenang dan bisa fokus pada hal lain ya... semoga giliran korban lain yang masih terkena bisa mendapatkan bantuan seperti ini 🤞.
 
Gue senang dengerin kabar bahwa pemerintah berhasil mengembalikan uang bagi korban penipuannya 🙌. Tapi gue rasa harus ditanya, siapa yang di balas biaya ngeri ini? Gue khawatir kalau sistem ini hanya sekedar membersihkan nama baik saja, tapi tidak ada yang benar-benar terlibat dalam kasus tersebut 😒. Dan gue juga pikir modus penipuannya semakin kompleks, itu berarti kita harus lebih hati-hati saat ngerjain online ya 🤔. Gue harap pemerintah bisa melanjutkan upaya ini dengan lebih kuat dan terkoordinasi, agar tidak ada lagi korban 😞.
 
Gue pikir ini udah pas banget ari pemerintah bisa mengembalikan dana yang dibobol korban penipuan keuangan. Seperti gue bilangnya, sinergi antarlembaga di OJK itu benar-benar membantu. Aku senang melihat bahwa mereka sudah berhasil menerima laporan dari ribuan orang dan melakukan blokir rekening yang terlibat dengan penipuan. Jadi, gak ada kalinya korban lagi kehilangan uangnya.
 
ini itu benar-benar gede, kenapa suka banget korban penipuannya ini, mungkin karena mereka kurang sadar atau kurang berani untuk melawan? tapi memang benar bahwa sinergi antarlembaga sangat penting dalam mengembalikan dana tersebut. kita harus lebih waspada dan terus edukasi diri sendiri tentang cara-cara penipuan keuangan, jadi kalau ada yang curiga pasti buat laporan secepatnya. tapi apa yang bisa kita lakukan lagi untuk mencegah hal ini? memang benar bahwa modus penipuan semakin kompleks, tapi itu juga berarti kita harus lebih kreatif dan cerdas dalam menangani masalah ini...
 
aku pikir kalian harus lebih waspada saat bertransaksi online, especially dengan orang yang nggak kamu kenal. kalau gini dana ratusan ribu korban bisa dikembalikan. tapi gimana caranya sih untuk mencegah penipuan? kita perlu lebih berhati-hati saat memesan barang atau melakukan transaksi online. coba pastikan apa yang nggak kamu kenal itu bukan penipu 😒.
 
Pesan dari orang tua yang aku ketahui adalah kalau kamu terlalu percaya diri dengan membeli produk online, tapi jangan lupa cek asalnya dulu! Scam gampang banget sekarang, mulai dari video yang nggak enak lihat hingga teks pesan yang lucu tapi sepertinya bukan dari orang yang kamu kenal. Aku sendiri pernah terjebak dalam penipuan investasi, tapi setelah aku melakukan riset dan meminta bantuan dari keluarga, aku berhasil mengembalikan uangku. Jadi, jangan takut bertanya atau minta bantuan dari orang lain, kita harus lebih waspada dengan cara-cara penipuan yang mulai sembarangan ini! 😊
 
kembali
Top