Novel Beber 5 Poin Dugaan Penistaan Agama oleh Pandji ke Polisi

Pandji Pragiwaksono, penulis komedi yang sering membicarakan isu-isu sosial dan politik, kini diangkat ke dalam pengadilan karena mengutus-ucapkan kebencian terhadap agama. Warga Metro Jaya telah melaporkan Habib Novel Chaidir Hasan sebagai pelapor terhadap komika tersebut.

Laporan yang dilaporkan Novel berkaitan dengan pertunjukan "Mens Rea" di Netflix, di mana Pandji mengutus-ucapkan bahwa orang yang rajin beribadah tidak selalu baik. Dia menyebutkan bahwa orang yang sering beribadah adalah orang yang "rajin".

Novel menyesalkan materi yang dibawakan Pandji dalam pertunjukan itu dan mengaku telah mengumpulkan lima poin dugaan penistaan agama. Dia bilang, laporan yang dilayangkan bukan didasari sentimen pribadi. Akan tetapi, melainkan bentuk keberatan atas pernyataan yang dinilai melukai perasaan umat beragama.

Novel menyebut bahwa 5 poin dugaan penistaan agama yang dia kumpulkan termasuk narasi Pandji tentang memilih pemimpin berdasarkan ibadah salatnya. Dia mengatakan, "Tapi untuk agama ini sangat sensitif."
 
Saya pikir ini yang salah kan? Mereka bilang bahwa pandji pragiwaksono itu diutus-ucapkan karena mengutus-ucapkan kebencian terhadap agama. Tapi siapa yang bilang kalau dia bukan hanya berbicara tentang hal-hal yang membuat kita semua penasaran? Saya pikir ini salah cari tahu. Kalau begitu, apa yang salah dengan kalimat "orang yang rajin beribadah tidak selalu baik"? Itu hanyalah opini sih, tapi kalau dia bilang itu bukan pilihan orang lain, tapi benar-benar penistaan agama? Saya pikir tidak ada bukti yang cukup. Dan apa sih dengan lima poin dugaan penistaan agama yang Novel kumpulkan? Saya rasa ini hanya untuk menguntuhkan Pandji aja.
 
Maaf ya, aku merasa sedih banget mendengar kabar ini ๐Ÿค•. Aku rasa Pandji Pragiwaksono dihukum terlalu keras karena hanya bicara percaya diri tentang isu sosial dan politik yang penting. Aku pikir itu salah paham, tapi aku juga mengerti betapa sensitifnya topik agama, tapi kita harus bisa membicarakan dengan bijak dan tidak membuat orang lain merasa tidak nyaman. Aku harap novel ini bisa berakhir dengan lebih baik dan Pandji bisa kembali menulis komedi yang membuat kita tertawa ๐Ÿ˜Š.
 
Aku rasa ini bikin kekhawatiran ya... Siapa sih yang bilang apa yang benar dan apa yang salah tentang komedi itu? Aku pikir si Pandji hanya mau memperbincangkan isu-isu sosial dengan cara yang unik, tapi mungkin dia tidak mempertimbangkan bagaimana kata-kata dia akan diterima oleh orang lain... Aku bayak penasaran apa yang sebenarnya terjadi di dalam komedi itu, apakah sih ada kalimat yang benar-benar membuat umat beragama marah? Aku rasa kita harus lebih santai dan tidak terlalu keras pada pendapat orang lain, kan?
 
Makasih, sih... Laporan ini bikin aku penasaran, tapi juga sedikit kecewa. Aku pikir komedian yang baik harus bisa berani membicarakan hal-hal yang tidak menyenangkan, tapi bukan berarti harus mengutus-ucapkan kebencian terhadap suatu agama. Walaupun adegan itu mungkin membuat orang-orang tertinggal, tapi itu bisa juga diartikan sebagai kritik terhadap sistem yang tidak adil, ya? Aku rasa Novel harus lebih fokus pada isu utamanya, bukan hanya mengutus-ucapkan kebencian. Dan si Pandji, dia bisa belajar dari kesalannya... atau mungkin dia sudah belajar, loh ๐Ÿ˜Š.
 
Pandji Pragiwaksono gak boleh ngutar-utari kalimat-kalimat yang membatasi orang lain ngibadah ya? Nah, itu bikin umat beragama jadi malu ngibadah. Kadang kita harus lebih bijak dalam mengekspresikan pendapat kita. Kalau ingin mengkritik sesuatu, pasti harus sambil menyesali kalau kesalannya mempengaruhi perasaan orang lain.
 
Pandji Pragiwaksono itu kayaknya lupa kalau kita Indonesia yang terkenal akrab dengan banyak hal, tapi gini dia bilang orang yang rajin beribadah jadi baik tidak? Siapa tahu dia bermaksud ngomong tentang pentingnya kesetaraan, tapi ternyata kayaknya dia nggak sabar-sabar bicaranya. Saya pikir itu bagian dari komedi dia, tapi aku rasa Novel yang bilang ini kayaknya terlalu sensitif. Aku rasa kita harus bisa menerima ketidaksetujuan orang lain, ya?
 
Wahhhh, gue nggak percaya banget sih! Pengadilan vs Pandji Pragiwaksono? Gue rasa dia harus bisa ngeluh-eh di mana-mana tentang isu-isu sosial dan politik aja, tapi gue jujur, materi komedi dia itu benar-benar nggak sesuai dengan aturan ya! Gue nggak sabar banget untuk melihat apa yang terjadi selanjutnya, apakah Pandji akan dibebaskan atau harus menerima hukuman? Gue rasa ini seperti di dalam drama komedi aja, tapi ternyata benar-benar nyata!
 
heyo bro ๐Ÿค”
pandji kayak gue penasaran apa yang sebenarnya maksudnya nih? dia bilang orang yang rajin beribadah itu badut... tapi siapa tahu dia hanya ingin mengomentar tentang sosial ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ

dulu aku suka menonton "Mens Rea" di Netflix, tapi kalau dipikirkan lagi, mungkin ada sesuatu yang salah dengan cara Pandji mengutus-ucapkan kebencian terhadap agama... tapi siapa tahu dia hanya ingin membantu orang lain berpikir kritis tentang hal-hal yang sensitif ini ๐Ÿค”

novel bilang 5 poin dugaan penistaan agama itu bukan didasari sentimen pribadi... tapi aku rasa kalau ada sesuatu yang salah dengan cara dia mengatakan itu, kayaknya harus lebih teliti dan tidak terlalu cepat menghakimkan orang lain ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ

aku punya ide untuk membuat diagram tentang hal ini... mungkin bisa menggunakan konsep "menara penjara" atau "bentuk koran"... apa kamu mau aku ceritakan ide-ideku? ๐Ÿ˜Š
 
Maaf, aku sengaja jadi target komedi yang bikin orang bingung. Aku pikir apa yang salah dengan Pandji kalau dia hanya bicarakan sesuatu yang membuat kita penasaran? Tapi mungkin itu tidak disukai oleh siapa saja, eh sekarang harus diadili. Aku rasa itu masalah tentang bagaimana cara kita berkomunikasi dengan orang lain. Jika kita tidak bisa berdiskusi secara santai dan jujur, maka kita akan salah paham.
 
Aku pikir kalau komedi itu nggak perlu dipotong-potong seperti ini ๐Ÿค”. Aku sendiri suka nonton "Mens Rea" di Netflix, tapi aku juga paham mengapa warga Metro Jaya terkejut. Cerita Pandji Pragiwaksono tentang orang yang rajin beribadah sebenarnya bisa diartikan sebagai critik terhadap diskriminasi ๐Ÿ™…โ€โ™‚๏ธ. Tapi mungkin kalau dia nggak bilang dengan cara yang tepat, maka bisa jadi orang lain mengerti dengan cara yang sama ๐Ÿ˜Š.
 
kak, ini gini cerita yang paling bikin ketakutan aku dari komedi itu, si Pandji Pragiwaksono nanggung kaya apa aja? aku sengaja ngosipin ke temenku di luar sana kalau ada komika yang bilang orang yang rajin beribadah itu kayaknya bukan yang baik. tapi siapa tahu, aku nggak paham sih bagaimana dia bisa mengutus-ucapkan kebencian terhadap agama. aku pikir si Pandji hanya ngomong santai aja, tapi ternyata ada orang yang bilang itu tidak baik. aku rasa ini kayaknya perlu diatasi dengan lebih hati-hati, tapi aku juga pengen nonton komedi Pandji lagi, apa kamu tahu apa aja komiknya lainnya?
 
Ooohhh, aku rasa ini terlalu sensitive dulu, ya? Si Pandji memang kayaknya sedang mencoba membuat komedi yang serius, tapi ternyata terkesan oleh banyak orang. Aku pikir si Pandji harus bisa berbagi cerita dengan lebih bijak dan tidak menyinggung perasaan agama orang lain. Karena aku rasa agama itu sangat penting bagi banyak orang, kita harus bisa saling menghormati aja. Dan si Novel, dia kayaknya sudah melakukan hal yang benar dengan melaporkan kebenciannya. Tapi aku rasa kita harus bisa berbicara dengan lebih hati-hati dan tidak langsung menyerang orang lain karena alasan agama. ๐Ÿค—๐Ÿ’–
 
Maksudnya, apa salahnya kalau orang-orang itu nggak suka dibilang bahwa orang yang rajin beribadah bukan selalu baik? Sepertinya, Pandji hanya ingin kita pikir kembali tentang hal itu. Saya rasa, warga Metro Jaya yang melaporkan itu mungkin terlalu sensitif tapi gini, kita harus bisa ngobrol tentang hal-hal yang penting tapi mengenai agama juga. Bisa jadi, Pandji hanya ingin kita ngewasihkan pikiran positif yang sebenarnya ada di dalamnya. ๐Ÿ˜Š
 
Maksudnya siapa sih yang perlu diangkat ke pengadilan nih? Kalo udah ngutus-ucapkan opini yang bikin banyak orang kecewa, kapan harus jujur kalau salah sih? ๐Ÿ˜’

Mengenai materi komedi Pandji, aku pikir itu nggak usah terlalu serius, kan? Jadi, rasanya warga Metro Jaya udah sibuk ngadainya, tapi luar biasa aja sih. Aku rasa Nov Novel Chaidir Hasan harus fokus buat apa, ngadain laporan atau nggabungin opini pribadinya? ๐Ÿค”

Aku rasa ini semua udah bikin cerita yang lebih menarik, tapi siapa tahu aku salah, aku nggak punya pengalaman nih. ๐Ÿ™ƒ
 
Gue rasa si komedian itu nggak perlu dihukum, tapi apa yang dia bilang tuh terlalu sensiti... gue pikir dia hanya ingin bikin orang terkejut, sih. Tapi gue juga paham kalau ada orang yang merasa terluka karena kata-kata yang dibawakan. Gue rasa lebih baik jika kita berbicara tentang isu-isu sosial dan politik secara jujur dan tidak memaksakan kepercayaan kita kepada orang lain.
 
waaahhh... apa sih? pertunjukan komedi itu udah jadi isu yang bikin gugup gitu nih... saya rasa kalo Pandji udah jujur aja, tapi mungkin dia ga ngerti betapa sensitifnya keagamaan kayak apa... saya pikir warga Metro Jaya sih kudu lebih santai, bukan kayak udah terluka loh... dan Novel itu sih bikin laporan seperti apa? kalo ada masalah, kenapa ga cari penjelasan dulu?
 
Aku rasanya kayaknya komedian itu udah terlalu serius banget... kalo dia utus-ucapkan kebencian terhadap suatu kelompok orang, toh aku rasa dia harus menerima konsekuensinya. Aku pikir pendapatannya itu tidak perlu dianggap sebagai bentuk penistaan agama. Aku rasa kalau dia ingin membicarakan isu-isu sosial dan politik, dia bisa melakukannya dengan lebih bijak dan tidak terlalu kasar... tapi aku juga tidak berani mengatakan apa yang harus diusahakan oleh komedian itu, karena aku jujur tidak punya jawabannya... ๐Ÿ˜•
 
Ini gini, siapa sih yang tidak rasa terluka sama adegan yang dibawa oleh komika itu? Tapi apa lagi ya, si Komika Pandji udah sering membicarakan isu-isu sosial dan politik nih, kenapa gini harus ada masalah?
 
Pokoknya kira-kira siapa yang leluasa aja mengutus-ucapkan kebencian terhadap agama? Pandji bisa ngeluhin isu-isu sosial dan politik apa lagi, tapi kalau aku di pungut 5 poin dugaan penistaan agama karena ngomong-ngomong keberatan atas pernyataannya, kayaknya aku juga bakal masuk pengadilan aja ๐Ÿ˜‚. Aku pikir Novel lebih leluasa mengakui kalau laporan itu bukan didasari sentimen pribadi, tapi dia masih bisa ngomong-ngomong tentang sensitivasi agama, eh? Kalau aku di diajak ngobrolin isu ini, aku bilang kalau kita harus fokus pada apa yang sebenarnya masalah, bukan yang terlalu sensitif kayak gini ๐Ÿ˜’.
 
kembali
Top