Novel Beber 5 Poin Dugaan Penistaan Agama oleh Pandji ke Polisi

Gak bisa toleh sih ya... Pada akhirnya, komedian itu masih bisa jujur nih, dan dia tidak pernah bercanda dengan sengaja. Yang penting adalah kisah itu bisa membuat orang peduli tentang isu-isu sosial. Bisa bikin kita berpikir tentang bagaimana cara kita menyampaikan opini kita tanpa mengheret orang lain ke dalam masalah.
 
Gue rasa kalau komedi itu kayak ngeluh. Aku nggak paham kenapa aja harus terang-terangan kira-kira orang yang rajin beribadah itu baik atau tidak. Gue pikir ada limitasi dalam mengekspresikan pendapat kita. Kalau gue cari, mungkin ada cara untuk mengungkapkan ide kita tanpa harus melukai perasaan orang lain 🤔.

Saya rasa komedian harus bisa menyesuaikan diri dengan waktu dan masyarakat yang dihadapinya. Jika aja komedian itu salah, maka orang lain akan terang-terangan mengkritiknya. Gue malah pikir agama itu sudah cukup sensitif dan tidak perlu dibicarakan sembarangan 🙏.

Gue penasaran apa kira-kira komedian itu maksudkan dengan kata "rajin" itu. Apakah itu berarti orang yang rajin beribadah itu suka berpolitik atau somoan? Gue rasa kalau itu sudah terlalu banyak untuk ditanyakan dalam satu pertunjukan. Mungkin gue bisa membaca komedi itu sendiri sebelum ngomong tentangnya 😂
 
Lagian, gue pikir apa yang dilakukan Novel saking pentingnya? Gue bayangkan kalau bismillah disebutkan sebagai kata-kata yang paling berbahaya di Indonesia 🤯. Siapa yang bilang bahwa orang yang rajin beribadah tidak baik? Gue rasa itu sama sekali tidak masalah, kan kita bisa berdiskusi tentang hal itu dengan sopan-sopan 🙏. Tapi Novel malah mengumpulkan lima poin dugaan penistaan agama dari itu 😬. Saya rasa gue akan melaporkan Novel karena dia tidak bisa menolak pernyataannya, kan? 😂. Kita harus bisa berbicara tentang isu-isu sosial dan politik dengan cara yang lebih bijak, bukan dengan mengumpulkan poin dugaan penistaan agama 🤔.
 
Maksudnya siapa pun yang suka beribadah langsung ditebak bisa baik atau buruk sih? 🤦‍♂️ Mereka bilang komedian itu kena dibawa ke pengadilan karena mengutus-ucapkan kebencian agama, tapi siapa yang bilang isu sosial dan politik tidak sensitif? 🙄
 
Makanya kayaknya kalau ada pertunjukan komedi yang membuat warga merasa tidak nyaman dengan isu-isu agama, kita harus bisa mengelompokkannya ke dalam kategori yang lebih luas yaitu isu-isu sosial dan politik. Tapi juga, gampangnya ada batasan untuk apa kita bisa membicarakan, kalau kita terlalu keras kita bisa jadi membuat orang merasa tidak nyaman 😐.
 
Maksudnya siapa yang bilang kalau orang yang rajin beribadah itu baik? Mungkin karena dia sendiri yang malas ya... 🙄 Ini udah bikin saya curiga, sih. Jangan dipaksa orang lain untuk setuju dengan pendapat kita, kan? Kalau begitu, siapa yang bilang kalau komedian harus mengutus-ucapkan kebencian terhadap agama? Saya rasa ini kayaknya udah berlebihan...
 
kembali
Top