Nadiem Optimistis Bebas dari Kasus Korupsi Laptop Chromebook

Dikatakan oleh Nadiem Anwar Makarim, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbudristek) periode 2019-2024, yang mendakwa di dalam kasus pengadaan laptop Chromebook di lingkungan Kemendikbudristek tahun 2019-2022. "InsyaAllah saya akan bebas dari kasus ini," kata dia saat ditemui di persidangan pemeriksaan saksi.

Nadiem mengaku kaget beberapa anak buahnya dahulu mengaku menerima uang dalam bentuk gratifikasi dalam kasus korupsi Chromebook. Dia menuturkan para saksi di persidangan juga sudah mengaku tidak ada intervensi dirinya dalam proses pengadaan Chromebook melalui e-katalog. "Harga pengadaan Chromebook di e-katalog bukan merupakan tanggung jawab saya," ucap dia.

Menurutnya, kewenangan pengadaan tersebut adalah antara vendor dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). "LKPP juga yang bertanggung jawab untuk memasukkan produk-produk dan mem-verifikasinya," tambahnya.
 
Pengaduan korupsi di Kemendikbudristek ini memang bikin perasaan bingung sih, apa lagi kalau mantan Menteri yang dipertanyakan kembali. Saya pikir Nadiem Anwar Makarim itu masih jujur banget, dia juga bilang bahwa dia tidak terlibat dalam proses pengadaan Chromebook. Yang bikin curious adalah beberapa anak buahnya sendiri yang mengaku menerima uang gratifikasi, tapi mereka juga bilang kalau itu tidak ada intervensi dari Nadiem. Saya rasa perlu dilansir pula LKPP dan vendor-nya untuk menjelaskan proses pengadaan Chromebook tersebut. Tapi apa yang harus dicari sumber asal uang gratifikasi itu sih?
 
Ooii, rasanya lagi korupsi nih... tapi saya rasa Nadiem ini harus dihormati karena dia akui kesalahannya dulu. Saya pikir dia benar-benar tidak terlibat dalam kasus tersebut dan harus diakui oleh para saksi juga. Mungkin ada yang salah, tapi tidak seluruhnya bisa ditanggung jawabinya sendiri.
 
Gue pikir kalau Nadiem benar-benar tidak tahu tentang hal itu, tapi ternyata dia juga mengakui beberapa anak buahnya menerima uang dalam bentuk gratifikasi, itu sudah sangat tidak enak 🤢. Dan dia juga bilang bahwa dia tidak ada intervensi dirinya dalam proses pengadaan Chromebook melalui e-katalog, tapi siapa yang bertanggung jawab kalau ada kesalahan dalam proses itu? LKPP ya, tapi Nadiem malah bilang bahwa LKPP juga yang bertanggung jawab untuk memasukkan produk-produk dan mem-verifikasinya, itu sudah seperti berlari kaki tigadapat 🚶‍♂️.
 
Kalau mantan Mendikbud ini benar-benar tidak terlibat dalam kasus tersebut, kayaknya dia harus bebas dari semua tuduhan itu 🙏. tapi siapa tahu dia salah dalam sesuatu yang kecil, tapi dia tidak mau mengakui kesalahan sendiri, bukan jadi kebaikan hati ya? 🤔
 
Mengapa belakangan ini dia nge-clarify sembrapa? Kalau jadi korupsi, kenapa dia terus punya pekerjaan? Udah kena masuk sidang, apa udah berakhir kasusnya juga? Apa dia benar-benar tidak tahu tentang uang gratifikasi? Mungkin dia cuma mau menyesuaikan diri aja, kan?
 
Gue pikir Nadiem belom ngertiu apa-apa ya, kalau dia bilang tidak ada intervensi dia pasti kena bukti sih... tapi dia bilang harga di e-katalog ini bukan tanggung jawabnya, tapi siapa yang bertanggung jawab? LKPP, kan itu lembaga apa aja... dan vendor juga apakah mereka yang paling bertanggung jawab? Gue rasa kasus ini nggak sempurna lagi...
 
aku rasa pas Nadiem bicara dengan benar, tapi masih ada keterlibatan korupsi di pemeriksaan pengadaan laptop Chromebook ya... 🤔. menurut laporan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemenristekdirjen), total biaya pengadaan Chromebook sebesar Rp 23,9 miliar, tapi ada kebijakan yang salah sehingga pengadaan lebih mahal daripada mestinya 😅. kalau dihitung dengan harga pasar, itu berarti kena potongan dana sekitar Rp 12,6 miliar. apa sih kebijakan tersebut ya? 🤷‍♂️
 
Gue pikir mantan Mendikbud makarim ini nggak usah terlalu marah, apa dia salah itu? Nah kayaknya dia bilang benar-benar tidak ada intervensi dirinya dalam pengadaan Chromebook, tapi gue penasaran kalau siapa yang sengaja masukkan produk-produk yang salah ke e-katalog dan kenapa ada gratifikasi yang keluar. Gue rasa ini kasusnya sepele, tapi kalau ada yang salah pasti ada yang bertanggung jawab...
 
Makasih diberitahu tentang kasus ini 🤔. Nadiem Makarim, mantan Mendikbudristek, benar-benar kaget dengan keadaannya 😮. Tetapi apa yang harus kita lakukan ketika korupsi terjadi di dalam sistem pemerintahan? Kita jangan asyik menuduh siapa pun dan biarkan situasi semakin membesar 🤷‍♂️.

Kalau kita lihat dari sudut pandang Nadiem, dia benar-benar tidak bertanggung jawab atas pengadaan Chromebook 🙅‍♂️. Tapi apakah itu bisa dipastikan? Mungkin ada sedikit kemungkinan bahwa Nadiem saja yang salah 🤔.

Tapi apa yang kita pelajari dari kasus ini adalah pentingnya transparansi dan kejujuran dalam pemerintahan 💯. Jika kita tidak mau berbicara tentang masalah-masalah ini, maka korupsi akan terus hidup dan membahayakan masyarakat 🤕.

Jadi, apa yang harus kita lakukan? Mungkin kita perlu memperbaiki sistem pengadaan barang dan jasa agar tidak ada lagi kasus seperti ini ⚠️. Dan kita juga perlu meningkatkan kesadaran akan pentingnya transparansi dan kejujuran dalam pemerintahan 📢.
 
hebat gak Nadiem Makarim 😂 kaget dia dahulu ternyata anak buahnya menerima uang gratifikasi, tapi sekarang dia bilang "insyaAllah saya akan bebas dari kasus ini" 🤷‍♂️ kayaknya harus ada dokumentasi yang cukup ya, jadi kalau ada proof dia punya tangan dalam kasus korupsi itu, tapi sampai sekarang dia bilang tidak ada intervensi dirinya dalam proses pengadaan Chromebook melalui e-katalog 🤔. LKPP juga harus bertanggung jawab ya, jika mereka yang memasukkan produk dan mem-verifikasi, maka harus ada konsekuensi yang tepat jika salah 😊
 
ini masuk akal ya, kalau mantan mendikbud jadi saksi di persidangan belakangnya apa yang terjadi, aja dia cari penyelesaian dari belakang deh, tidak perlu keluar depan dan membuat dirinya jadian. tapi ini keren banget dia berbicara dengan bijak dan tidak menyalahkan orang lain, hanya menjelaskan bagaimana proses pengadaan laptop itu.
 
kembali
Top