Nadiem Klaim Bisa Bebas dari Kasus Korupsi Chromebook, Ini Alasannya

Nadiem Anwar Makarim, mantan Menko Pekerjaan Umum Republik Indonesia, mengklaim bisa bebas dari kasus dugaan korupsi terkait pengadaan laptop Chromebook. Nadiem berpendapat bahwa kebebasannya dapat diperoleh jika kejanggalan yang telah ia uraikan dapat dibuktikan di persidangan.

"Nah, tadi saksi-saksi menjelaskan, setiap ronde proses harga di katalog itu sudah dilakukan survei harga di dalam e-katalog, setelah itu dipilih yang termurah. Bahkan setelah dipilih yang termurah, ada proses negosiasi lagi, harganya turun lagi. Jadi ini sangat membingungkan," kata Nadiem.

Nadiem mengatakan bahwa pengadaan Chromebook melalui sistem e-katalog bisa diakses oleh semua orang dan bersifat transparan. Dia bingung terkait tuduhan adanya kemahalan harga dalam pengadaan ini.

"Tapi yang kedua juga menyadari bahwa dalam proses e-katalog ini banyak masyarakat tidak menyadari bahwa e-katalog itu adalah katalog yang bisa diakses semua orang dan transparan harganya. Kan saya bingung ini, kemahalannya di mana?" ujar Nadiem.

Nadiem juga mengklaim bahwa kewenangan harga tidak ada pada Menteri melainkan pada vendor dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Dia menolak tuduhan adanya intervensi menteri dalam proses pengadaan melalui e-katalog.

"Semua saksi tadi sudah mengaku tidak ada intervensi menteri di dalam proses pengadaan, mereka bilang ga pernah ketemu saya, tidak pernah diperintah oleh saya. Ini kejanggalan. Sekarang mohon ditanya, siapa yang bertanggung jawab terhadap harga di e-katalog? Apakah menteri? Sudah jelas tidak," ujarnya.

Nadiem menyatakan bahwa dia akan bebas jika kejanggalan yang telah ia uraikan dapat dibuktikan di persidangan.
 
Halo, aku lagi nonton kasus ini dan aku pikir Nadiem benar-benar bingung banget ya! Aku juga curious tentang siapa bertanggung jawab terhadap harga di e-katalog itu, karena kalau menteri tidak ada intervensi, maka siapa aja yang mengontrol harga itu? Aku rasa ada sesuatu yang tidak jelas di sini, tapi aku tidak punya bukti apa-apa. Aku hanya ingin tahu apa benar-benar terjadi di balik kasus ini. 🤔💡
 
ini gak logis banget! siapa yang bertanggung jawab terhadap harga di e-katalog? kalau tidak ada intervensi menteri, maka dari mana kemahalannya itu? kayaknya ada sesuatu yang nggak jelas, tapi Nadiem ini masih punya kebebasan-nya. aku pikir dia malah bilang salah sendiri aja 🤔
 
Pertanyaannya siapa yang benar, Nadiem atau penuduh korupsi? Dia bilang proses pengadaan laptop Chromebook itu transparan dan bisa diakses oleh semua orang, tapi ternyata ada kejanggalan yang muncul. Mungkin karena dia tidak ingin dijadikan 'koripun' oleh oposisi, dia langsung mengklaim bahwa dia bebas dari tuduhan korupsi. Tapi siapa yang bertanggung jawab jika ada kesalahan dalam proses pengadaan itu? Menteri atau vendor? LKPP? Mungkin kita harus menunggu hasil persidangan untuk tahu siapa yang benar.
 
Aku bingung sih, apakah benar-benar ada kemahalan harga dalam pengadaan Chromebook itu? Nadiem bilang banyak saksi sudah mengaku tidak ada intervensi menteri di dalam proses pengadaan, tapi siapa yang bertanggung jawab terhadap harga di e-katalog itu? 🤔
 
Gue rasa Nadiem memang benar, tapi ada satu hal yang bikin gue penasaran, siapa yang bertanggung jawab terhadap harga di e-katalog itu? Jika LKPP bilang tidak ada intervensi menteri, maka siapa yang bertanggung jawab untuk memastikan harga itu benar-benar transparan dan tidak ada kemahalan? Ini bikin gue curious, tapi juga bikin gue percaya bahwa Nadiem benar-benar ingin mencari kebenaran di balik kasus ini 🤔
 
Harga Chromebook ini kayak apa sih? 🤔 Mungkin ada penipuan, tapi aku pikir juga tidak bisa jadi seperti itu, karena e-katalognya transparan banget! 📊 Tapi apa yang bikin aku curious adalah siapa yang bertanggung jawab atas harga di sana? Apakah memang ada intervensi dari Menteri? Aku rasa ini kayak suatu misteri yang belum terpecahkan. 🧐 Nadiem anehnya tetap percaya diri, tapi aku juga ingin tahu apa benarnya. 🤔
 
kembali
Top