Nadiem Didakwa Rugikan Negara Rp2,18 Triliun di Kasus Chromebook

Nadiem Ditudik Matikan Rp2,18 Triliun dari Kasus Chromebook yang Bikin Perangkat Berharga di Indonesia Menaik 40% dalam Satu Tahun.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim mendakwa sebagai tersangka kasus pengadaan laptop Chromebook yang bikin perangkat berharga di Indonesia naik 40% dalam satunya tahun. Ia didakwa telah menerima uang sebesar Rp809,596,125.000 dari PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB) melalui PT Gojek Indonesia.

Kasus ini dijadikan sebagai salah satu contoh pengadaan yang tidak bijaksana oleh pemerintah dalam mengelola teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Pengadaan laptop Chromebook tersebut memiliki maksud agar Google menjadi satu-satunya ekosistem teknologi digital yang digunakan dalam proses belajar dan mengajar di Indonesia.

Jadi, apa yang bikin kasus ini penting? Ya, karena pengadaan laptop Chromebook tersebut tercatat telah merugikan negara sebesar Rp2,18 triliun. Kerugian tersebut merupakan hasil akumulasi dari Rp1,567,888,662,716,74 (Rp1,5 triliun) yang berasal dari markup harga perangkat Chromebook dan Rp44,054,426 dolar Amerika Serikat atau senilai Rp621,387,678,730 (Rp621 miliar) yang berasal dari pengadaan laptop Chromebook yang tidak bermanfaat bagi siswa maupun sekolah di Indonesia.

Kerugian negara tersebut didapatkan melalui laporan hasil audit penghitungan kerugian negara terhadap pengadaan TIK laptop Chromebook menggunakan Chrome Device Management/Chrome Education Upgrade yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI pada 4 November 2025.
 
omg banget denger kabar ini 🀯! kasus chromebook itu benar-benar bikin perangkat menjadi mahal, kayaknya pemerintah harus lebih teliti dalam pengadaan teknologi yaπŸ˜’. aku pikir ada masalah di mana-mana, mulai dari pengadaan yang tidak bijaksana hingga kerugian negara yang besar πŸ€‘. kayaknya kita harus lebih saksikan dan tidak terburu-buru dalam menentukan keputusan, jangan sampai kita kehilangan banyak uang seperti ini 😭.
 
Aku pikir kalau gini nggak bisa terjadi, biar nggak sih. Masing-masing orang senang-senang buat memanfa'kan teknologi. Tapi apa yang bikin kasus ini penting? Karena itu biar negara kita jangan terkecuali lagi dengan kebodohan masing-masing orang. Kalau gini sih, kalau tidak berhati-hati dan terkontrol, teknologi bisa bikin kerugian. Aku rasa harus ada kewajiban yang lebih ketat untuk pengguna teknologi di Indonesia. Misalnya, ada aturan yang mengatur pengadaan laptop Chromebook sehingga gak bisa jadi seperti kasus ini lagi.
 
Gue rasa kasus ini sangat parah banget, gue already know nanti gue bingung apa lagi. Aku pikir si Nadiem ini harus dibawa ke pengadilan, tapi aku rasa itu cuma awal dari cerita. Yang jadi pertanyaan gue adalah, di mana semua uang Rp2,18 triliun itu? Kalo nanti mau ada audite belakangan tapi masih bisa diterima? Gue pikir ini gede banget, dan aku rasa harus ada penjelasan yang jelas tentang apa yang terjadi dengan uang itu.
 
Aku pikir kalau kinerja Nadiem bikin negara kecewa, tapi aku juga tidak sabar untuk melihat apa yang akan dicoba dia lagi nanti πŸ€”. Aku senang sekali pemerintah akhirnya terbuka tentang kasus Chromebook ini, biar kita semua bisa mengetahuinya lebih banyak. Tapi, nggak bisa dipehakinin kalau pengadaan laptop yang bikin perangkat berharga naik 40% itu memang bikin negara kehilangan uang sebesar Rp2,18 triliun! 🀯 Bagaimana bisa bisa terjadi hal seperti ini? Aku ingin tahu lebih banyak tentang bagaimana pengadaan laptop Chromebook tersebut dijalankan dan siapa yang benar-benar mengambil manfaat dari itu.
 
Pokoknya kasus ini bikin kita penasaran, siapa lagi yang bisa ngegangu perangkat Chromebook tersebut hingga biayanya naik 40% dalam satu tahun? Mau dikira si Nadiem ini terlalu konyol nih, membutuhkan uang Rp809 juta untuk 'bantu' Google menjadi ekosistem teknologi digital utama di Indonesia. Nah, ayo lihat kembali pengadaan ini, apakah benar-benar ada bukti bahwa perangkat Chromebook tersebut tidak bermanfaat bagi siswa dan sekolah? Jika benar, maka siapa yang bertanggung jawab atas kerugian negara sebesar Rp2,18 triliun itu? Aku pikir kasus ini agak susah dipahami, tapi aku rasa ada sesuatu yang tidak beres di balik ini πŸ€”πŸ’‘
 
Maksudnya kayaknya apa sih? Ngomong-ngomong aja, aku rasa Nadiem ini kalau mau ngeluhin dulu, kayaknya harus bawa bukti yang jelas. Aku tahu kasus Chromebook ini bikin perangkat berharga naik 40% dalam satu tahun, tapi apa sih yang bikin kamu rasa itu tidak bijaksana? Kamu ngomong-ngomong aja tanpa memberikan bukti yang cukup. Dan kayaknya aku pikir jika kamu benar-benar ada kerugian sebesar Rp2,18 triliun dari kasus ini, maka kamu harus menyebutkan buktinya. Tapi kalau kamu ngeluhin hanya karena kamu tidak suka dengan hasil pengadaan itu, maka aku rasa kamu ngomong-ngomong aja tanpa memiliki alasan yang solid πŸ’β€β™€οΈ.
 
Aku pikir ni kasus ini benar-benar curang. Nadiem siapa-siapa, tapi aku rasa dia bukan satu-satunya yang terlibat di sini. Aku pikir ada kejahatan lain yang lebih besar di balik kasus ini. Mungkin ada konflik kepentingan antara pemerintah dan Google, atau mungkin ada uang tunai yang banyak yang terlibat dalam kasus ini. Aku pikir aku harus mencari tahu lebih lanjut tentang hal ini. πŸ€”πŸ’‘
 
Wah, rasanya kasus ini bikin kita penasaran juga. Kalau nggak salah, nadiem bener-bener didakwa karena kasus pengadaan laptop chromebook itu. Aku pikir pengadaan yang bikin Google menjadi satu-satunya ekosistem teknologi digital yang digunakan di sekolah itu jadi tidak bijaksana banget. Rasanya kerugian negara sebesar Rp2,18 triliun itu sebenarnya bisa dihindari kalau pemerintah lebih bijaksana dalam mengelola teknologi informasi dan komunikasi. Aku harap nadiem bisa menjelaskan secara rinci apa yang terjadi dan bagaimana ia ingin memperbaiki hal ini. πŸ€”πŸ’»
 
[ GIF: Gila Makan nasi goreng dengan latar belakang berita korupsi ] 🀯🚨 Rp2,18 triliun kasus Chromebook ini kayaknya bikin perangkat laptop naik 40% dalam satu tahun? πŸ“ˆπŸ˜± Yang penting sih gak ada masalah sama Nadiem, tapi kita harus cek lagi nggak sih apa yang bikin perangkat laptop naik begitu cepat? πŸ€”πŸ‘€
 
Wah, kasus ini bikin aku kecewa banget! siapa tahu ada korupsi yang terjadi kayak gini? kalau benar-benar ada, itu akan sangat merugikan negara nih πŸ€¦β€β™‚οΈ. aku pikir kalau pemerintah harus lebih bijaksana dalam mengelola teknologi, jangan cuma fokus pada kepentingan tertentu aja. dan si Nadiem, dia kayaknya udah terlalu banyak berbohong, aku tidak percaya kalau dia bukan saja korup, tapi juga benar-benar tidak tahu apa yang terjadi di negara ini πŸ˜’. harus ada kejujuran dan transparansi dalam pengelolaan negara, ya?
 
Gak percaya aja, Nadiem benar-benar bikin kasus ini kacat sekali 🀯. Pulpen Chromebook yang dijarah itu harus digunakan untuk pendidikan, tapi apa yang terjadi? Harga pulpen itu naik 40% dan negara ruginya Rp2,18 triliun 😱. Saya pikir itu seperti memberi uang kepada orang-orang yang tidak perlu, padahal ada banyak masalah lain yang harus diatasi. Belum lagi, pemerintah sendiri yang menggelitik tentang pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi... kayaknya mereka malah jadi korban sendiri πŸ€·β€β™‚οΈ. Saya harap ini bisa menjadi pelajaran bagi mereka agar lebih bijak dalam mengelola sumber daya negara di masa depan πŸ’Έ.
 
aku pikir kayaknya gak bijak banget nadiem kalau mau gunakan Google sebagai satu-satunya ekosistem teknologi digital di Indonesia. apa artinya kalau siswa-siswa di sekolah harus menggunakan Chromebook yang harganya mahal dan nggak bisa digunakan oleh masyarakat umum? itu seperti memberi harga pada rakyat kita sendiri. dan kalau tadi bpk nadiem didakwa karena kasus pengadaan laptop chromebook yang bikin negara kekurangan Rp2,18 triliun? itu kayaknya sangat berat sekali. aku pikir pemerintah harus lebih bijaksana dalam mengelola teknologi informasi dan komunikasi agar rakyat kita tidak kehilangan duit sendiri. kalo gini nanti siapa yang bakal menjadi orang yang benar-benar berguna bagi rakyat? πŸ€”πŸ’Έ
 
Oke, kira-kira gini aja, kasus Nadiem bikin perangkat Chromebook naik 40% dalam 1 tahun itu seperti bukti bahwa korupsi dan tidak bijaksana pemerintah masih ada di Indonesia πŸ€¦β€β™‚οΈ. Mereka bilang pengadaan laptop tersebut untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tapi sepertinya hanya membuat mereka yang jajakannya saja kaya πŸ€‘. Dan kalau kita lihat nilai perangkat Chromebook itu sendiri, pasti tidak seexpensif di luar negeri, kan? πŸ€” Maka dari itu, kasus ini bikin saya penasaran, bagaimana caranya pemerintah bisa menerima uang sebesar Rp809,6 jutaan dari perusahaan yang melakukan pengadaan tersebut? πŸ”
 
Wahhh, kasus ini benar-benar bikin saya penasaran! siapa sih yang nih punya ide untuk merekayasa sistem belajar online dengan Chromebook dan bikin negara kehabisan uang? kalau kita buat perbandingan dengan laptop lainnya, kayaknya Chromebook masih bisa dipesan murah-muruh, kan? tapi apa ada yang salah dengan Google itu sih? kayaknya pemerintah Indonesia harus terus investigasi dan nggak puas sampai kasus ini selesai...
 
Gue pikir kasus ini kayaknya bikin Indonesia jadi tumpukan biaya aja. Dengan uang Rp2,18 triliun itu, gue bayangkan aja apa yang bisa di lakukan dengan baik untuk pendidikan kita. Jangan sabar-sabar aja nanti biaya pendidikan kita naik banget! πŸ€¦β€β™‚οΈ Gue harap pemerintah bisa jujur dan terbuka tentang kebijakan-kebijakannya, bukan hanya berbohong-berbohong seperti ini. Dan siapa tahu, gue rasa ada yang salah di awal jadi nanti gue bayangkan apa yang bisa kita lakukan untuk menghindari hal ini lagi di masa depan πŸ€”
 
Gak bisa percaya kalau kasus Chromebook ini begitu serius! Nadiem bilang Rp2,18 triliun? Ya, itu memang berasal dari audit BPKP RI ya... tapi kenapa gak ada yang perhatikan sebelumnya? Ternyata hanya sekarang aja yang menanggapi kasus ini. Saya rasa pemerintah harus lebih bijaksana dalam mengelola teknologi informasi dan komunikasi, nggak? Dan apa dengan pengadaan laptop Chromebook yang tidak bermanfaat bagi siswa maupun sekolah di Indonesia? Saya rasa harus ada kebijakan yang jelas sebelum melakukan pengadaan seperti itu. Tapi ya, gak pernah terlambat kan?
 
Maksudnya, kalau pemerintah gak bijaksana dalam mengelola teknologi kita pasti akan merugikan negara loh πŸ˜…. Kasus ini seperti contoh konsep yang salah dari pemerintah, bikin Google menjadi satu-satunya ekosistem teknologi digital yang digunakan di sekolah. Tapi apa yang buat konsep itu penting sih, karena pengadaan laptop Chromebook tersebut tercatat telah merugikan negara sebesar Rp2,18 triliun! 🀯 Kerugian negara itu seperti kehilangan uang banyak-banyakan. Biarlah pemerintah bisa belajar dari kesalahan ini dan ganti dengan konsep yang lebih bijak, ya? 😊
 
kembali
Top