MUI: Keselamatan Jemaah Haji Lebih Penting dari Kurangi Antrean

Pengambilan kebijakan penambahan kuota haji yang masih banyak dicap sebagai penyebab utama antrean di kantor imigrasi, harus menjadi prioritas utama pemerintah untuk menjaga keselamatan jemaah. Menurut Kiai Shofiyullah Muzammil, Wakil Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), keselamatan jiwa adalah nomor satu dalam ajaran Islam.

"Semua kewajiban syariat haji itu pada hakikatnya untuk kemaslahatan hamba, bukan sebaliknya. Keselamatan jiwa adalah nominal satu dalam ajaran Islam," ujarnya. Istilahnya adalah dharurat, di mana semua yang pada awalnya dilarang menjadi boleh dan bahkan harus dilakukan bila keselamatan jiwa menjadi taruhannya.

Penambahan kuota haji semata-mata untuk mengurangi antrean tidak dapat dijadikan prioritas apabila aspek keselamatan belum terpenuhi. "Bila pemerintah tidak bisa menjaga keselamatan para jamaah dengan berbagai fasilitas yang mendukung saat di Muzdalifah, Arafah, dan Mina utamanya, maka (kuota tambahan) dengan tujuan untuk mengurangi antrean (<i>waiting list</i>) bukan lagi menjadi faktor penting untuk dipertimbangkan," ujar Shofiyullah.

Pandangan ini sejalan dengan pemikiran ulama klasik. Dia merujuk pendapat Imam Syatibi dalam kitab Al-Muwafaqat yang menempatkan keselamatan jiwa sebagai batas utama kewajiban syariat. "Imam Syatibi dalam kitab Al-Muwafaqat menegaskan, bahwa semua kewajiban syariat yang mengancam jiwa maka gugur atau ditangguhkan kewajibannya," katanya.

Oleh karenanya, Shofiyullah menilai apabila pemerintah memutuskan menambah kuota haji, konsekuensinya adalah penambahan fasilitas yang benar-benar menjamin keselamatan jemaah. Tanpa dukungan tersebut, kebijakan penambahan kuota dinilai tidak relevan.

"Kalau pemerintah tidak sanggup menambah fasilitas untuk menjaga keselamatan para jamaah, maka tidak perlu ada penambahan kuota," tegasnya.
 
aku pikir kalau pemerintah jangan terburu-buru lagi nambahin kuota haji, apa yang penting adalah mereka nambahin fasilitas di kantor imigrasi dan tempat-tempat di Madinah. aku sudah lihat foto-foto antrean di kantor imigrasi, nggak ada yang enak banget. kalau pemerintah nambahin fasilitas aja, seperti ruangan tunggu yang nyaman dan kenyamanan lainnya, aku yakin akan lebih cepat muncul proses pengambilan kuota haji. apa yang pamerintah lakukan sekarang adalah membuat kepanikan di kalangan umat Islam, tapi aku rasa itu tidak masuk akal.
 
kalo pemerintah punya rencana utk naikin kuota haji, apa kiraanya mereka berarti bahwa keselamatan umat islam dijamin ya? kalau bukan, kemudian kapan masa penambahan kuota itu bermanfaat? aku pikir kalau sebelumnya pemerintah harus pastikan fasilitas2an yang ada sudah lengkap dan siap utk menjaga keselamatan jamaah, lalu setelah itu baru bisa dipikirkan utk menambah kuota haji. apa kebijakan itu tidak akan bikin semakin serius masalah antrean di kantor imigrasi? aku curious banget mengenai hal ini... 🤔
 
Mungkin kalau kita lihat dari perspektif lain, bukan hanya tentang menambah kuota haji tapi juga harus memikirkan tentang efek jangka panjangnya pada keselamatan jemaah 🤔. Jika pemerintah malah memutuskan untuk menambah kuota tanpa fasilitas yang cukup, apakah itu sebenarnya mengurangi antrean atau hanya semata-mata membuang-buang biaya? Kita harus lebih berhati-hati dalam membuat keputusan seperti ini 😊. Mungkin kita perlu mempertimbangkan kembali apa yang sebenarnya penting di sini, yaitu keselamatan jiwa dari jemaah.
 
aku sengaja aja nonton news ini, tapi aku pikir kalau penambahan kuota haji itu harus ada prioritas dari pemerintah, tapi aku juga ragu karena aku lihat adanya antrean yang panjang, dan aku khawatir kalau penambahan kuota itu tidak akan bisa menyelesaikan masalah tersebut. aku pikir konsekuensi dari penambahan kuota itu harus ada fasilitas tambahan untuk mencegah keselamatan jemaah, apalagi jika pemerintah belum bisa menjaga keselamatan mereka dengan baik. aku tidak yakin kalau penambahan kuota saja akan cukup untuk mengurangi antrean, mungkin perlu ada solusi lain yang lebih efektif 🤔
 
"Kualitas lebih penting daripada kuantitas 😊. Jangan hanya fokus pada jumlah, tapi pula pastikan bahwa fasilitas dan layanan yang ditawarkan memenuhi standar keselamatan yang tinggi." 👍
 
Aku pikir kalau goresan ini benar-benar penting banget, kita harus fokus pada kesiapa yang benar-benar terancam oleh masalah antrean di kantor imigrasi. Jangan hanya nakal-kan penambahan kuota tanpa ada perhatian terhadap keselamatan jamaah, ya.
 
Gue rasa penambahan kuota haji itu bukanlah solusi yang tepat banget. Pemerintah harus fokus pada meningkatkan fasilitas di tempat-tempat yang sering diburu, seperti Muzdalifah dan Arafah. Kalau belum bisa menjamin keselamatan para jamaah, maka penambahan kuota itu gak penting sama sekali. Banyak juga yang bilang bahwa penambahan kuota itu hanya cara pemerintah untuk mengelabui rakyat, nggak ada solusi yang nyata banget 🤔
 
Pemerintah harus fokus buat keamanan para umat, kalau gak bisa, ambil contoh dari negara muslim lain yang sudah sukses mengelola haji dengan baik 😊. Dengan begitu, keselamatan jamaah utama bukan soal kuota lagi, tapi bagaimana kita bisa menjaga mereka selamat dari segala macam 😅.
 
Maksudnya apa sih kalau pemerintah tambah kuota haji tapi tidak ngatur fasilitas yang aman? Kalau begitu, itu seperti ambil sinyal telesis yang masih masangat, kan? Apa jadi jika kita tambah cuaca musim hujan? Itu gak bermanfaat lho! Mesti ada prioritas utama yaitu keselamatan para jemaah, ya. Tapi, gimana kalau kuota haji itu udah banyak sih? Bisa nyesel kan?
 
nggak bisa percaya ari masyarakat Indonesia masih banyak yang nggak punya paspor 🤦‍♂️, gimana sih kalau harus menunggu lama di kantor imigrasi? dan kalau ada kecelakaan saat perjalanan haji, siapa yang akan bertanggung jawab? 🤕 pemerintah harus lebih serius dalam mengatasi masalah ini.
 
mas, kalo gue lihat kebijakan penambahan kuota haji tujuannya buat ngurangi antrean di kantor imigrasi, tapi apa yang utamanya? keselamatan jamaah! kalau pemerintah belum bisa menjaga keselamatan jamaah dengan fasilitas yang cukup, maka penambahan kuota haji itu nggak relevan juga. gimana sih kalau kuota haji tambah tapi masih banyak yang kehilangan kesempatan karena keterlambatan? sebenarnya apa yang diinginkan? keselamatan jamaah adalah hal utama, bukan ngurangi antrean! 😐
 
kembali
Top