Menteri LH Sanksi 150 Hotel & Restoran di Bali terkait Sampah

Bali Tumpang Sampar, 150 Horeka diwajibkan menyelesaikan sampah sendiri dalam waktu tiga bulan. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq meluncurkan sanksi administratif ini sebagai penegasan atas Undang-Undang 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Menurut Menteri, keberatan dari pemerintah pusat terhadap penggunaan alat pengelola sampah berbasis insinerator di daerah tersebut sebenarnya mengacu pada kekhawatiran akan dampaknya bagi kesehatan masyarakat. Hal ini membuat Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, bingung terhadap bagaimana menangani sampah di Kabupaten Badung.

Ia menyatakan bahwa penyiapan insinerator semula adalah komitmen untuk menangani sampah di daerah tersebut. Namun, tidak disepakati oleh pemerintah pusat karena alasan kesehatan. Sekarang, ia mengimbau masyarakat untuk memilah dan mengurangi residu sampah anorganik yang dibawa langsung ke TPA Suwung.

Menurut Hanif, jika 150 horeka tersebut tidak menyelesaikan sampahnya sendiri dalam waktu tiga bulan, maka akan ada pemberatan sanksi. Sanksi ini dapat berupa pembekuan persetujuan lingkungan atau pengenaan sanksi pidana yang dimaksudkan dalam Pasal 114 dengan maksimal satu tahun penjara.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto juga telah memberi peringatan terhadap jajaran Kabinet Merah Putih untuk melakukan aktivitas pengelolaan sampah di seluruh daerah tanpa terkecuali. Tim Penegakkan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup juga menyegel 12 alat pengelolaan sampah berbasis insinerator milik Kabupaten Badung dengan demikian, masyarakat diharapkan untuk meminimalkan konsumsi plastik dan mengurangi residu sampah anorganik.
 
Gak percaya kayaknya kalau horeka harus langsung menyelesaikan sampah sendiri dalam 3 bulan πŸ˜‚. Kenapa gini? Kalau sebelumnya sudah ada insinerator di daerah itu, kenapa pemerintah tidak mau ngosongkan? Sanksi administratif ini kayaknya hanya bagian dari kesalahpahaman tentang pengelolaan sampah πŸ€”. Jangan lupa kalau sampah juga bisa diurus dengan cara lain seperti recycling atau yang bikin jadi bahan baku baru 🌿. Gak perlu begitu keras, yuk kita cari solusi yang lebih baik dan ramah lingkungan ya? 😊
 
wahhhhh kan jadi akrab deh sama 150 horeka di Bali πŸ˜‚ tapi apa sih yang bikin pemerintah harus muncul? kenapa gak bisa jalan sendiri aja? kayaknya lebih cepat dulu buat niatin buang sampah mereka sendiri πŸ€” tapi apapun kalau kita punya insinerator, jangan terburu-buru buat dihentikan oleh pemerintah πŸ˜’
 
omong2nya kalau 150 horeka diwajibkan menyelesaikan sampah sendiri, itu buatanya kurang masuk akal dengerin siapa yang punya masalah dengan insinerator? kalau gak ada teknologi, mending jangan buat sampah di pertama kala deh! tapi siapa tahu, masyarakat di Badung ini benar-benar bisa menyelesaikan sampahnya sendiri, itu akan sangat beruntung!
 
Gak bisa percaya, 150 horeka itu harus menyelesaikan sampah sendiri dalam waktu tiga bulan! Gimana kalau mereka tidak bisa? Mereka akan dibekuin aja... 🀯 Gue rasa ini cara yang tidak adil banget. Siapa bilang bahwa insinerator itu tidak aman bagi kesehatan masyarakat? Gue rasa pemerintah pusat malah yang salah, kalau mereka nggak bisa memastikan keamanan insinerator itu.

Dan gimana dengan horeka-horeka kecil itu? Mereka apa aja? Orang tua-ku sapa lagi, "horeka" itu apa? πŸ€” Gue rasa ini cara yang tidak bijak banget. Jangan dihakimi tanpa memahami situasi, gue rasa pemerintah harus lebih ramah dan membantu masyarakat, bukan hancurkan mereka. Sampah itu bagian dari kehidupan kita semua, jangan biarkan menjadi masalah yang parah.
 
Pernah nggak bayangin apa yang akan terjadi kalau kita jadi tidak mau menyelesaikan sampah sendiri? Kalau gak punya insinerator, pasti dijarahan sama gubahan sampah lainnya. Jadi, pemerintah sudah membuat aturan untuk mengatur ini, tapi masih ada yang nggak mau mengikuti. Sanksi administratif yang ditetapkan ini mungkin harus diterapkan agar orang-orang tidak hanya nyesel-seling aja. Namun, masih banyak hal yang belum terjelas, seperti bagaimana caranya membuat insinerator sendiri atau bagaimana biayanya? Kalau kita nggak siap, pasti akan diharuskan membayar biaya pembuatan insinerator. Mungkin ini adalah pelajaran untuk kita semua tentang pentingnya kesadaran lingkungan. πŸ€”πŸ’‘
 
🌱 Wah, sepertinya pemerintah benar-benar peduli dengan kebersihan dan lingkungan! 150 horeka diwajibkan menyelesaikan sampah sendiri dalam waktu tiga bulan, itu adalah langkah yang sangat baik. Sanksi administratif ini juga patut, jika mereka tidak bisa menjaga kebersihan, maka harus menerima konsekuensinya.

Aku rasa Bupati Badung harus dihargai karena sudah berusaha menangani sampah di Kabupaten Badung sejak awal. Tapi, pemerintah pusat memutuskan untuk tidak mendukung proyek insinerator itu karena kekhawatiran tentang dampaknya bagi kesehatan masyarakat. Aku harap bisa melihat kembangannya nanti.

Dan sepertinya Presiden Prabowo Subianto juga sudah berbicara, aku rasa itu juga langkah yang tepat untuk membuat masyarakat lebih peduli dengan lingkungan. Semoga semua orang bisa bekerja sama untuk menjaga kebersihan dan lingkungan! 🌟
 
"Kau bisa mengubah dunia, tapi kamu harus mulai dari kecil dalam diri sendiri 😊"

Aku pikir kalau pemerintah harus lebih fokus pada pendidikan kesehatan lingkungan dan mengajar masyarakat untuk berpantang melawan polusi sampah. Jangan hanya menekan horeka, tapi juga orang lain yang sering tidak mau buang sampah dengan benar πŸ€”
 
Gue pikir ini juga salah satu contoh pemerintah hanya berbicara tentang lingkungan saja tapi tidak ada yang tadi-tadi untuk menerapkannya. Tapi, sepertinya di Bali gue jangan pernah kecewa dengan pemerintahan karena sekarang ada sanksi administratif yang harus ditanggung oleh horeka-horeka tersebut. Gue rasa ini adalah contoh bagaimana pemerintah ingin menegosiasikan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah. Tapi, gue juga pikir ini cuma cara untuk menghindari tuntutan yang lebih besar dari masyarakat.
 
Wah keren banget nih! Menteri Lingkungan Hidupnya benar-benar peduli dengan lingkungan kita πŸŒΏπŸ’š, di mana keberatan dari pemerintah pusat sebenarnya karena khawatir akan dampaknya bagi kesehatan masyarakat. Saya setuju bahwa kita harus lebih berani menangani sampah di daerah ini, dan memilah residu sampah anorganik yang dibawa langsung ke TPA Suwung itu adalah langkah yang tepat 🀩. Semoga 150 horeka tersebut bisa menyelesaikan sampahnya sendiri dalam waktu tiga bulan, dan semoga presiden Prabowo Subianto bisa membuat jajarannya lebih berani menangani masalah lingkungan ini πŸ’ͺ.
 
aku penasaran nggak kenapa gokil banget pemerintah pusat kalau 150 horeka itu ngerusak lingkungan sambil gini.. sih kayaknya menteri hanif sengaja bilang kekhawatiran tentang kesehatan tapi aku pikir sebenarnya karena pemerintah pusat tidak punya ide yang cerdas. kalau mau benar-benar serius mengelola sampah, jangan menutup matanya sama sekali! πŸ™…β€β™‚οΈ

aku punya pengalaman sendiri di tempat kerja, aku lihat langsung bagaimana sampah tidak terurus dan berantakan. tapi kalau kita semua bekerja sama, sih bisa diatasi dengan mudah. aku pikir pemerintah pusat lebih fokus pada hal-hal yang menguntungkan saja, jangan buat masalah sederhana menjadi masalah besar yang bikin semua orang stres dan bingung. πŸ€”

aku harap masyarakat bisa bergerak cepat-cepat untuk mengelola sampah sendiri, jangan tunggu pemerintah lagi serius-seriusnya! kita harus bekerja sama sih, kalau tidak mau ngerusak lingkungan kita semua pasti mati gila πŸ˜‚
 
aku pikir ini kebijakan yang baik banget... kalau kita semua bisa bertanggung jawab atas sampah kita sendiri, nanti kita tidak perlu khawatir dengan sanksi-sanksi yang dibuat pemerintah 😊. tapi aku juga rasa ada yang salah, kenapa gak ada biaya yang disediakan oleh pemerintah untuk membantu horeka-horeka itu menyelesaikan sampahnya? aku pikir ini kebijakan yang tidak adil...
 
Gue pikir kalau ini sanksi yang tepat banget, tapi ada yang bilang kalau ini bikin masalah lebih besar lagi. Kalau gue coba lihat, 150 horeka itu sebenarnya tidak punya teknologi untuk mengelola sampah dengan baik. Mereka malah membuang sampah sembarangan ke TPA Suwung. Sementara itu, kalau gue lihat dari video di media sosial, ada yang sudah menggunakan insinerator yang bikin udara lebih bersih. Kalau kita pakai insinerator itu, bisa mengurangi residu sampah anorganik dan udara polusi di Bali.

Gue pikir pemerintah harus memberikan bantuan lebih banyak lagi kepada 150 horeka itu agar mereka bisa menggunakan teknologi yang tepat untuk mengelola sampah. Jangan sabar-sabaran aja, perlu waktu dan sumber daya untuk menyelesaikan masalah ini.
 
Eh kaya serius! 150 horeka diwajibkan menyelesaikan sampah sendiri? Wah itu gampang banget, aku suka ide ini! Tapi kayaknya pemerintah harus nyesel dulu, gimana kalau sampah semakin banyak dan kita semua tidak bisa menyelesaikannya? Aku rasa wajibnya horeka dan masyarakat sendiri ya, gak perlu sanksi administratif yang berat. Selain itu, aku pikir insinerator memang cara yang bagus untuk mengelola sampah, tapi kalau pemerintah tidak setuju karena kesehatan, mungkin ada cara lain yang bisa diambil. Aku rasa kita harus lebih serius dalam mengelola sampah ini, tapi juga harus ada solusi yang cerdas dan effective, gak hanya sanksi saja! πŸ€”πŸ’š
 
Kalau mau sanksi ya, kalau tidak mau sanksi, kayaknya ada jawabannya yang tepat πŸ€”. 150 horeka diwajibkan menyelesaikan sampah sendiri dalam waktu tiga bulan, itu bukan kebocoran informasi deh, tapi kebutuhan akan perubahan dari sistem pengelolaan sampah kita yang belum sempurna πŸŒͺ️. Nah, jika kita mau saja tidak mengubahnya, kayaknya ada konsekuensi yang tepat 😊. Tapi, aku rasa ini bukan soal sanksi, tapi tentang keberatan dan ketidakpastian dari pemerintah pusat yang harus diatasi πŸ’ͺ.
 
omg kayaknya gak ada yang punya ide apa lagi nih 🀯. 150 horeka harus menyelesaikan sampah sendiri dalam 3 bulan, tapi siapa tahu benarkah itu bisa dilakukan? di daerahku sama-sama kerumunan sampah di jalan, kayaknya harus ada yang lebih cerdas daripada kita πŸ€·β€β™‚οΈ. tapi kayak gini, kalau pemerintah ketat terlalu keras, masyarakat tidak mau berubah... sanksi administratif itu kayaknya tekenan banyak banget. aku rasa harus ada solusi yang lebih baik daripada hanya memilah sampah sendiri πŸ€”.
 
itu kira-kira apa yang harus dilakukan oleh horeka-horeka nanya? kan sudah diprediksi kalau mereka bisa buang sampah sendiri, tapi gak mau, akhirnya harus diwajibkan... πŸ€¦β€β™‚οΈ kayaknya perlu diawasi lebih ketat sih. tapi aku rasa ini adalah contoh bagus bahwa pemerintah sudah peduli dengan masalah sampah di Bali, kan? dan masyarakat juga harus lebih bermaksud dalam mengelola sampah sendiri... seperti yang kata Pak I Wayan Adi Arnawa, kalau kita buang plastik terlalu banyak, nanti gak ada udara nyaman lagi... 🌿
 
Aku rasa ini salah pilihan kalau punya ide bagus kayak itu insinerator tapi karena kekhawatiran kesehatan, jadi sanksi administratif ini nggak sesuai, masyarakat horeka apa aja dihukum 1 tahun penjara? Kalau udah lama tidak mengurus sampah, kayaknya harus ada bantuan bukan? Sisanya kalau udah banyak plastik, jangan sengaja membuang di tempat penampungan, toh bisa kena gakkum.
 
Aku pikir ini semua terlalu serius banget! πŸ˜… Kita harus fokus pada solusi bukan hanya menumpang sampah di horeka aja. Sanksi ini cuma bagian dari kebijakan yang ingin mengatur pengelolaan sampah lebih baik, tapi masyarakat juga perlu berpartisipasi untuk mengurangi konsumsi plastik dan memilih sampah yang bisa didaur ulang. Mungkin kita harus membuat sistem eduksion yang lebih baik agar orang-orang tidak bingung apa-apa lagi. πŸ€”
 
kembali
Top