Menhan Tunggu Arahan Kemlu soal Iuran Dewan Perdamaian

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin masih menunggu keputusan dari Menteri Luar Negeri (Kemlu) tentang isu iuran Indonesia untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian yang digagas Amerika Serikat. Menurut Sjafrie, belum ada kepastian mengenai besaran iuran yang harus dibayarkan.

Ternyata, keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian tersebut akan dijalankan dengan skema pendanaan mandiri, yaitu dengan menggunakan kemampuan yang telah dimiliki TNI untuk menyiapkan pasukan. Pemerintah mengutamakan pemanfaatan kemampuan itu.

"Kita mengutamakan kemampuan yang ada untuk kita siapkan pasukan," kata Sjafrie. "Tetapi, yang pasti adalah pelibatan ini adalah self-funded."

Menurut Sjafrie, pengiriman pasukan akan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan pengiriman tim pendahulu. Pemerintah juga telah menyiapkan satu brigade untuk mendukung misi tersebut.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto mengatakan bahwa dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak terdapat alokasi dana untuk iuran Dewan Perdamaian tersebut. Namun, ia juga membuka kemungkinan adanya sumber pembiayaan lain yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Partisipasi Indonesia dalam Dewan Perdamaian bisa menjadi bagian dari kebanggaan nasional sekaligus memberi manfaat strategis," kata Utut.
 
apa sih? kalau Indonesia ikut bergabung dengan dewan perdamaian, makanya perlu bayar iuran ya? tapi menurut sjafrie, bukan ada kepastian tentang besaran iuran yang harus dibayarkan 😐. kan kayaknya perlu lebih jelas, apakah 10 triliun, 100 triliun, atau apa aja? 🤔

dan apa sih itu dewan perdamaian? siapa yang bikin keputusan tentang itu? Amerika serikat? 🇺🇸. mungkin mereka ingin memanfaatkan kemampuan kita untuk menyiapkan pasukan, tapi bagaimana kalau perlu iuran untuk bergabung? 😕

dan yang bikin saya penasaran, apa keuntungan dari bergabung dengan dewan perdamaian itu? siapa yang akan fafikasi dari partisipasi kita? 🤑. tahu-tahu ada yang tidak terduga, kan? 🤔
 
ya, kalau kita lihat dari sudut pandang ini, apa yang penting adalah Indonesia bukan hanya mau berkontribusi, tapi juga punya kemampuan sendiri untuk siapkan pasukan dan mendukung misi tersebut 😊. jadi, jangan terlalu fokus pada iuran atau dana, tapi lebih kepada bagaimana kita bisa menggunakan potensi yang sudah ada di dalam negeri kita 🌿.
 
aku pikir keterlibatan Indonesia di dewan perdamaian itu bisa jadi bukan cara yang tepat untuk meminta bantuan, tapi lebih seperti kita harus bisa berdiri sendiri ya 🤔👥 apa kalau kita tidak punya uang untuk ikut? toh pemerintah harus cari cara lain lagi untuk mendapatkan dana, misalnya dari investor asing atau sekedar mengurangi kebutuhan belanja pribadi warga negara itu 💸
 
Kalau benar, apa keuntungan nih kalau kira-kira gak ada anggaran? Mungkin kalau kita lihat cara Amerika Serikat bikin dana mereka sendiri, kemudian kita ikuti contoh itu. Tapi siapa tahu, mungkin ada cara lain untuk menghindari masalah ini, seperti meminta bantuan dari Australia atau Inggris ya! 🤔
 
Wah, gak percaya aja kalau Indonesia bakal ikut bergabung dengan Dewan Perdamaian yang dijalankan oleh Amerika Serikat! 🤯 Menurutku, ini bisa menjadi kesempatan besar untuk meningkatkan kemampuan TNI dan memberi kontribusi pada perdamaian dunia. Sjafrie sengaja mengatakan bahwa kita tidak akan membayar iuran mandiri, tapi aku rasa ini bisa jadi peluang untuk meningkatkan kemampuan kita sendiri. 🚀 Misalnya, kita bisa menggunakan kemampuan TNI untuk menyiapkan pasukan dan lalu terus meningkatkan kemampuan itu secara bersamaan. Itu yang penting! 🤝
 
Saya rasa ini kira-kira ada masalah dengan cara pemerintah ingin ngelola biaya untuk join program itu, kan? Mereka harus jelas sih kalau mereka tidak mau membawa beban biaya dari negara, tapi malah mencari sumber pembiayaan lain. Apa pun ya, asalkan Indonesia bisa menjadi bagian dari program ini dan mendapatkan manfaatnya, saya akrab banget! 🤞
 
kalo nggak salah, ini kaget banget ya... apa sih tujuan nggak jelasnya? kalau pas diterima, Indonesia pasti harus membayar iuran apa aja? dan bagaimana caranya nggak akan ada biaya tambahan? 🤔👀

kalau kita lihat dari perspektif militer, kayak gini: jika kita punya kemampuan untuk siapkan pasukan, kita harus bisa melakukannya tanpa harus bayar uang. tapi kalau itu tidak bisa dilakukan, apa artinya kita tidak bisa melakukannya? 🤷‍♂️

saya pikir ini salah satu contoh bagaimana keterlibatan Indonesia dalam isu-isu internasional yang tidak jelas sih... tapi saya juga percaya bahwa partisipasi kita dalam Dewan Perdamaian bisa menjadi kebanggaan nasional. 🇮🇩💪
 
Mengenai iuran Dewan Perdamaian yang harus dibayarkan, aku pikir ini masih agak ngeluh-neh. Kalau kita mau bergabung, mesti siap bayar dulu ya? Tapi, aku juga paham kalau ini ada pertimbangan dari kemampuan kita sendiri, misalnya pasukan TNI yang sudah siap. Aku rasa pemerintah sudah benar-benar fokus pada itu. Minta doang agar bisa terorganisir dengan baik ya 😊
 
Minta jelasin siapa yang akan bayar biaya ini 😒. TNI saja? Karena kalau tidak ada iuran, maka bagaimana nanti bisa dipertanggungjawabkan? 🤔 Sama-sama kawan, saya masih penasaran tentang pro dan kontra dari kehadiran Indonesia di Dewan Perdamaian itu...
 
Gue pikir apa sih keputusan ini? Nggak ada jelas banget dulu kalau iuran itu gimana, nggak berapa besar. Tapi aku rasa kita harus ambil keputusan yang tepat biar tidak terlambat lagi. Kita gak bisa kalah sama Amerika Serikat di sini... 🤔💪
 
kembali
Top