Menhaj Pakai Baju Loreng TNI di Pembukaan Diklat Petugas Haji

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf serta Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak memakai seragam loreng tentara di pembukaan diklat PPIH yang diselenggarakan oleh Kemenhaj. Menurut pengamat, kebiasaan ini dilakukan oleh Gus Irfan yang merupakan wakil Menteri Haji dan Umrah tersebut, sebagai bentuk kesepakatan dengan Dahnil.

Sebelumnya, Gus Irfan mengatakan bahwa dia akan memakai kaus tentara saat diklat. Namun, setelah diklat dimulai, dia menemukan bahwa seragam loreng ini tidak pas dengan postur tubuhnya. Oleh karena itu, dia memilih memakai celana cream sebagai pengganti.

Gus Irfan menjelaskan bahwa kaus tentara dan celana cream itu merupakan hasil dari retreat di Hambalang, yang dihadiri oleh Partai Gerindra. Dia juga mengatakan bahwa seragam loreng ini adalah simbol harapan akan kedisiplinan di kalangan peserta diklat.

Tepatnya sejak awal, Kemenhaj telah menyatakan ingin menerapkan pendekatan semi militer dalam pelatihan PPIH. Gus Irfan menjelaskan bahwa mereka berharap untuk mendapatkan kedisiplinan dan kesamaptaan fisik dari peserta diklat.

Dengan demikian, seragam loreng yang dikenakan oleh Menteri Haji dan Umrah tersebut dapat diartikan sebagai simbol harapan akan kedisiplinan di kalangan peserta diklat.
 
Gue pikir ini gampang banget deh! Gus Irfan mau masuk ke kampus bikin kesepakatan dengah Dahnil, kayaknya gue suka dengerin tentang hal ini. Tapi apa yang salah sama aja? Seragam loreng itu sapa-sipanya nggak nyaman kayaknya? Gue pikir ini agak ironis deh, kayaknya Gus Irfan mau jadi contoh bagaimana kedisiplinan bisa dipraktikkan. Semoga peserta diklat bisa belajar dari gus! 🤝
 
omg gus irfan lagi kasian ya, ga jelas kan kenapa dia memakai seragam loreng yang tidak pas dengannya 😂! tapi ayo om ngabain, dia masih lucu banget! sih kaus dan celana cream itu dari retreat gerindra, aku rasa ini bermaksud untuk menunjukkan bahwa mereka ingin peserta diklat menjadi lebih disiplin 🙏. tapi juga kan jujur ya gus irfan kurang nyaman dengannya, aku setuju sama om! 💁‍♀️
 
Gue pikir siapa pun yang memakai seragam loreng itu lagi-lagi ingin tampil seperti militer, kan? 😂 Gus Irfan dan Dahnil pasti ingin menunjukkan bahwa mereka ingin mendapatkan kedisiplinan di kalangan peserta diklat. Tapi, gue rasa ini lebih seperti gaya hidup yang ikut-ikutan aja, nggak? Dan siapa tahu, mungkin seragam loreng itu bisa menjadi trend baru di kalangan pecinta umrah? 😂 Mungkin juga bikin gue rasa tidak nyaman dengannya, tapi sepertinya Gus Irfan sudah familiar dengan modelnya.
 
Gus Irfan memakai seragam loreng seperti ini untuk buatkan kesan kan? Tapi aku rasa ada yang salah, kamu memakai celana cream setelah awalnya mau memakai kaus tentara. Maksudnya apa? Apakah kamu ingin menunjukkan bahwa kamu tidak bisa ikut-ikutan kebiasaan lain?

Aku pikir ini kayak kesempatan untuk belajar tentang adaptasi dan disiplin diri. Jika kamu suka kaus tentara, tapi lama-kelamaan kamu rasa celana cream lebih nyaman, apa yang salah dengan itu? Ada artinya kalau kamu harus tetap memakai kaus tentara hanya karena mau "dilayakkan" oleh orang lain.
 
Wow! Gus Irfan memakai seragam loreng tentara yang nggak biasa aja, ngapun udah diputuskan dia akan pakai kaos tentara. Dia harus ganti ke celana cream jadi! 🤣 Interesting banget bagaimana cara Gus Irfan ini milih ganti kaos dengan celana cream. Mungkin dia ingat dulu ada retreat di Hambalang dan Partai Gerindra dihadiri, nggak? 😅
 
Maksudnya apa sih kalau penasaran Menteri itu memakai seragam loreng yang pas tidak pas aja? Apa ada yang salah kalau dia ingin nggak menyesuaikan dirinya dengan pendekatan militer itu. Mungkin bosen banget kalau harus selalu macet di tempat yang rapi dan formal, kan?
 
ini gak masuk akal sih... kenapa seragam loreng tentara jadi simbol dari kedisiplinan? gimana caranya aja kita bisa jadi seperti itu? dan kenapa mereka belom ngerasa kesepakatan dengan Dahnilnya aja? gak perlu jadi seragam loreng, sederhana aja jadi seperti yang lain. dan apa artinya kalau Menteri Haji dan Umrah duduk di sebelah Wakil Menteri, sih? gimana caranya kita bisa terbebas dari semuanya ini? 🤔💔
 
hehe, gue rasa seragam loreng sih bukan ide yang bagus banget. apa lagi, Gus Irfan sendiri bilang sebelumnya dia aja bakal pakai kaos tentara aja, tapi kemudian ganti dulu banget. kayaknya dia udah cinta kaus cream deh

maaf, tahu kalau seragam loreng ini sih buat jadi simbol harapan akan kedisiplinan di kalangan peserta diklat, tapi apa keberadaannya tidak perlu juga banget. seragam loreng itu kayaknya lebih sesuatu yang formal banget, padahal gue pikir diklat PPIH itu udah informal enough deh

saya rasa yang penting adalah Menteri Haji dan Umrah itu bisa menunjukkan kesediaan untuk menerima perubahan dan beradaptasi dengan situasi. jadi, jika Gus Irfan aja pakai kaos cream karena tidak nyaman dgn seragam loreng, itu sih bukan kekecewaan tapi lebih seperti contoh bagaimana cara berkomunikasi yang efektif dengan rekan kerja.

hehe, gue rasa kaus cream dan seragam loreng ini kayaknya bisa dihilangkan dari diklat PPIH ya, cukup dgn kaos biasa aja.
 
Gus Irfan nggak masuk ke kampus dengan ngerjain aja, dia belompergi ke retreat dulu, dan belom pernah jadi polosan, tapi nggak terlalu serius nih, cerita gitunya. Si Wakil Menteri nyesel, mungkin dia suka main-main bareng Gus Irfan deh 🤔
 
🤩 oh iya, gus irfan ini kayaknya benar-benar pede banget! dia mau gunakan seragam loreng sih, tapi akhirnya pilih celana cream karena tidak pas dengan posturnya 😂. tapi aku rasa itu juga ide bagus sih, kamu tahu kalau kaus dan celana cream itu dari retreat di hambalang, dan gus irfan benar-benar ingin mendorong kedisiplinan di kalangan peserta diklat! 🤝
 
Gue pikir ya kaus dan celana cream itu sama-sama keren banget! Gus Irfan memang lucu, gue suka banget dia yang bisa memakai seragam loreng tapi lalu ganti dengan celana cream 😂. Gue rasa ini menunjukkan bahwa Gus Irfan bisa adaptasi dan tidak terlalu serius. Yang penting adalah peserta diklat bisa belajar dari pengalaman di retreat Partai Gerindra itu. Gue harap diklat PPIH ini bisa membawa kesempatan bagi orang-orang untuk belajar dan menjadi lebih kedisiplin dalam hidupnya 🙏💪.
 
Gus Irfan memakai seragam loreng yang tidak biasanya dia kenakan, itu kan aneh banget 🤔. Tapi jadinya dia juga bisa menunjukkan kesepakatan dengan Dahnil, yang pasti gampang deh untuk Gus Irfan. Yang penting, dia sudah memutuskan untuk mengganti kaus tentara dengan celana cream, karena itu sudah masuk akal lah 🙃.
 
Saya pikir ini gak masuk akal lah... Menteri Haji dan Umrah memakai seragam loreng tentara seperti itu? Saya rasa ini gak sesuai dengan posisi mereka, kan? Mereka harus lebih profesional, bukan? Saya tahu Menteri Irfan bilang bahwa dia pilih memakai celana cream karena tidak nyaman dengan kaus, tapi gak perlu lagi, kan? Ini kayaknya lebih serius dengan pendekatan semi militer yang Kemenhaj lakukan. Tapi, saya rasa gak ada gunanya memakai seragam loreng...
 
kembali
Top