Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf serta Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak memakai seragam loreng tentara di pembukaan diklat PPIH yang diselenggarakan oleh Kemenhaj. Menurut pengamat, kebiasaan ini dilakukan oleh Gus Irfan yang merupakan wakil Menteri Haji dan Umrah tersebut, sebagai bentuk kesepakatan dengan Dahnil.
Sebelumnya, Gus Irfan mengatakan bahwa dia akan memakai kaus tentara saat diklat. Namun, setelah diklat dimulai, dia menemukan bahwa seragam loreng ini tidak pas dengan postur tubuhnya. Oleh karena itu, dia memilih memakai celana cream sebagai pengganti.
Gus Irfan menjelaskan bahwa kaus tentara dan celana cream itu merupakan hasil dari retreat di Hambalang, yang dihadiri oleh Partai Gerindra. Dia juga mengatakan bahwa seragam loreng ini adalah simbol harapan akan kedisiplinan di kalangan peserta diklat.
Tepatnya sejak awal, Kemenhaj telah menyatakan ingin menerapkan pendekatan semi militer dalam pelatihan PPIH. Gus Irfan menjelaskan bahwa mereka berharap untuk mendapatkan kedisiplinan dan kesamaptaan fisik dari peserta diklat.
Dengan demikian, seragam loreng yang dikenakan oleh Menteri Haji dan Umrah tersebut dapat diartikan sebagai simbol harapan akan kedisiplinan di kalangan peserta diklat.
Sebelumnya, Gus Irfan mengatakan bahwa dia akan memakai kaus tentara saat diklat. Namun, setelah diklat dimulai, dia menemukan bahwa seragam loreng ini tidak pas dengan postur tubuhnya. Oleh karena itu, dia memilih memakai celana cream sebagai pengganti.
Gus Irfan menjelaskan bahwa kaus tentara dan celana cream itu merupakan hasil dari retreat di Hambalang, yang dihadiri oleh Partai Gerindra. Dia juga mengatakan bahwa seragam loreng ini adalah simbol harapan akan kedisiplinan di kalangan peserta diklat.
Tepatnya sejak awal, Kemenhaj telah menyatakan ingin menerapkan pendekatan semi militer dalam pelatihan PPIH. Gus Irfan menjelaskan bahwa mereka berharap untuk mendapatkan kedisiplinan dan kesamaptaan fisik dari peserta diklat.
Dengan demikian, seragam loreng yang dikenakan oleh Menteri Haji dan Umrah tersebut dapat diartikan sebagai simbol harapan akan kedisiplinan di kalangan peserta diklat.