Mendikdasmen: Pemerintah Cari Solusi Nasib Guru PPPK Paruh Waktu

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan bahwa pemerintah akan mencari solusi terbaik bagi nasib guru yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di seluruh Indonesia. Dalam rapat lintas kementerian, dia mengatakan bahwa pihaknya sedang berusaha memastikan kejelasan status dan kesejahteraan para guru non-Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menurutnya, istilah "guru honorer" tidak ada dalam undang-undang, namun ada dua jenis guru, yaitu guru non-ASN yang bersertifikasi dan belum tersertifikasi. Guru non-ASN yang bersertifikasi dapat mendapatkan Rp2 juta per bulan, ditambah tunjangan tempat dan biaya transportasi.

Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur menunggu keputusan pusat terkait nasib sekitar 1.576 guru honorer di Cianjur yang tidak masuk dalam usulan formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2025.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikpora Cianjur, Wawan Setiawan, mengatakan bahwa Pemkab Cianjur telah mengusulkan lebih dari 7.000 formasi PPPK paruh waktu tahun 2025 terdiri dari guru dan tenaga teknis di sekolah.
 
Aku jadi penasaran sih, kenapa pemerintah harus mencari solusi khusus untuk guru non-ASN? Aku rasa sama-sama guru itu punya hak yang sama untuk mendapatkan kompensasi dari negara. Maukah aku salah kan, tapi aku pikir ini masalah keadilan... 🤔📚
 
Wow, rasanya gini kok. Nasib guru honorer masih sulit dipahami & tidak ada jaminan kehidupan yang stabil. Pemerintah harus lebih cepat jawab untuk mengatasi masalah ini. Menurutku, pihak Dinas Pendidikan di kabupaten Cianjur harus lebih fokus dalam memberikan solusi untuk nasib 1.576 guru honorer di sana 🤔
 
Mana kabar gak nih? Aku sedang sibuk dengan tugas semester ini 🤯. Tapi aku dengerin kabar tentang status guru honorer, itu kira-kira apa aja?

Aku pikir pemerintah harus cari solusi yang lebih baik daripada 'guru honorer' itu, tapi mungkin kalau dibaca dari sudut pandang mereka, itu sudah tidak buruk. Aku kayaknya ingin tahu lebih lanjut tentang bagaimana kebijakan ini berdampak pada sekolah-sekolah di Indonesia.

Saya harap pemerintah bisa memberikan solusi yang baik untuk para guru honorer, mereka pasti butuh bantuan ya 🤗. Tapi aku juga berharap tidak ada yang terburu-buru dalam meresepkannya, karena itu akan mempengaruhi kualitas pendidikan di Indonesia.
 
Makasih banget sama informasinya yang seru banget! Saya pikir penting banget kembalikan status guru honorer, tapi ada masalah yang cukup kompleks di sini. Mungkin pemerintah bisa mencari solusi yang lebih baik daripada memanggilnya "guru honorer". Misalnya, mereka bisa membuat program yang jelas untuk membantu para guru non-ASN ini, seperti pengajuan beasiswa atau bantuan biaya hidup. Saya rasa ini yang paling penting banget agar gurunya bisa hidup nyaman dan terbebas dari kekurangan. Semoga pemerintah bisa mencari solusi yang lebih baik untuk para guru ini 😊
 
Aku senang aku tidak lagi menjadi "guru honorer" 🤣, tapi serius, apa yang caranya aku sebagai pegawai pemerintah? Kita harus mencari pekerjaan lain ya... Menteri Mendikdasmen ini kayaknya harus nggak malu nulis kata "guru honorer", kalau tidak ada di undang-undang apa lagi? 🤷‍♂️ Aku rasa ada yang salah di pihak Dinas Pendidikan Cianjur, maukah aku bilang caranya aku terus bekerja sambil nggak mendapatkan gaji? Aku rasa 1.576 orang guru honorer di Cianjur itu kayaknya harus nyaman banget, tapi sayangnya mereka masih harus bekerja tanpa gaji...
 
Guru honorer siapa lagi? 🤔 Selama ini aku pikir mereka adalah orang yang tidak punya pekerjaan lain, tapi ternyata ada sistemnya ya? 😊 Menteri Abdul Mu'ti kayaknya baik-baik saja, mencari solusi buat para guru non-ASN. Tapi aku penasaran, mengapa harus begitu banyak lagi formasi PPPK paruh waktu di tahun 2025? 🤷‍♂️ Aku rasa sudah cukup lah dengan sistem yang ada. Dan siapa yang bilang bahwa guru honorer tidak memiliki kesejahteraan yang sama seperti guru non-ASN? 🤑 Saya rasa perlu ada perhatian lebih dari pemerintah, terutama buat para guru yang sudah lama bekerja tanpa gaji yang stabil. 😊
 
guru honorer ini nggak adil banget ya 🤔! Mereka harus mendapatkan gaji yang jelas dan stabil, tapi apa yang ada sih cuma Rp2 juta per bulan 🤑. Dan gini, mereka harus terus bekerja tanpa cuti atau liburan yang cukup, tapi apa yang ada sih cuma tunjangan tempat dan biaya transportasi yang minim 🚶‍♀️. Saya rasa pemerintah harus segera menangani masalah ini dan memberikan solusi yang lebih baik bagi para guru honorer 💪.
 
Aku pikir kira-kira kalau pemerintah punya rencana serius buat jamin kestabilan masa depan para guru, lama-lama aja kita lihat hasilnya ya... mungkin perlu dibawa ke level yang lebih tinggi lagi biar bisa jadi solusi yang seragam.
 
guru non ASN pasti kesulitan karena mereka harus membayar asuransi dan bunga pinjaman, tapi pemerintah masih belum tentu akan memberikan solusi yang baik untuk mereka 🤔. aku pikir pemerintah harus mencari cara baru untuk mengatasi masalah ini bukan hanya menyeret statusnya ke kategori guru honorer yang sudah ada. aku ingin melihat pihak pendidikan di setiap daerah bisa bekerja sama lebih baik dengan pemerintah untuk memberikan solusi yang sesuai dan bermanfaat bagi para guru non ASN 😊.
 
😔 Kita harus berani bicara tentang nasib para guru yang bekerja paruh waktu, kan? Mereka juga memiliki peran penting dalam pendidikan kita, tapi apa pun keredekatan yang diberikan oleh pemerintah masih belum cukup. Aku pikir lebih baik lagi kalau mereka mendapatkan gaji yang stabil dan tidak ada kekhawatiran tentang masa depan mereka. 🤝
 
Akhirnya pemerintah ingat nasib para guru honorer ya... 🙄 Selama ini yang dipikirkan hanya uang negara, tapi giliran nasib para yang berjuang di sekolah nanti. Semoga jawaban dari pihak Mendikdasmen tidak hanya tentang kejelasan status dan kesejahteraan para guru non-ASN saja, tapi juga tentang solusi yang nyata untuk mereka.
 
Guru apa lagi... :D Masih belum ada solusi yang jelas buat mereka, ya? Nah, aku pikir itu karena pemerintah ingin menghindari biaya yang banyak nih. Tapi, aku rasa lebih baiknya buat mereka buat mendapatkan kesejahteraan yang adil. Aku pernah duduk di bangku sekolah dan aku tahu betapa lelahnya guru yang bekerja tanpa bantuan yang cukup. Sekarang ajarin aja teknologi agar bisa mengurangi beban mereka nih... 🤔💻
 
ohi broooo 🤩, aku pikir ini salah satu masalah yang sangat serius banget kalau kita tidak segera menyelesaikannya. gurus yang bekerja paruh waktu ini sebenarnya memiliki kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dan jasa mereka lebih baik, tapi apa yang ada di samping itu? 🤔 mereka masih banyak yang belum mendapatkan status yang jelas dan kesejahteraan yang adil. aku harap pemerintah bisa segera menemukan solusi yang tepat dan membuat semua gurus di Indonesia merasa bangga dan dihargai 🙏. kami juga harus bersatu dan membantu satu sama lain agar semuanya bisa berjalan lancar 🤝
 
Guruhonorer itu nggak bisa jadi subjek diskusi yang gampang, tapi aku pikir pemerintah harus ngijarin dulu kalau ada konflik antara menteri mendikdasmen dan Pemkab Cianjur, apa sih tujuannya? Menteri mendikdasmen udah jelas jawabannya, tapi apa kapan sekarang? Aku pikir aku harus setuju dengan pihak pendidikan, karena guru itu penting banget, tapi aku juga pikir kita tidak boleh terlalu memaksakan hal yang salah. Hmm, 1.576 guru honorer di Cianjur, itu makin jadi bahan diskusi yang gampang...
 
wahhhh... aku curiga apa itu ini PPPK paruh waktu? maksudnya apa sih kalau gurunya tidak masuk dalam PPPK? apakah mereka masih menerima uang atau apa? 🤔

aku rasa aku paham bahwa ada perbedaan antara guru ASN dan non-ASN, tapi aku tidak ngerti tentang itu "guru honorer" apa yang artinya? kalau gurunya sudah tercertifikasi, kenapa dia tidak masuk dalam PPPK? 🙄

dan apa sih dengan 1.576 guru honorer di Cianjur? bagaimana caranya mereka bisa tahu siapa yang harus masuk dalam PPPK? aku merasa ada kerangkengan di sini... 🤑
 
Maksudnya sih apa yang bikin ada perbedaan besar antara gurunya? Pertanyaan penting ni! Kalau gurunya bisa mendapatkan Rp2 juta bulan, tapi masih harus bekerja paruh waktu, apa artinya? Apa yang mau dipikirkan pemerintah sih? Mungkin perlu ada solusi yang lebih baik lagi.
 
gak ngerti apa yang terjadi dgn para guru PPDK, mereka udah pakai jangka waktu 3 bulan lalu dan sudah ngerasa tidak stabil. gue bayangkan kalau kita sendiri harus bekerja tanpa kontrak yang pasti, itu sangat tidak nyaman dan kurangnya kepastian. apalagi mereka yang belum tersertifikasi, itu malah membuat mereka semakin bingung. pemerintah harus minta maaf dulu, gue rasa ini udah waktunya untuk memberikan solusi yang lebih baik buat para guru PPDK, jangan biarkan mereka terus terjebak dalam ketidakpastian.
 
aku kayaknya penasaran juga dengarkan percakapan antara Wawan Setiawan dan Abdul Mu'ti, tapi kalau aku sadar sekarang, aku pikir permasalahan ini sudah tidak asing lagi padaku. tapi apa yang aku ketawarkan, menteri pendidikan benar-benar berusaha untuk menemukan solusi bagai nasib guru non-ASN di Indonesia. tapi aku masih penasaran, siapa yang akan bertanggung jawab jika ada kesalahan atau kesepian bagi para guru ini? dan mungkin kalau kita lihat kebijakan ini dari sisi logis, apa yang menyangkut pengeluaran Rp2 juta per bulan buat para guru non-ASN ternyata masih bisa terpenuhi dengan biaya yang sudah ada dalam dana sekolah? aku nggak tahu apakah ini solusi yang tepat, tapi aku penasaran juga apa rencana selanjutnya.
 
Guru non ASN yang beliau maksud pasti gampang ngerasa like gila kaya, duitnya hanya Rp2 juta per bulan aja, sementara kalau aku mau bekerja penuh waktu di rumah tapi gak ada gaji, aku harus mencari gaji tambahan ke mana-mana. Mungkin pemerintah bisa buat program bantuan atau sesuatu yang lebih bagus daripada itu.
 
kembali
Top