Mendagri Ungkap Minat BUMD Manfaatkan Kayu Sisa Banjir Sumatra

Banyak warga di daerah terdampak banjir Sumatra memanfaatkan kayu gelondongan yang berserakan untuk memperbaiki rumah dan jembatan. Namun, masih ada banyak potensi penggunaan kayu kecil yang belum digunakan.

Menurut Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, kepala daerah mengusulkan agar kayu kecil ini dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi, seperti dijual oleh BUMD kepada pihak ketiga. "Mereka nanya-nanya terus. Boleh enggak ambil kayu? Karena selama ini susah cari kayu," kata Tito dalam Rapat Koordinasi Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Wilayah Sumatra.

Pemanfaatan kayu gelondongan ini bisa menjadi bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Sumatra Utara atau untuk industri lokal, seperti pembuatan batu bata. Selain itu, masyarakat juga diperbolehkan memanfaatkan kayu tersebut untuk perbaikan rumah dan kebutuhan lainnya.

Tito mengatakan persoalan kayu gelondongan ini berada di kawasan perbatasan Aceh Timur dan Aceh Utara. Pemerintah sedang mencari solusi penanganan, terutama untuk perbaikan kawasan sungai. "Silakan dimanfaatkan untuk masyarakat ataupun pemerintah untuk penanganan bencana," ujar Tito.

Kementerian Kehutanan diperlukan untuk memberikan arahan lebih lanjut tentang penggunaan kayu kecil ini. Tito menilai kayu-kayu kecil tersebut tetap memiliki nilai ekonomi.
 
Aku pikir kayaknya pemerintah harus berusaha agar masyarakat bisa memanfaatkan kayu gelondongan itu dengan baik, tapi tidak boleh terlalu banyak. Karena kalau terlalu banyak, kita akan kehabisan kayu di masa depan... dan aku ingat saat-saat banjir di Solo tahun 2012, kayaknya seribu kaki dua lagi banjir... tapi kayak gini, pemerintah sudah berusaha untuk mencegah banjir itu.
 
Eh, aku pikir kayaku gelondongan yang banyak sekali di daerah banjir Sumatra itu bisa bikin perkerasan jalan lebih kuat juga sih 🤔. Aku lihat foto-foto banjir di media sosial sebelumnya, kayaku yang longgar bikin banjir terus berlanjut aja. Kalau dipadukan dengan beton atau aspal, kayaku bisa membuat perkerasan jalan yang lebih kuat dan tidak mudah rusak 💪. Tapi, aku rasa pemerintah harus berhati-hati juga, jangan sampai kayu itu merusak lingkungan 🌿.
 
Gue pikir pemerintah harus lebih cepat buat mengatur penanganan potensi kayu gelondongan di daerah banjir, kalau tidak akan banyak yang nggak bisa menikmati manfaatnya 🤔
 
Gue pikir kayaknya gak ada masalah banget kalau warga daerah terdampak banjir itu memanfaatkan kayu gelondongan yang berserakan. Mereka bisa jadi memperbaiki rumah, jembatan, dan kebutuhan lainnya. Tapi, kayaknya perlu ada aturan gak, supaya tidak keterburukan. Misalnya, pemerintah bisa menetapkan batas jumlah kayu yang bisa dimanfaatkan oleh warga daerah. Dan kalau kayu-kayu kecil itu masih memiliki nilai ekonomi, kayaknya pihak BUMD bisa jadi berkooperasi dengan masyarakat untuk memanfaatkannya.

Dan gue juga pikir kayakanya kementerian Kehutanan harus memberikan arahan lebih lanjut tentang cara penggunaan kayu kecil ini. Misalnya, bagaimana caranya mengolah kayu-kayu kecil itu agar tidak merusak lingkungan. Tapi, secara umum, gue pikir pemanfaatan kayu gelondongan bisa menjadi solusi yang baik bagi daerah terdampak banjir. Karena kayaknya masyarakat sudah memiliki pengalaman dan pengetahuan tentang kayu-kayu kecil itu sendiri. 🌳💡
 
heyyyyy, kayaknya banjir di Sumatra ini memang masalah yang serius, tapi aku senang melihat warga-warganya bisa langsung melakukan DIY untuk memperbaiki rumah dan jembatan mereka dengan menggunakan kayu gelondongan yang banyak tersedia. tapi, aku rasa pemerintah harus segera memberikan arahan lebih lanjut tentang bagaimana cara penggunaan kayu kecil ini agar tidak terjadi kerusakan atau penolakan dari warga. kayaknya ada banyak potensi untuk memanfaatkan kayu kecil ini untuk ekonomi dan industri lokal, seperti membuat bata atau bahan bakar pembangkit listrik, hebat banget! 😊
 
Wah, kayaknya gampang banget buat pemerintah cari solusi deh 🤷‍♂️. Masih banyak potensi penggunaan kayu kecil yang belum digunakan, tapi kayaknya orang-orang yang terdampak banjir sama-sama puas dengerin kabar itu 😊. Tito Karnavian kayaknya salah satu orang yang paham dengan masalah ini, karena dia bilang "boleh enggak ambil kayu?" 🤔. Siapa tau kayaknya ada solusi yang lebih baik dari cara-cara yang sudah ada.

Aku rasa kayu gelondongan bisa jadi bahan bakar untuk pembangkit listrik tenaga uap di Sumatra Utara, atau bisa digunakan untuk industri lokal, seperti batu bata 🌳. Tapi kayaknya pemerintah harus lebih teliti dalam menentukan cara penggunaan kayu kecil ini, agar tidak sampai ada yang kalah 🤦‍♂️.
 
Penggunaan kayu gelondongan itu benar-benar buat mempercepat proses rehabilitasi banjir di daerah Sumatra, tapi masih ada banyak yang bisa dibawa lebih jauh! Seperti nih, kayaknya bisa jadi kayu kecil ini bisa dimanfaatkan buat pembangkit listrik tenaga uap, atau bahkan untuk industri lokal seperti pembuatan batu bata. Tapi, gak hanya itu aja, kayaknya masyarakat juga bisa menggunakan kayu kecil ini buat perbaikan rumah dan kebutuhan lainnya. Saya pikir kalau pemerintah bisa memberikan arahan lebih lanjut tentang penggunaan kayu kecil ini, itu akan sangat membantu.
 
Hmm, kayaknya kayak banjir itu di Sumatra memang serius, kan? tapi kalau kita paksa menggunakan kayu kecil yang sudah sengaja dibuang itu buat apa? kayaknya lebih baik jangan dipakai kecuali jikalau ada orang yang mau berinvestasi dulu, tapi kalau dipakai tanpa ada penanaman modal, siapa nanti yang kehilangan uang?
 
Penasaran kayaknya banjir di Sumatra bisa dipelihara jika kita ngelola kayunya dengan bijak 🤔. Kayu gelondongan itu banyak banget dan bisa jadi sumber daya yang baik untuk industri lokal, misalnya buat pembuatan batu bata atau bahkan bahan bakar nanti. Kita harus makin serius cari cara untuk mengelola kayunya dengan lebih efisien, ya... 🌳🔨
 
Gue pikir apa yang diartikan dari cerita ini adalah bagaimana kita harus fokus pada efisiensi dalam menghadapi bencana alam, apalagi kayak banjir yang sering terjadi di Sumatera. Kita harus bisa berpikir kreatif dan jujur, siapa tahu apa yang sudah ada sekarang bisa digunakan lagi nanti untuk kepentingan yang lebih baik.
 
Saya pikir kayaknya pemerintah harus segera mengambil tindakan, tapi juga harus berhati-hati. Kalau kita ambil kayu gelondongan yang banyak lagi di daerah lain, mungkin akan makin masalah. Saya harap Kementerian Kehutanan bisa memberikan arahan yang tepat tentang cara penggunaan kayu kecil ini agar tidak jadi masalah. Kalau kayaknya kita harus menunggu, aku pikir ini makin lama makin lebih kering... :(

dan aku rasa pemerintah juga harus melihat keadaan daerah perbatasan Aceh Timur dan Aceh Utara dulu sebelum memutuskan apa-apa. Saya senang sekali orang-orang di daerah tersebut bisa langsung menggunakan kayu gelondongan untuk perbaikan rumah dan jembatan, tapi kita juga harus waspada agar tidak ada yang salah...
 
Pak, kayaknya kalau pemerintah punya saran yang jelas, masyarakat di daerah Sumatra bisa cepat menyelesaikan masalah banjir dan krisis kayu gelondongan. Namun, saya pikir kalau BUMD tidak boleh terlalu ambisius dengan penjualan kayu kecil itu. Bayangin aja, masyarakat yang terdampak banjir sudah lemas lama, kalau BUMD jadi semacam 'pajak' atau 'penyita', siapa yang salah?

Saya pikir pemerintah harus bisa memberikan contoh yang baik dengan menunjukkan bahwa semua pihak bisa bekerja sama. Misalnya, apa kalau semua warga di daerah itu bisa dibantu untuk membangun sistem drainase yang baik secara bersama-sama? Saya yakin itu akan lebih efisien dan tidak ada 'tongkol' siapa-siapa.
 
Gue pikir kayaknya kayaku kecil yang bermalat itu bisa jadi opsi yang bagus banget kalau kita mau ngubah jembatan atau rumah, tapi ternyata masih banyak yang belum terpakai... Gue rasa pemerintah sudah lama cari solusi untuk masalah ini, seperti ngebuat batu bata atau bahan bakar pembangkit listrik... Kalau kayak gue pikir pemerintah harus berkomunikasi dengan Kementerian Kehutanan dan kepala daerah agar kita bisa ngatur penggunaan kayu kecil itu lebih baik.
 
I don’t usually comment but... banget aku penasaran dengan pemanfaatan kayu gelondongan di daerah terdampak banjir Sumatra 🤔. Masyarakat sudah bisa mulai memanfaatkan kayaknya, tapi masih banyak potensi yang belum digunakan. Kadang aja aku rasa kita Indonesia sangat kreatif dan lincah dalam menemukan solusi dari masalah-masalah kehidupan sehari-hari 😊. Jadi, kalau pemerintah sudah mempersiapkan solusi untuk perbaikan sungai dan infrastruktur, kenapa kita tidak bisa mencoba menggunakan kayu gelondongan sebagai bahan bakar atau industri lokal? Mungkin ada banyak teknologi yang bisa diterapkan dari pengalaman lainnya di luar negeri 🌎.
 
Gue pikir banget kayak gini, masyarakat Sumatra udah lama menabung untuk pesta bencana lagi aja. Udah ada kayu gelondongan yang masih berharga, tapi gue rasa masih banyak potensi penggunaannya yang belum diwujudkan. Seperti apa ya bisa jadi kayak itu dimanfaatkan buat pembangkit listrik atau industri lokal. Gue rasa harusnya pemerintah ngaruh lebih kuat agar masyarakat Sumatra bisa mendapatkan keuntungan dari kayu gelondongan ini. Tapi, gue juga berharap pemerintah tidak hanya fokus pada kepentingan ekonomi aja, tapi juga memikirkan dampak lingkungan dan keseimbangan alam yang harus terjaga. 🌿💡
 
Banget nggak kayaknya sih kita bisa menghemat kayaku kecil banjir itu? Saya pikir kita bisa bikin banyak hal dengan kayaku kecil itu, gampang kok! Misalnya bikin bahan bakar pembangkit listrik atau industri lokal. Saya rasa Menteri Tito Karnavian udah benar-benar bijak dalam mencari solusi. Masyarakat dan pemerintah bisa bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ini. Tapi, saya harap Kementerian Kehutanan bisa memberikan arahan yang lebih jelas tentang bagaimana cara penggunaan kayaku kecil ini agar tidak hanya berakhir di tempat. Saya rasa kayaku kecil itu masih punya banyak potensi! 🌳💡
 
Gak bisa percaya kayak banjir itu masih terjadi di Sumatra 🌪️. Sementara itu, warga malah memanfaatkan kayu gelondongan yang banyak terbawa aliran untuk memperbaiki rumah dan jembatan. Mungkin mau kebayang-kebayangan kayak perencanaan ini, tapi masih ada banyak potensi penggunaan kayu kecil yang belum digunakan 🤔.

Pemkab juga udah minta BUMD menjual kayu kecil ini kepada pihak ketiga, tapi gak tahu bagaimana caranya 😕. Mungkin harus lama cari solusi untuk ini. Kayu gelondongan ini bisa jadi bahan bakar pembangkit listrik atau industri lokal, tapi apa kayaknya tidak ada yang mau membelinya? 🤷‍♂️
 
I don't usually comment but... kayaknya pemerintah harus langsung menghubungi Kementerian Kehutanan agar bisa memberikan arahan yang jelas tentang penggunaan kayu gelondongan yang banyak tersedia di daerah terdampak banjir Sumatra. Saya pikir kalau pemerintah bisa memanfaatkan kayu kecil ini, maka biayanya untuk memperbaiki rumah dan jembatan bisa lebih murah dan cepat. Tapi, juga harus diperhatikan agar tidak terjadi penyalahgunaan atau kehilangan yang berlebihan, ya! 😊🌳
 
kembali
Top