Mendagri Ungkap Minat BUMD Manfaatkan Kayu Sisa Banjir Sumatra

Gue rasa gak salah kalau gue bilang pemerintah harus memberikan saran yang lebih spesifik tentang cara kerja penggunaan kayu gelondongan ini, misalnya gimana caranya kita bisa mengetahui kualitas kayunya? atau gimana caranya kita bisa menghindari kekacauan yang sering terjadi di daerah perbatasan? jadi gue rasa biar lebih efektif banget kalau gue tahu ada langkah-langka dari pemerintah yang akan membantu masyarakat agar gak merusak kayu tersebut dalam proses pemadaman banjir.
 
Aku pikir ini gampang banget, kalau kita pakai kayu gelondongan yang banyak ada di daerah banjir itu untuk memperbaiki rumah dan jembatan, atau bahkan untuk membuat bahan bakar pembangkit listrik. Tapi kayaknya masih banyak potensi yang belum digunakan, misalnya bisa dijual oleh BUMD ke pihak ketiga atau dipergunakan untuk industri lokal seperti pembuatan batu bata. Aku rasa ini akan membantu banyak orang di daerah banjir itu, dan kita juga tidak perlu khawatir tentang keseimbangan ekologi.
 
Gak percaya kayaknya masih ada yang cari kayu gelondongan di daerah banjir, serius aja kayaknya sudah capek cari kayaku 🤣. Tapi aku senang lihat warga bisa langsung mengambil tindakan dan mulai memperbaiki rumah-rumuh mereka. Kayaknya pemerintah juga mulai siap untuk memberikan bantuan, tapi aku rasa lebih baik lagi kalau mereka bisa membantu dengan cara yang lebih cepat aja, kayakingan 🕒️.
 
Pikiran saya, kalau kita gak terburu-buru, kayak kayak banjir itu bisa menjadi kesempatan buat masyarakat Sumatera, mereka bisa memanfaatkan kayu gelondongan itu untuk kebutuhan sehari-hari. Misalnya, ada yang ingin bikin batu bata, ada yang ingin jadi bahan bakar, atau bahkan dijual oleh BUMD. Tapi, kalau kita gak sengaja, kayaknya bisa terus terjebak dalam masalah kayu gelondongan itu. Mungkin kita perlu ada bantuan dari Kementerian Kehutanan, agar mereka bisa memberikan petunjuk lebih lanjut tentang cara penggunaan yang tepat dan tidak menyia-nyiakan nilai ekonominya 💡🌿
 
kembali
Top