Mediasi Buntu, 5 Pekerja Media Suara Merdeka Siapkan Jalur PHI

Mediasi Buntu, Pekerja Media Suara Merdeka Siapkan Jalur PHI untuk Menghadapi Perusahaan

Mediator Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang Yudha Andriyanto menyatakan bahwa tripartit antara perusahaan media Suara Merdeka dan lima pekerja buntu tanpa kesepakatan. Mediasi ini menjadi kegagalan, sehingga membuka jalan untuk gugatan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

Kemenangan perusahaan ini diperburuk oleh kondisi keuangan yang terpuruk akibat pandemi Covid-19. "Itikad baik perusahaan ini tidak diterima karena dianggap tuntutannya satu kesatuan," kata kuasa hukum Suara Merdeka, Daryanto.

Pekerja ini menuntut empat hal: pemenuhan kekurangan upah beserta denda sejak 2019-2025; pembayaran kekurangan THR dan denda 2019-2025; mengaktifkan lagi program JHT BPJS Ketenagakerjaan, dan menuntut pengembalian pembayaran upah dari 55 persen menjadi 100 persen sesuai UMK tahun berjalan.

Jika perusahaan tidak sepakat dengan anjuran mediator Disnaker, pekerja akan tempuh PHI. Sementara itu, Divisi Ketenagakerjaan AJI Semarang dan Serikat Pekerja Lintas Media (SPLM) Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dan membersamai perjuangan lima pekerja Suara Merdeka.
 
Gak bisa tahan lagi, suara mereka seperti tikungan di jalan kaki... apa aja kelemahan ya? Kenapa gugat PHI sih? Kalau kan ada mediator, eh malah mediasi buntu... Wah, perusahaan punya itikad baik, tapi kayaknya tidak dipercaya...
 
Kasus ini kayaknya gini, perusahaan suka mengutamakan keuntungan mereka sendiri walaupun pekerja sudah tidak menerima upah selama 2 tahun! #PekerjaMerasaBungaan

Itikad baiknya aja, tapi siapa nonton? Kalo kita melihat dari perspektif perusahaan, pasti mereka ingin menjaga kesepakatan yang sudah ada. #SempatTakBisaKan

Aku pikir pekerja suka sekali bila bisa mendapatkan kembali upah mereka walaupun terlambat. Perusahaan harus lebih serius dalam menyelesaikan masalah ini! #PekerjaHarusDapat

Kalo mediator Disnaker tidak berhasil, aku rasa pekerja akan tempuh PHI dan mungkin perlu bantuan dari organisasi lainnya. Semoga bisa dipecahkan dengan baik ya! 🤞
 
Pesan dari saya, kalau perusahaan media mau bercanda aja dengan 5 pekerja buntu itu, tapi jangan lupa juga kepentingan mereka sendiri, yakinin siapa yang kalah siapa yang harus masuk PHI kan? Saya rasa perlu ada penyelesaian yang adil dan tidak ada pihak yang memenang atau kalah, kita semua ingin sukses dan bahagia ya.
 
Gue rasa suka banget cara pekerja media Suara Merdeka gugat di PHI, seharusnya si perusahaan mau mau sepakat dengan klaim mereka, jadi gak perlu di mediasi, tapi sekarang gue tahu apa yang ada di balik kegagalan mediator, gue rasa itu penting banget. Gue juga penasaran dengan apa yang akan terjadi jika PHI gugat suatu kasus, gue harap pekerja media Suara Merdeka bisa mendapatkan kembali hak mereka secara adil. 🤔
 
Aku pikir ini menunjukkan bagaimana sistem lembaga mediasi kritis juga bisa gagal, dan itu memang bukti bahwa tidak semua masalah bisa dipecahkan dengan cara formal. Lalu apa yang akan terjadi jika perusahaan media Suara Merdeka tidak mau mendengar kebutuhan lima pekerja buntu? Mungkin ini adalah kesempatan bagus bagi mereka untuk belajar menghadapi masalah tersebut dan mencari solusi bersama-sama, atau mungkin itu juga menunjukkan bahwa sistem lembaga mediasi memang tidak cukup efektif.
 
Mereka bilang bahwa kegagalan mediasi itu karena itikad baik, tapi apa sebenarnya maksudnya? Maksudnya bukan ada kebaikan yang bisa didapat dari pihak perusahaan, tapi apalagi ketika mereka tidak mau mendengarkan. Kita harus ingat bahwa komunikasi yang baik adalah kunci untuk menghindari konflik seperti ini. Jangan marah dan jangan biarkan emosi kita menguasai diri kita, tapi cari tahu apa yang sebenarnya diminta oleh orang lain. Mereka juga bilang bahwa kondisi keuangan itu membuat perusahaan tidak mau mendengarkan, tapi bukan berarti kita harus takut dengan masalah keuangan, tapi kita harus tahu bagaimana cara menghadapinya agar bisa mencapai kesepakatan yang sehat untuk semua pihak.
 
Pesan ini aku rasakan sedih banget, kamu bisa lihat kondisi para pekerja media Suara Merdeka ini. Mereka dikejar-kejar tanpa kesepakatan dan akhirnya harus mencari jalur PHI. Kalau gak ada inisiatif dari perusahaan, para pekerja ini akan dipaksakan ke pengadilan. Aku harap mereka bisa terus di dukung oleh Divisi Ketenagakerjaan AJI Semarang dan Serikat Pekerja Lintas Media (SPLM) Jawa Tengah 🤕
 
Lihat saja kalau gugatan ini bakal jadi momok besar bagi perusahaan Suara Merdeka, siapa tahu mereka udah gak bisa berjalan sendiri lagi... 🤔 PHI pasti bakal jadi hal yang penting disini, tapi siapa tahu apa udah ada rahasia yang tidak diketahui umum... perusahaan ini udah banyak korban dari pandemi, kayaknya ini perlu diawasi agar tidak terjadi kerugian lagi... 👀
 
Aku senang sekali liat ada perhatian dari kemenangan perusahaan ini! Aku pikir keren banget kalau mereka bisa menyelesaikan masalah dengan mediator. Tapi, aku juga khawatir apakah mereka benar-benar mau mendengarkan pendapat pekerja? Karena aku tahu, pekerja ini sudah banyak berjuang sekali untuk mendapatkan keadilan. Jika perusahaan tidak mau mendengarkan, maka PHIL pasti akan menjadi pilihan yang tepat. Aku harap perusahaan ini bisa mengubah pikiran mereka dan menemukan solusi yang baik untuk semua pihak. 🙏💪
 
Gue pikir ini jadi kesempatan bagi perusahaan media suara Merdeka buat memperbaiki kesalahannya, apa kekurangannya di masa lalu. Kalau mereka tahu apa yang salah, mereka bisa memperbaikinya. Tapi, kalau mereka tidak mau, gue rasa mereka harus siap untuk dilaui oleh PHI. Gue harap pekerja suara Merdeka bisa mendapatkan kemenangan yang seharusnya. Kondisi keuangan yang terpuruk akibat pandemi bukan alasan utama, tapi kalau mereka mau belajar dari kesalahannya, itu jadi pelajaran berharga.
 
Gue pikir ini benar-benar ironi ya, perusahaan suara merdeka dianggap sebagai pemenang tapi gak bisa menyelesaikan masalah dengan pekerja-pekernya 🤦‍♂️. Kalau perusahaan ini benar-benar peduli dengan kekurangan upah dan THR, toh jangan kaget jika komunitas masyarakat yang sama-sama terkena dampak pandemi Covid-19 siapa sih yang akan mendapat untung? 🤑 Gue rasa ini menjadi contoh bagaimana sistem industri di Indonesia masih sangat tidak adil. Dulu dibilang sebagai negara penghasil sumber daya manusia, sekarang gak kalah dengan negara yang lebih miskin lagi. Kalau kita mau mengatakan bahwa perusahaan suara merdeka adalah contoh keberhasilan dari sistem industri di Indonesia, maka kita juga harus mengakui bahwa ini adalah contoh bagaimana sistem itu juga bisa gagal menyelesaikan masalah dengan pekerja-pekernya. 🤔
 
Kalau perusahaan itu mau lama nggak nyesari, mungkin mereka harus sudi-sudi buat penyelesaian yang baik aja 🤔. Saya rasa penting buat mereka tahu bahwa karyawan bukan sekedar anggota tim, tapi manusia dengan kebutuhan dan hak yang harus dipenuhi. Itu yang perlu diingat, ya 😊.
 
Makanya harusnya ada yang menggugat perusahaan ini, siapa yang bilang itu baik-baik saja aja? Kondisi keuangan mereka kaya gila banget akhir-akhir ini! Mereka bisa menerima tuntutan pekerja bukan? Ataukah mereka cuma berbohong lagi? Seharusnya ada orang yang mengambil tanggung jawab atas kesalahannya, bukan hanya sekedar menutup mata.
 
Aku rasa ini sangat nggak adem banget! Aku sedang sibuk dengan soal matematika di sekolah dan aku tidak sabar ketika ada yang nggak sepakat. Tapi, kalau perusahaan media suara itu nggak bisa sepakat dengan mediator Disnaker, maka aku pikir mereka harus menghadapi pengadilan PHI. Aku rasa ini akan menjadi contoh bagus bagi para pekerja di Indonesia agar tidak pernah menyerah ketika ada masalah dengan perusahaan.
 
Perusahaan media yang suka jadi penipu, nggak peduli apapun aja. Mereka bisa memilih nggak menerima mediator atau mau tidak, tapi apa pun hasilnya, mereka masih duduk di atas. Aku rasa ini galat, pekerja harus dimanfaatkan dengan adil, bukan seperti ini. Mereka sudah tudingin, perusahaan itu suka melanggar hak-hak pekerja, kayaknya harus ada akibat yang serius. Kita harus mendukung pekerja ini, jangan biarkan mereka terus duduk di tempat.
 
ini kayaknya kesempatan buat kita belajar tentang pentingnya tekad tidak puas. siapa tahu, kalau perusahaan suka menerima anjuran mediator, mungkin tidak perlu sampai kasus ke PHI... tapi sebenarnya, apa yang penting adalah lima pekerja Suara Merdeka tidak menyerah dan terus berjuang untuk hak mereka. itu kayaknya jalan pintas bagaimana berjuang atas kemerdekaan dan kesetaraan diri...
 
Kalau aku lihat aja news ini, aku pikir suatu kali kita harus hati-hati banget dengan mediator yang tidak bisa membuat kesepakatan antara perusahaan dan pekerja buntu. Aku ragu-ragu banget kalau mereka sudah memilih PHI sebagai jalur terakhir, karena itu beda sekali dari mediator yang biasanya lebih berhati-hati dalam menyelesaikan masalah.

Aku rasa perusahaan media Suara Merdeka harus berani bicara dengan pekerja buntu dan mencoba cari kesepakatan yang tidak ada tuntutan jeda waktu. Kalau tidak, aku pikir mereka harus siap menghadapi konsekuensi dari PHI, karena itu bukan main-main lagi.

Aku harap para pekerja bisa terus berjuang dan tidak menyerah, dan komunitas media juga harus mendukung mereka dengan lebih baik.
 
Aku penasaran siapa yang bilang bahwa perusahaan media suka "tidak peduli" dengan kesulitan keuangan mereka, tapi masih bisa keluar uang dari korban?
 
kembali
Top