Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, mengakui bahwa perusahaan lembaganya telah memasuki pasar modal dan mengoleksi saham. Namun, langkah tersebut tidak dilakukan dengan bersemangat untuk mencegah spekulasi yang menyesatkan pasar.
Menurut Pandu, Danantara telah berinvestasi setiap hari di pasar modal sejak akhir tahun lalu. Meski demikian, perusahaan tersebut tetap diam-diam mengenai kegiatan investasinya karena tidak ingin memicu spekulasi yang dapat merusak pasar.
Pandu menyatakan bahwa Danantara akan terus berinvestasi dengan strategi yang bijak dan mempertimbangkan tiga pilar utama, yaitu mencari saham dengan fundamental yang baik, likuiditas yang baik, dan nilai yang baik. "Jadi fundamental, liquidity and value," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa barometer pasar modal adalah kepercayaan investor. Selain itu, Pandu mengingatkan pentingnya komunikasi yang jelas dan tegas dari regulator untuk menenangkan pasar. Menurutnya, pasar modal adalah cara tercepat untuk mengekspresikan kepercayaan terhadap pasar.
Pandu juga menyangkal tuduhan adanya praktik menggoreng saham dan menyatakan bahwa masalah mendasarinya adalah aturan main yang tidak tepat. Ia mengatakan bahwa tanggung jawab untuk memperbaiki ekosistem pasar modal berada di tangan regulator.
Danantara hanya beroperasi sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan, menurut Pandu. Jika investor ingin perubahan aturan, maka mereka harus mengajukan pertanyaan kepada regulator, bukan menyalahin aturan tersebut. "Kami tidak dapat mencampuradukkan peran regulator dan pelaku pasar. Oleh karena itu, di sini kami mendorong regulator untuk dapat bersikap tegas dalam berkomunikasi," ucapnya.
Pandu berharap adanya pasar modal yang lebih dalam, sehat, dan baik. Ia menilai langkah MSCI tepat dan harus disikapi dengan bijak, bukan dengan defensif. "Menurut saya, apa yang MSCI lakukan pas, tepat. Saya serahkan balik ke regulator," katanya.
Dalam keseluruhan, Pandu Sjahrir menekankan pentingnya komunikasi yang jelas dan tegas dari regulator untuk menenangkan pasar dan memperbaiki ekosistem pasar modal.
Menurut Pandu, Danantara telah berinvestasi setiap hari di pasar modal sejak akhir tahun lalu. Meski demikian, perusahaan tersebut tetap diam-diam mengenai kegiatan investasinya karena tidak ingin memicu spekulasi yang dapat merusak pasar.
Pandu menyatakan bahwa Danantara akan terus berinvestasi dengan strategi yang bijak dan mempertimbangkan tiga pilar utama, yaitu mencari saham dengan fundamental yang baik, likuiditas yang baik, dan nilai yang baik. "Jadi fundamental, liquidity and value," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa barometer pasar modal adalah kepercayaan investor. Selain itu, Pandu mengingatkan pentingnya komunikasi yang jelas dan tegas dari regulator untuk menenangkan pasar. Menurutnya, pasar modal adalah cara tercepat untuk mengekspresikan kepercayaan terhadap pasar.
Pandu juga menyangkal tuduhan adanya praktik menggoreng saham dan menyatakan bahwa masalah mendasarinya adalah aturan main yang tidak tepat. Ia mengatakan bahwa tanggung jawab untuk memperbaiki ekosistem pasar modal berada di tangan regulator.
Danantara hanya beroperasi sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan, menurut Pandu. Jika investor ingin perubahan aturan, maka mereka harus mengajukan pertanyaan kepada regulator, bukan menyalahin aturan tersebut. "Kami tidak dapat mencampuradukkan peran regulator dan pelaku pasar. Oleh karena itu, di sini kami mendorong regulator untuk dapat bersikap tegas dalam berkomunikasi," ucapnya.
Pandu berharap adanya pasar modal yang lebih dalam, sehat, dan baik. Ia menilai langkah MSCI tepat dan harus disikapi dengan bijak, bukan dengan defensif. "Menurut saya, apa yang MSCI lakukan pas, tepat. Saya serahkan balik ke regulator," katanya.
Dalam keseluruhan, Pandu Sjahrir menekankan pentingnya komunikasi yang jelas dan tegas dari regulator untuk menenangkan pasar dan memperbaiki ekosistem pasar modal.