Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, mengatakan bahwa lembaganya telah memasuki pasar modal dan memperoleh beberapa saham. Namun, langkah ini tidak diumumkan secara agresif untuk mencegah spekulasi yang memdistorsi pasar. Menurutnya, perusahaan tersebut sudah mulai berinvestasi pada akhir tahun lalu dan telah berusaha untuk diam-diam dalam proses ini.
Meski mengakui adanya keruntahan di pasar modal dalam dua hari terakhir, Pandu menyatakan bahwa Danantara akan terus berinvestasi dengan strategi yang bijaksana. Keputusan investasi akan disesuaikan dengan kondisi pasar dan sangat mempertimbangkan tiga aspek utama yaitu fondasi, likuiditas, dan nilai.
Pandu menjelaskan bahwa barometer pasar modal adalah kepercayaan investor dan menyoroti pentingnya komunikasi yang jelas dari regulator untuk menenangkan pasar. Ia juga mengatakan bahwa perusahaan tersebut tidak dapat mencampur aduk peran regulator dan pelaku pasar.
Pada kesempatan Prasasti Economic Forum 2026 di Jakarta, Pandu menyambut langkah MSCI yang membekukan rebalancing indeks beberapa saham Indonesia. Ia menilai langkah ini tepat dan harus disikapi dengan bijak bukan dengan defensif. Menurutnya, pasar modal adalah cara tercepat untuk mengekspresikan kepercayaan investor.
Pandu juga mengingatkan bahwa tudingan adanya praktik menggoreng saham sering jadi sorotan para pelaku pasar modal. Namun, menurutnya, masalah mendasarinya terletak pada aturan main bukan pada pelaku yang beroperasi di dalamnya.
Dalam konteks ini, Pandu menyatakan bahwa tanggung jawab untuk memperbaiki ekosistem pasar modal berada di tangan regulator. Ia juga menegaskan bahwa perusahaan tersebut hanya memainkan aturan main yang ada dan jika investor tidak suka dengan aturan mainnya, maka harus disesuaikan.
Posisi Danantara di bursa hanya sebagai partisipan pasar yang tunduk pada regulasi yang ada. Pandu menggarisbawahi pemisahan peran yang jelas antara regulator sebagai penentu aturan dan pihaknya selaku investor.
Meski mengakui adanya keruntahan di pasar modal dalam dua hari terakhir, Pandu menyatakan bahwa Danantara akan terus berinvestasi dengan strategi yang bijaksana. Keputusan investasi akan disesuaikan dengan kondisi pasar dan sangat mempertimbangkan tiga aspek utama yaitu fondasi, likuiditas, dan nilai.
Pandu menjelaskan bahwa barometer pasar modal adalah kepercayaan investor dan menyoroti pentingnya komunikasi yang jelas dari regulator untuk menenangkan pasar. Ia juga mengatakan bahwa perusahaan tersebut tidak dapat mencampur aduk peran regulator dan pelaku pasar.
Pada kesempatan Prasasti Economic Forum 2026 di Jakarta, Pandu menyambut langkah MSCI yang membekukan rebalancing indeks beberapa saham Indonesia. Ia menilai langkah ini tepat dan harus disikapi dengan bijak bukan dengan defensif. Menurutnya, pasar modal adalah cara tercepat untuk mengekspresikan kepercayaan investor.
Pandu juga mengingatkan bahwa tudingan adanya praktik menggoreng saham sering jadi sorotan para pelaku pasar modal. Namun, menurutnya, masalah mendasarinya terletak pada aturan main bukan pada pelaku yang beroperasi di dalamnya.
Dalam konteks ini, Pandu menyatakan bahwa tanggung jawab untuk memperbaiki ekosistem pasar modal berada di tangan regulator. Ia juga menegaskan bahwa perusahaan tersebut hanya memainkan aturan main yang ada dan jika investor tidak suka dengan aturan mainnya, maka harus disesuaikan.
Posisi Danantara di bursa hanya sebagai partisipan pasar yang tunduk pada regulasi yang ada. Pandu menggarisbawahi pemisahan peran yang jelas antara regulator sebagai penentu aturan dan pihaknya selaku investor.